Santri Milenial Tak Alergi Teknologi

Senin, 21 Oktober 2019 Jumadi Dibaca 1.058 kali Kegiatan Keagamaan
Santri Milenial Tak Alergi Teknologi
Batang - Sebagai seorang santri yang hidup di era digital tidak hanya belajar tentang ilmu agama saja. Mereka dituntut untuk tidak menutup diri dengan digitalisasi dalam dunia dakwah.

Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang, Taufik Rahman saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/10/2019).

“Hal-hal yang masih bagus di pesantren tetap dijaga. Misalnya ngaji menggunakan metode bandongan atau sorogan (cara belajar secara khusus), kalau dulu pakai kertas,  tapi sekarang memakai media digital,” terangnya.

Taufik menekankan, agar para santri tidak alergi terhadap segala sesuatu yang baru dan kekinian, sepanjang tidak bertentangan dengan syariat agama.

“Supaya kaum santri milenial ini, bisa menghadapi era revolusi industri 4.0. Hal lain yang sudah ada dalam pesantren yaitu pelatihan jiwa kewirausahaan, insya Allah keluarga tidak akan merasa rugi, memasukkan anaknya ke pondok,” tuturnya.

Taufik mengharapkan, di masa modern, pondok pesantren harus berorientasi pendidikan yang santrinya mendapatkan ijazah sekaligus diakui negara.

“Misalnya pendidikan mu’adalah yaitu pondok yang disetarakan dengan SMA/MA yang wajib sekolah enam tahun. Ada pula Pendidikan Diniyah Formal (PDF) yang ijazahnya diakui negara” jelasnya.

Para santri yang mengikuti pendidikan mu’adalah maupun PDF, nantinya dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Bahkan bagi mereka yang ingin mengabdikan diri kepada negara, semakin memudahkan langkahnya, karena ijazahnya telah mendapat pengakuan dari negara.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang, Achmad Taufiq menyampaikan, bahwa pesantren di zaman milenial pun telah dapat menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.

“Sekarang ini di pesantren pun sudah menggunakan kitab berbasis teknologi informasi. Santri-santri zaman milenial tidak hanya membuka kitab-kitab terdahulu saja, tapi  mampu menggunakan teknologi canggih, karena meskipun alatnya berukuran kecil namun berisi puluhan kitab dari para ulama,” paparnya.

Di Kabupaten Batang, lanjutnya, juga sudah ada pondok pesantren yang menggunakan teknologi digital. 

“Bagi pesantren-pesantren yang kyai-nya milenial dan santrinya pun milenial, mereka sudah menggunakan metode mengkaji kitab berbasis digital,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, menjelang peringatan Hari Santri Nasional, Achmad Taufiq yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, mengapresiasi kepada Bupati Batang Wihaji, yang telah menginisiasi pelaksanaan upacara Hari Santri secara serentak se-Kabupaten Batang, baik di satuan pendidikan maupun lingkungan pemerintahan, pada 22 Oktober mendatang.

“Dengan peringatan Hari Santri Nasional ini, dapat meningkatkan iman dan taqwa para peserta didik maupun santriwan/satriwati,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri)


Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 58
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 96
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 150
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 75
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 126
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 132