Sanggar Budaya Abdi Laras mempersembahkan Tari Babat Alas Roban di hadapan Wakil Bupati Batang Suyono dalam rangka Halal Bi Halal, di THR Kramat Batang
Sanggar Budaya Abdi Laras menampilkan sebuah tarian khusus yang menceritakan tentang Babat Alas Roban dalam rangka menghibur para tamu undangan Halal Bi Halal. Menurut Agus Efendi seorang guru salah satu SMK swasta di Kecamatan Bawang sekaligus penanggungjawab sanggar tersebut, penampilan mereka kali ini juga sebagai langkah persiapan mental dalam rangka Pentas Duta Seni di TMII mewakili Jawa Tengah .
“Kami diundang untuk memberikan penampilan terbaik kepada Wakil Bupati Batang Suyono dan seluruh tamu undangan sekaligus menunjukkan kesiapan mental para pemain sebelum pentas ke TMII,” kata Agus yang ditemui usai menunjukkan kemahiran para anak didiknya mempersembahkan tari Barat Alas Roban, di Taman Hiburan Rakyat (THR) Kramat Kabupaten Batang, Jum’at (14/7).
Agus mengatakan sebuah kebanggaan dapat mewakili Jawa Tengah mengikuti Lomba Duta Seni di TMII. Sebelumnya Sanggar Budaya Abdi Laras memang sudah sering melakukan parade diantaranya juara 1 Piala Bupati dan Disparpora, pementasan dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Kendal dan Hari Jadi Bupati Tegal Entus Susmono.
“Babat Alas Roban menceritakan tatkala Ki Bahurekso memerintahkan kepada prajurit untuk melakukan pembukaan Alas Roban untuk dijadikan lumbung padi. Namun mereka harus menghadapi para setan penunggu Alas Roban, yang akhirnya pertempuran tersebut dimenangkan oleh prajurit utusan Ki Bahurekso,” terang Agus.
Agus menambahkan para pemain yang tergabung dalam sanggar tersebut didominasi oleh para pelajar, mulai dari tingkat SD hingga SMA. Yang masih menjadi kendala adalah sarana prasarana, seperti pakaian untuk pentas, alat musik dan dana untuk operasional.
“Selama ini uang yang didapat dari “ngamen” / pentas dikumpulkan untuk membeli peralatan, jadi kami mohon pemerintah Kabupaten Batang terutama yang berwenang di bidang kesenian supaya memfasilitasi,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bambang Supriyanto mengatakan nantinya Sanggar Budaya Abdi Laras akan kami bawa ke TMII untuk mengikuti Lomba Duta Seni mewakili Provinsi Jawa Tengah pada 27 Agustus 2017.
“Sedangkan THR Kramat sekarang sudah semakin diminati masyarakat sebagai tempat hiburan dan liburan, kami terus menyempurnakan sarana prasarana pendukung agar para pengunjung semakin nyaman, seperti pembuatan kolam arus dan pemasangan atap kolam renang,” pungkasnya. (Heri/McBatang)
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.