Bupati Batang Wihaji (depan, 3 dari kanan) saat Rakor Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)
“Kerukunan umat beragama merupakan hal yang penting di Kabupaten. Batan, karena tanpa adanya keruknan masyrakat dan antar umat beragama tidaklah mungkin pembangunan akan terlaksana dengan baik.” Hal tersebut di sampaikan Bupati Batang Wihaji saat Rakor Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang berlangsung di aula Kantor Kesbangpol, Kamis (13/7).
Kondisi di Kabupaten Batang tergolong kondusif dan sangat rukun antara umat beragama, hal ini menunjukan kedewasaan masyarakat Kabupaten Batang tentang arti pentingnya toleransi dan adanya semangat dan jiwa Pancasila yang telah dibangun oleh pendahulu kita.
“Tercipatnya kondusiifiras wilayah yang guyub rukun antara umat beragamamenjadi semangat kita selaku pimpinan daerah dalam bertugas membangun Batang yang lebih baik lagi.” kata Wihaji.
Lebih lanjut Ia mengatajkan, jikau memang ada kepercayaan yang tidak sesuai dengan aturan atau undang-undang yang dapat menimbulkan potensi konflik, kami mohon sekiranya dapat kita koordinasikan dan di komunikasikan untuk pemecahan masalahnya.
“kami harap tokoh agama memberiakn bimbingan dan arahan kepada masyrakat jikalau ada paham ataupun kepercaayaan yang tidak sesuai dengan aturan dan perundangan, untuk jangan melakukan tindakan sendiri ataupun melakukan tindakan anarkis, laporkan dan komunikasikan kepada kepolisian maupun TNI untuk mengatasi konflik – konflik yang timbul.” pintanya.
Kajari Batang Edi Ermawan yang ikut hadir mengatakan, FKUB tmasuk dalam leading sektor Kejaksaan Negeri yang selalu mengundang dari semua lini yang menangani kerukunan umat beragam.
“Kita sudah agendakan untuk memberikan pembinaan yang, alhamdulilah mencakup semua baik dari islam, katolik, protestan, hindu, budha, dan konghucu, dan juga PAKEM saya selalu mendapatkan informasi yang akurat dari adanya rapat teraebut.” katanya.
Kajari Batang beraharap agar Kondisi Kabupaten Batang yang adem ayem ini jangan sapai timbulnya konflik yang berkaitan dengan permasalahan agama.” kita harus tetap waspada” pintanya.
Kasdim 0736 Batang, Mayor Inf. Suraji juga mengatakan, Radikalisme yang lagi marak sekarang ini, jangan sampai berkembang di wilayah Kabupaten Batang. “TNI, Polri dan ASN merupakan leading sektor untuk mempersempit gerak-gerik radikal di wilayah Kabupaten Batang.
Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Batang Agung Wisnu Barata meminta kepada jajaran Musppika untuk menciptakan kondisi keamanan di wilayah Kecamatan maupun desa dengan cara wajib lapor 1 kali 24 jam. “Seharusnya juga harus di upayakan kegiatan FKUB di lingkungan Kecamatan melalui sarana-sarana yang ada di kecamatan, sehingga di kecamatan semakin kondusifitas. Kata Agung wisnu Barata.
Ketua FKUB Drs. H. Subkhi, FKUB sifatnya membantu pemerintah dalam menjaga kerukunan dalam beragama, dengan melakukan dialog atau diskusi antar umat beragama, anjang sana pembangunan gereja atau masjid, anjang sana terhadap tokoh agama atau anggota FKUB. (Edo/McBatang)
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).