Dua Prajurit Kodim 0736 sedang menurunkan batu untuk membangun jalan penghubung desa Sibebek dengan desa lain.
Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) telah banyak memberikan pelajaran berharga kepada masyarakat. Mulai dari mempermudah aksesibilitas masyarakat, melalui pembukaan akses jalan hingga membangun semangat percaya diri masyarakat, yang bertujuan mempermudah semua kegiatan ekonomi, sosial dan memperkuat rasa nasionalime.
Dandim 0736 Letkol Inf Fajar Ali Nugraha melalui Serka Ahmad Qodirin mengatakan pelaksanaan kegiatan TMMD sampai saat ini berjalan dengan lancar, karena antusias masyarakat sangat tinggi. Dalam membangun akses jalan TNI merasa sangat terbantu, sehingga akan mempercepat pengerjaan, Markas Kodim 0736 Batang, Jum’at (7/7).
“Sampai dengan saat ini pengerjaan sarana fisik telfor/makadam jalan, tebing penahan jalan maupun gorong – gorong / selokan) rata – rata masih mencapai 15%, dan rencananya Selasa (11/7) akan dilaksanakan kegiatan non fisik,” kata Qodirin.
Menurutnya, kegiatan TMMD tidak hanya terkonsentrasi pada pembangunan sarana fisik semata, tetapi termasuk pembangunan non fisik yaitu berupa penyuluhan KB dan kesehatan, penyuluhan keamanan, ketertiban masyarakat (Kamtibmas), penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara, serta pelayanan SIM yang direncanakan bertempat di Balai Desa Sibebek, Kecamatan Bawang.
“Mengingat bahwa Kabupaten Batang termasuk darurat narkoba, pihak Kodim 0736 juga ikut berpartisipasi untuk melakukan pencegahan melalui penyuluhan tentang bahaya narkoba,” tambahnya.
Qodirin menambahkan sebelumnya pelaksaan TMMD Sengkuyung Tahap I berada di desa Wonokerso Kecamatan Limpung dan Sengkuyung Tahap II dilaksanakan di desa Sibebek. Harapannya dengan adanya kegiatan tersebut, akan mempermudah akses jalan sehingga kegiatan ekonomi masyarakat desa Sibebek semakin lancar. Masyarakat juga akan terlatih menjadi pribadi yang kuat, memiliki rasa kegotong-royongan, dan nasionalisme.
Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) Tulyono menyampaikan kegiatan TMMD ini sangat mendukung sekali, karena akses jalan yang semula belum baik nantinya akan mudah dilalui warga, sebagai sarana untuk menunjang kelancaran kegiatan perekonomian khususnya di desa Sibebek. Untuk sumber pendanaan berasal dari APBD Provinsi Rp. 177.200.000,- dan APBD Kabupaten Batang (pendamping) sebesar Rp. 150.000.000,-.
“Jarak yang tadinya sangat jauh antara satu desa dengan desa yang lain menjadi semakin dekat,” terangnya.
Dirinya menambahkan Bupati berpesan kepada masyarakat supaya setelah selesainya proses pengerjaan sarana prasarana dalam kegiatan TMMD ini nantinya dapat memelihara dengan baik, karena kegiatan perekonomian warga akan semakin mudah. (Heri/McBatang)
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.