Para ASN sedang memperhatikan arahan dari Asisten 1 Retno Dwi Irianto pada saat mengikuti apel di halaman kantor bupati Batang.
Setiap pemimpin memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda, dalam membangun daerah dan melayani masyarakat. Namun demikian tujuan yang ingin dicapai sama, yaitu kemajuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Masing – masing bupati mempunyai gaya dan cara berbeda dalam menyampaikan visi dan misinya, tetapi tetap kembali ke tugas utama sebagai pelayan masyarakat,” kata Asisten 1 Retno Dwi Irianto saat memberikan arahan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) pada apel di halaman kantor bupati Batang, Selasa (11/7).
Retno mengatakan seperti pada masa Bupati Suhud (1988-1993) yang memperkenalkan istilah Batang Berkembang, sampai ditetapkan dalam Keputusan Bupati. Tujuan dari visi misinya adalah memotivasi seluruh elemen masyarakat termasuk birokrasi untuk membangun Batang agar sejajar dengan daerah lain.
“Pada masa Bupati Muslich Efendi (1993 – 1998) mendapat predikat sebagai pemimpin yang sangat bersemangat membangun Batang, dengan moto Batang Membangun karena pada masa tersebut pemerintah pusat dan provinsi mewajibkan agar daerah berlomba – lomba untuk mendapat penghargaan,” terangnya.
Menurut Retno, bupati berikutnya yang menginginkan Bersama Rakyat Membangun Batang. Moto itulah yang melekat pada pribadi Bupati Bambang Bintoro yang memimpin Batang selama 2 periode (2002- 2012).
Sedangkan Bupati Yoyok Riyo Sudibyo (2012-2017) bermoto Birokrasi Bersih Ekonomi Bangkit. Gaya kepemimpinan yang ingin menata birokrasi yang baik.
“Gaya kepemimpinan berikutnya yaitu Ayo Guyub Rukun Mbangun Batang, yang selalu didengung – dengungkan Bupati Wihaji bersama Wakil Bupati Suyono. Tujuan utamanya adalah membangun Batang dengan mengkoordinasikan dan melanjutkan segala program yang sudah baik dan membenahi yang belum baik,” jelas Retno.
“ASN selalu diingatkan agar menjadi teladan dan jangan melupakan tugas utamanya sebagai pelayan masyarakat,” lanjutnya.
Retno menambahkan semua pemimpin bertujuan baik membangun Batang, cuma caranya yang berbeda. (Heri/McBatang)
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.