Butuh Kerja Keras untuk Jadi Atlet Profesional

Rabu, 30 Oktober 2019 Jumadi Dibaca 691 kali Pemuda dan Olahraga
Butuh Kerja Keras untuk Jadi Atlet Profesional
Batang - Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Tingkat Daerah (POPDA) yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), kembali digelar bagi para pelajar berpotensi di bidang olahraga sejak 30 Oktober hingga 2 November 2019.

Pesta olahraga terbesar se-Kabupaten Batang itu dibuka oleh Bupati Batang Wihaji dengan mengusung tema “Satoe Hati Satoe Jiwa untuk Olahraga” di lapangan Dracik Kampus Proyonanggan Kabupaten Batang, Rabu (30/10/2019).

“POPDA adalah bentuk ikhtiar kita, untuk mencetak sekaligus mencari bibit-bibit untuk atlet profesional Kabupaten Batang, khususnya di satuan pendidikan atau pelajar. Tapi itu semua butuh waktu dan kerja keras, karena olahraga memerlukan proses panjang,” papar Bupati Batang Wihaji usai menyaksikan parade ratusan atlet yang siap betanding.

Bupati mengutarakan, untuk menjadi atlet yang sukses dibutuhkan kerja keras, keseriusan dan diimbangi pembiayaan yang maksimal, demi mencapai hasil yang optimal. 

“Selain media pencetak atlet, POPDA ini juga digunakan sebagai ajang untuk silaturahmi, sehingga tambah guyub dan rukun membangun Kabupaten Batang,” terangnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa olahraga merupakan bagian dari upaya Pemkab Batang untuk menyatukan dari segala hal yang berbeda untuk mewujudkan kebhinnekaan.

“Itulah semangat kita menangkal radikalisme, di bumi Indonesia,” tandasnya.

Sementara Kepala Disparpora Wahyu Budi Santoso menerangkan, peserta POPDA dari  tingkat SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK sejumlah 4.327 serta pelatih dan wasit sebanyak 673.

“Sebelumnya para peserta telah lolos di tahap seleksi awal, jadi dipastikan mereka siap menunjukkan kemampuannya,” tuturnya.

Ada 16 cabang olahraga yang ditampilkan, di antaranya kid atletik, atletik, renang, bulu tangkis, tenis meja, tenis lapangan, senam atletik, taekwondo, pencak silat, karate, sepak takraw, bola basket, bola voli, sepakbola, panahan dan catur.

“Untuk prestasi atlet pelajar kita, alhamdulillah sudah mendominasi di tingkat eks-Karesidenan Pekalongan. Di tingkat Kabupaten Batang maupun Provinsi Jawa Tengah, untuk SD menduduki peringkat 9, SMP menduduki peringkat 17 dan SMA menduduki peringkat 14,” paparnya.

Menurutnya, hal itu merupakan peningkatan yang luar biasa, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang selalu berada di bawah 25. 

“Saat ini pelajar di Kabupaten Batang, sudah mulai tergugah semangatnya dan mulai berprestasi,” ungkapnya.

Wahyu menegaskan, olahraga sangat bermanfaat bagi pelajar, karena dapat menanggulangi hal-hal negatif.

“Dengan mengikuti olahraga, tubuh mereka sehat. Banyaknya prestasi di bidang olahraga, mereka selalu menjauhkan diri dari penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja,” tandasnya.

Selain itu, untuk menambah kemeriahan upacara pembukaan POPDA, ditampilkan pula parade para atlet, wasit dan pendamping. Dan yang tak kalah menariknya penampilan tari kolosal “Ini Indonesia” yang menceritakan tentang pemuda Indonesia yang dapat hidup rukun dan damai dalam bingkai kebhinnekaan. (MC Batang, Jateng/Heri)


Berita Lainnya

Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
10 Apr 2026 Jumadi 53
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 133
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 142
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 85
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 46
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 55