Wakil Bupati Suyono saat memberikan arahan kepada forsimba
Forum Silaturahmi Mahasiswa Batang Yogyakarta (Forsimba) melaksanakan kegiatan Serawung Ramadhan dengan tema Mencipatakan Keharmonisan di Bulan Ramadhan dan Memperkenalkan Budaya Lokal Batang.Kegiatan ini berlangsung di desa Sojomerto Reban, Rabu (21/6).
"Mari kita lakukan hal-hal yang positif dan saya yakni saudara sebagai pemuda lagi besar-besarnya mempunyai mimpi setinggi-tingginya, bagaimana berwirausaha, menginovasi diri dan melakukan kreatifitas dalam membentuk keilmuan untuk dilanjutkan pada berwirausaha kedepan," ujar suyono saat memberikan arahan pada kegiatan Serawung Ramadhan.
"Saya minta Forsimba ini lebih aktif lagi dalam membina kerukunan, kebersamaan menuju kebaikan bagi adik-adik kita yang masih kecil".
Saya mohon Forsimba ini tidak cukup hanya melakukan komunikasi organisasi tapi melakukan komunikasi usaha, kita sudah banyak pelaku usaha seperti misal ada dari majelis taklim di desa subah ini juga melakukan usaha. Yakni cukup dengan membuat dan menjual sandal yang kreatif misal ada tulisan cinta batang, dan itu bisa menjadikan perubahan perekonomian dilingkungan masyarakat itu sendiri," ujar Wakil Bupati.
"Karena dengan berbagai inovasi untuk berwirausaha dan silahkan dari Forsimba lakukan hal yang inovasi dan kreatif untuk berwirausaha dan kami dari pemkab siap memfasilitasi. Sekarang ini tidak usah berpikir yang besar dulu, saudara bisa melakukan misalnya usaha kedai kopi kecil-kecilan dengan komunitas saudara sendiri," kata Suyono.
"Oleh karena itu bagi adik-adik Forsimba ini jangan pernah jadi orang yang dipuja tapi jadilah orang yang dinilai, kalau dipuja nanti saudara menjadi orang yang membanggakan diri tapi jadilah orang yang dinilai orang lain," tandas Suyono.
"Jadilah orang yang bermanfaat untuk orang lain dan untuk bangsa jadi silahkan budaya lokal saudara kuatkan dan tidak cukup dengan budaya lokal tapi lakukan hal lain yang lebih bermanfaat lagi, ada kreatifitas ada inovasi apapun yang saudara kretifitaskan dan inovasikan."
"Mari kita kembangkan ada budaya lokal, wirausaha lokal yang banyak potensi dikabupaten batang perlu saudara kembangkan ada wisata, dan lainya yang bisa menjadikan potensi bisnis," ujar Suyono.
Sigit Prasetyo selaku ketua panitia mengatakan kegiatan Forum Silaturahmi Mahasiswa Batang Yogyakarta (Forsimba) ini bertujuan memberdayakan budaya lokal seperti kesenian lokal misal seni kuda lumping, seni tari gambyong dan juga memperkenalkan bahwa di wilayah batang khususnya desa sojomerto juga terdapat situs budaya dan sebagainya yang harapannya kesenian maupun situs tersebut dikenal oleh masyarakat batang dan Indonesia.
Kegiatan tersebut dihadiri wakil Bupati Batang Suyono yang didampingi Kabag Humas batang dan perwakilan dari dinas pariwisata, kepala desa Sojomerto dan Forsimba sebanyak 50 orang serta dari kelompok kesenian Sojomerto Reban. (Iwan/McBatang)
Batang - SMA Negeri 1 Bandar bersama Puskesmas Bandar 1 menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini diikuti oleh siswa dan para guru, dengan tujuan memastikan kondisi kesehatan dan mengidentifikasi penyakit tidak menular.
Semarang - Pada acara Penyerahan Penghargaan Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) dan Indeks Kepatuhan Daerah Terbaik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Batang meraih penghargaan Pemerintah Kabupaten Pembina Terbaik Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi Produk Hukum Pemerintah Desa.
Batang - Keluarga Muhammad Raeza Afkarian (3), bocah asal Desa Kemesu, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, akhirnya meluruskan simpang siur informasi yang viral di media sosial terkait dugaan penanganan korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Batang - Roda keberuntungan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Batang resmi berputar per 1 Oktober 2026. Dari total 2.824 pegawai yang diangkat pada 2025 lalu, kini tersisa 2.752 orang yang masuk dalam usulan perpanjangan kontrak. Sebanyak 72 posisi resmi tereliminasi dari daftar. Penyusutan jumlah ini bukan semata-mata karena sanksi atau hasil evaluasi kinerja yang buruk.
Batang - Atlet bulu tangkis di eks-Karesidenan Pekalongan kembali mendapat panggung untuk unjuk kebolehan dengan berkompetisi di ajang Kejuaraan DPRD Cup 2026, yang diinisiasi oleh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Batang. Potensi atlet terus dioptimalkan oleh PBSI Batang dengan memberikan ruang bagi pebulu tangkis pra dini hingga remaja, mengingat kesempatan yang masih terbuka lebar nantinya untuk mengikuti ajang di tingkat provinsi maupun nasional.