Sunny Candra Purnama (kiri) pengusaha asal desa Masin Kab Batang sedang menunjukkan produk hasil olahan kulit kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam kegiatan pameran produk Hari Koperasi Nasional di Provinsi Jambi Tahun 2016.
Salah satu program unggulan pemerintah kabupaten Batang untuk mengurangi pengangguran dan menarik generasi muda ikut berperan aktif membantu perputaran roda perekonomian di Batang adalah 1000 pengusaha muda. Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), siap dan mendukung sepenuhnya program kerja tersebut.
Untuk mewujudkannya Disperindagkop dan UMKM menyiapkan program pelatihan bagi calon pengusaha muda termasuk cara memasarkan produk kepada konsumen, Kantor Disperindagkop dan UMKM, Selasa (4/7).
Ditemui di meja tugasnya, Kabid Koperasi dan UMKM Budi Santoso mengatakan sangat mendukung program dari pemerintah kabupaten Batang yang ingin menciptakan 1000 pengusaha muda. Untuk merealisasikan program tersebut, pihaknya sudah mulai membina beberapa calon pengusaha muda dengan produk unggulan masing – masing desa.
“Kami sudah memulainya dengan memberi pelatihan dan inovasi produk kepada para calon pengusaha muda di Batang,” ujar Budi.
Menurutnya, program ini sangat bagus untuk mendukung pertumbuhan perekonomian di Batang. Tidak hanya teknik inovasi produksi, tetapi juga Disperindagkop dan UMKM juga membantu pemasaran (marketing) produk dengan cara mengikutsertakan para pengusaha di setiap event pameran yang diadakan baik tingkat provinsi maupun nasional.
Sementara itu Kasie Pengembangan Industri Tri Sapto membenarkan bahwa para pengusaha muda yang belum bisa memasarkan produknya, pemkab Batang melalui Disperindagkop dan UMKM membantu mempromosikan produk mereka melalui pameran produk unggulan daerah.
“Seperti contohnya pengusaha emping yang sudah mendunia, produknya diekspor sampai ke Mallaysia dan Abu Dhabi, yang awalnya kami ikutkan di setiap pameran produk yamg langsung bertemu dengan konsumen tingkat nasional,” kata Tri.
Dirinya menambahkan tahun kemarin kami mengikutkan pengusaha kulit dari desa Masin pada pameran produk unggulan di provinsi Jambi. Untuk tahun ini dalam rangka Hari Koperasi akan diadakan pameran produk unggulan di Semarang pada 7 Juli. Kabupaten Batang juga akan mempromosikan produk unggulan seperti madu, batik dan emping.
Dengan program One Village One Product nantinya diharapkan ada produk unggulan lain yang bisa dipromosikan ke tingkat provinsi dan nasional yang bisa menggerakkan sendi – sendi perekonomian Batang. (Heri/McBatang)
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.