Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Program Keluarga Harapan (PKH), Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Pekerja Sosial (PEKSOS), semua itu merupakan pekerja sosial yang mengurusi orang susah. ini merupakan tugas mulia dalam membantu Pemerintah Daerah mengentaskan dari musibah maupun kesusahan.
Hal tersebut di sampaikan Bupati Batan Wihaji yang bersama Wakil Bupati Batang Suyono saat menghadiri Halal Bi Halal Dinas Sosial dengan Mitra Dinas Sosial, Senin sore (4/7).
"TKS, PKH, TAGANA, PEKSOS ini merupakan bantuan luar biasa oleh para pekerja sosial, yang saya lihat di lapangan kiprahnya dalam memberikan pendampingan," kata Bupati.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Wihaji juga akan menambah tugas mitra Dinas Sosial tersebut, tugas tambahan tersebut yaitu untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat miskin untuk memperoleh santunan kematian kemiskinan, santunan ini merupakan program unggulannya yang segera dijalankan di tahun 2017.
"Santunan kematian bagi masyarakat miskin yang rencananya di tahun ini bisa dilaksnakan, kita berusaha di anggaran perubahan kita mulai memberikan santunan yang besarannya bisa mencapai Rp.1 juta, kita masih menuggu sistem agar proses pencairanya lebih mudah dan cepat," kata Wihaji.
Wihaji juga menyampaikan karena santunan kematian ini mengambil uang dari Pemerintah Daerah maka harus ada data masyarakat miskin yang valid yang akan dibuatkan regulasi Peraturan Bupati, hal ini agar pihaknya dalam melaksanakan program tersebut memiliki dasar dan tidak melanggar aturan.
"Untuk teman-teman Mitra Dinas Sosial untuk tetap semangat dalam menjalankan tugas sosialnya bersama kita Pemerintah Daerah mengentaskan kemiskinan yang masih ada 82 ribu dari jumlah penduduk 800ribu," kata Bupati.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang Sugiatmo mengatakan, "Mitra dinas sosial ada 4 komponen yang semuanya dari Kementerian Sosial yang antara lain TKSK jumlahnya ada 15 personil, PKH 85 personil, TAGANA 8 personil, Peksoso 1 orang, yang semuanya memiliki tugas pokok dan fungsi masing-masing.
"Untuk penyaluran bantuan Non Tunai PKH bagi 8.600 KPM di 4 Kecamatan, yaitu Kecamatan Batang, Kecamatan Bandar, Kecamatan Blado dan Kecamatan Reban. Rencana pembayaran dilaksanakan pada tanggal 10 juli 2017."
Di Bulan Juli kami juga merencanakan untuk Penyaluran Bantuan Sosial bagi kaum Diffabel yaitu bantuan ASDP (Asistensi Sosial kaum Difabel) besar bantuan Rp. 2juta/orang per tahun sebanyak 134 orang se Kabupaten Batang. Penyaluran Bantuan Asistensi Lanjut usia Terlantar ASLUT besar bantuan RP. 1.500.000 per orang per tahun sebanyak 150 orang se Kabupaten Batang.
"Dinas Sosial menyambut baik dan siap melaksanakan Program Pemberian santunan Kematian bagi warga Miskin Kabupaten Batang (one Day Service)," jelas Giatmo di hadapan Bupati dan Wakil Bupati Batang. (Edo/McBatang)
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.