Pesantren Mendidik Santri Siap Berkompetisi di Dunia Kerja
Persaingan di dunia kerja kini semakin tidak bisa terhindarkan lagi. Sudah sepatutnya para pencari kerja harus memiliki kompetensi di bidang yang dibutuhkan. Pesantren merupakan tempat menimba ilmu agama agar menciptakan generasi muda berakhlakkul karimah. Namun tidak hanya itu kini pondok pesantren siap mencetak generasi islami yang mampu bersaing di dunia kerja, Pondok Pesantren (ponpes) An Nahdhiyah, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Minggu (9/7).
Masih dalam nuansa bulan Syawal, Pondok Pesantren An Nahdhiyah menyelenggarakan Halal Bi Halal dan Istighosah, dihadiri Bupati Batang Wihaji, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Hanif Dhakiri, Camat Banyuputih Himawan, KH. Dimyati Roiz, Pengasuh ponpes An Nahdhiyah KH. Ridwan dan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Bupati Batang Wihaji melaporkan kondisi masyarakat Batang, bahwa masih ada 5 warga yang mengikuti program transmigrasi ke Kalimantan. Selain itu ada beberapa daerah yang warganya menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI), seperti Wonotunggal, Gringsing dan Bawang.
“Masalah pengangguran masih menjadi hal yang diprioritaskan, semoga proyek PLTU bisa cepat selesai, sehingga dapat menyerap banyak tenaga kerja,” ujarnya.
Menyikapi masalah pengangguran yang ada dimana-mana, Hanif Dhakiri mengimbau kepada para santri untuk meningkatkan kompetensi agar siap bersaing.
“Di dalam pesantren pelajaran yang diutamakan adalah akhlak terlebih dahulu, baru setelah itu keahlian para santri sehingga saat terjun ke dunia kerja, tidak hanya pintar tetapi juga memiliki akhlakkul karimah,” terang Hanif.
Menurut Pengasuh ponpes An Nahdhiyah KH Ridwan, pesantren mendidik santrinya memiliki akhlakkul karimah, berbudi luhur, mandiri dan sederhana. Materi yang diajarkan meliputi ketauhidan dan akhlak.
“Ponpes ini baru berdiri selama 1 tahun, sehingga masih membutuhkan bantuan untuk membangun sarana prasarana pendukung kegiatan para santri di pondok,” terang Kyai Ridwan.
Badrodin salah seorang pengurus ponpes An Nahdhiyah mengatakan di dalam pondok juga sudah berdiri MTs, MA, dan SMK. Dia menjelaskan di SMK bidang mata pelajaran (mapel) yang menjadi unggulan adalah Information and Teknologi (IT) dan perbengkelan.
“Semoga saja ada ribuan lapangan pekerjaan nantinya bagi para santri, mengingat Bupati Wihaji sangat mendukung adanya 1000 pengusaha muda dan kita buktikan bahwa santri pun bisa sukses,” pungkasnya. (Heri/McBatang)
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.