Suyono saat menyampaikan pengarahan dalam Pelatihan Pola Pengelolaan Keuangan (PPK-BLUD) Dinas Kesehatan Kabupaten Batang
Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) yang sekarang menjadi Badan Layanan Umum Daerah BLUD harus dapat dioptimalkan baik saran SDM, segi pelayanan masyarakatnya maupau peralatan kesehatanya, karena program visi misi Kabupaten Batang Puskesmas menjadi garda terdepan dan terdekat untuk melayanai kesahatan masyrakat.
Hal Tersebut daisampaikan Wakil Bupati Batang Suyono saat menyampaikan pengarahan dalam Pelatihan Pola Pengelolaan Keuangan (PPK-BLUD) Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, kegiatan yang diikuti oleh PPK berlangsung di Batang, Sabtu (15/7).
“BLUD memang harus ada pengelolaan khusus yang setidak - tidaknya bisa menjadi sedikit interplaner tapi BLUD Puskesmas masih tetap mengutamakan nilai sosialnya, tapi untuk RSUD menggunkan sosial interplaner mengarah ke bisnis tapi tidak meninggalkan sosial secara menyeluruh.” Kata Suyono.
Ia juga mengatakan, Pusekesmas harus mengedapankan bagaiman perencanaannya sehingga tidak muncul banyak SILPA, karena dari sisi kajian munculnya SILPA di karenakan kurangnya perencanaan yang kurang matang yang menjadi tidak bermanfaat baik dari sisi pembangunan yang menunjang kegiatan pelayanan masyarakat.
“Maka dari sekarang harus mempunyai perencanaan yang matang dengan menganut money follow program, kalau dulu money follow fungtion tapi kalau sekarang money folow program bahwa uang bisa bekerja sesuai program yang sudah matang. ” Jelas Suyono.
Suyono juga berharap kedepan Puskesmas yang sekarang menjadi BLUD harus memanfaatkan teknologi informasi ( IT ), karena dengan IT kita dapat mempermudah dan mempercepat dalam memberikan pelayanan kesehatan yang transparan dan akuntabel.
“Puskemas kedepan harus menggunkan IT dalam meberikan pelayanan dari pendaftaran, pembayaran nilai keuangan semua terlihat, sehingga keterbukaan keuangan dan akuntabilitas bisa di pertangungjawabkanke masyarakat.” Pinta Suyono.
Kepala Dinas kesehatan Masyarakat dr. Hidayah Basbhet mengatakan, Puskesmas kabupaten Batang telah berproses untuk menjalankan pola pengelolaan keuangan BLUD sejak tahun 2015, dengan pendampingan BPKP dan juga belajar kepada daerah lain yang sudah menjalan pola tersebut.
“di Bulan Desember tahun 2016 kemarain 21 Pusekesmas di Batang di nayatakan layak menjalankan pengelolaan keuangan BLUD oleh tim penilaian Kabupaten.” Katanya.
Dr. Hidayah Basbhet menambahkan pelatihan tersebut untuk memberikan pengetahuan dan tentang bagaimana pengelolaan keuangan BLUD secara profesional yang tidak melanggar aturan sesuai dengan standar akuntasi keuangan, kegiatan akan berlangsung selama tiga hari di mualai hari Sabtu tanggal 15 sampai dengan Senin 17 Juli. (Edo/McBatang)
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.