Wakil Bupati Batang Suyono (no. 1 dari kiri) mengikuti gerakan senam bersama Kapolres AKBP Juli Agung Pramono (no. 3 dari kiri memakai topi) dan seluruh ASN di jalan Veteran Batang.
Faktor kesibukan manusia setiap harinya terkadang membuat mereka tidak mempunyai waktu bahkan malas untuk berolahraga. Ditambah lagi dengan pola hidup yang tidak sehat yang membuat tubuh manusia menumpuk penyakit tidak menular (PTM) , seperti jantung, hipertensi (darah tinggi), diabetes, stroke dan kanker. Untuk menjaga kesehatan bisa diawali dengan menggerakkan badan walaupun hanya 5 menit, yang selanjutnya juga diikuti dengan menumbuhkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Batang Suyono dalam aksi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dengan melakukan senam bersama di jalan Veteran, Kabupaten Batang, Selasa (18/7).
Wakil Bupati Suyono mengatakan kita sebagai manusia membutuhkan tubuh yang sehat, fisik yang kuat, kita harus melakukan gerakan fisik meskipun hanya 5 menit.
“Perlu kita ketahui bahwa banyak penyakit tidak menular (PTM), tetapi semoga dengan munculnya penyakit tersebut menjadikan pola pikir yang positif untuk melakukan pola hidup sehat,” jelasnya.
Menurutnya, kita akan lebih menggerakkan lagi untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan senam setiap hari Jum’at. Tujuannya agar masyarakat mengikuti Pola Hidup sehat di setiap lingkungan.
“Melihat dari sisi penyakit – penyakit yang tidak bisa diprediksi, maka kegiatan GERMAS ini tentunya sangat menyehatkan tubuh manusia. Sehingga perlu menggerakkan badan agar tubuh selalu sehat,” lanjutnya.
Wakil Bupati menambahkan saat ini penyakit lain yang menjangkiti masyarakat khususnya remaja adalah penyalahgunaan narkoba dan penyalahgunaan gadget (ponsel android) sehingga dapat menimbulkan berbagai masalah seperti pelecehan seksual. Hal tersebut juga merupakan penyakit yang harus dicegah sedini mungkin.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Batang dr. Hidayah Basbeth menyarankan agar selalu mengkonsumsi sayuran dan buah lokal.
“Bagi instansi- instansi pemerintah pada saat mengadakan pertemuan atau rapat diharap selalu menyediakan snack / makanan ringan berupa buah segar,” imbaunya.
dr. Hidayah menambahkan disela - sela aktivitas sehari – hari, kita bisa melakukan peregangan ringan setiap 2 atau 4 jam sekali. Kemudian selalu cek kesehatan rutin gula darah dan kolesterol tiap 3 – 4 bulan sekali.
Para ASN diminta untuk ikut menyampaikan pesan kepada masyarakat agar memperbanyak aktivitas fisik untuk mengurangi angka penderita penyakit tidak menular (PTM). Selain itu fokus GERMAS di Kabupaten Batang sendiri adalah Stop Buang Air Besar (BAB) sembarangan. (Heri/McBatang)
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.