Misbakhul Huda (kiri) memberikan sandal "Aku Cinta Batang" buatan warga desa Banaran kepada Bupati Batang Wihaji sebagai kenang -kenangan.
Supriyono Kepala Desa menyampaikan terima kasih atas kedatangan Bapak Bupati dan rombongan, karena selama ini belum ada kepala daerah yang berkunjung langsung ke desa Banaran. “Mayoritas penduduk desa Banaran sudah bekerja sebagai karyawan pabrik, alhamdulillah untuk tingkat pengangguran minim,” ujarnya.
Supriyono mengharapkan agar proses perijinan investeor dipermudah sehingga dampaknya semakin dapat mengurangi pengangguran. Demikian pula dengan Himawan Camat Banyuputih, sangat mendukung tentang kenudahan berinvestor di Banyuputih. “Potensi yang saat ini kami ingin bangun dan kembangkan adalah desa Kedawung yang rencannanya akan dibangun destinasi wisata,” katanya.
“Namun yang masih menjadi kendala adalah masalah ketersediaan lahan, untuk itu kami sedang berdiskusi bersama Pemkab Batang untuk mencari lahan yang tepat,” jelas Himawan.
Himawan mengharapkan kepada seluruh warga Banyuputih untuk bekerjasama, bergotong royong, mendukung semua kebijakan yang diambil dan guyub rukun membangun Batang.
“Saya selalu menekankan supaya seorang pemimpin memiliki sifat amanah, apabila program kerja sudah baik tetapi pemimpinnya tidak amanah itu sangat percuma,” kata Bupati Wihaji saat menyampaikan sambutannya dalam tarawih ukhuwah putaran paripurna (ke 17) di Dukuh Banaran, Desa Banaran, Kecamatan Banyuputih, Selasa (20/6).
“Saya meyakini perekonomian di Banyuputih sangat baik, terbukti banyak warganya yang bekerja di bidang industri,” terang Wihaji. Wihaji menambahkan sudah tugas Pemkab untuk membantu warganya, tetapi harus memiliki sifat sabar. “Kami akan membangun destinasi wisata di Kabupaten Batang,termasuk dan selain itu juga berkeinginan untuk membangun Islamic Center di Banyuputih,” jelasnya.
Industri lain yang berkembang di desa Banaran adalah industri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berkembang pesat. Salah satunya program dari para Penyuluh Agama yang membentuk Majelis Taklim Wirausaha (Matawa).
Misbakhul Huda seorang Penyuluh Agama membentuk Matawa (Majelis Taklim Wirausaha) menggerakkan warga desa Banaran untuk berwirausaha dengan memproduksi sandal “Aku Cinta Batang”.
Sangat tepat dengan visi misi Bupati Wihaji dan Wakil Bupati Suyono yang ingin membangkitkan potensi Batang dan agar warga masyarakat mempunyai semangat berwirausaha. “Sebuah contoh kongkrit yang patut ditiru agar warga di desa-desa memiliki jiwa wirausaha dan kreatif,” tambahnya. (Heri/McBatang)
Batang - Berdirinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang membawa angin segar bagi penataan wilayah di sekitarnya. Kecamatan Gringsing kini mulai bersiap menata diri, bersolek menuju kawasan perkotaan modern yang akan menjadi pusat keramaian baru di timur Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan anggaran sekitar Rp52 miliar untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan melalui perubahan APBD 2026. Anggaran tersebut dialokasikan untuk sejumlah paket pekerjaan jalan yang menjadi prioritas dan dinilai menjawab kebutuhan masyarakat.
Batang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang bergerak cepat menangani warga yang mengalami keluhan mengarah pada keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam kegiatan Posyandu di Desa Rowobelang, Kecamatan Batang. Sejumlah pasien mulai berdatangan ke RSUD Batang sejak Senin (2192026) malam hingga Selasa (2292026) dini hari.
Batang - Kerawanan kecelakaan akibat truk yang nekat parkir sembarangan di Bundaran Jatisari, Kecamatan Subah, terus diantisipasi. Guna mengurai bahaya yang mengintai para pengguna jalan, Camat Subah M. Yasin, turun tangan langsung memberikan edukasi dan imbauan secara humanis kepada para awak truk yang kedapatan berhenti di area terlarang tersebut.
Batang - Jemaah calon haji kini makin dimudahkan dalam mempersiapkan paspor untuk keberangkatan ke Tanah Suci, karena Kantor Kemenhaj Batang telah mendekatkan layana, melalui Izzi paspor. Layanan tersebut diberikan secara jemput bola, sehingga sangat efektif karena jemaah tidak perlu datang langsung ke Kantor Imigrasi dan Kemasyarakatan Kelas 1 Pemalang.
Batang - Menghadapi efektivitas kinerja para Aparatur Sipil Negara (ASN), Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Batang menjawab tantangan itu dengan diluncurkannya aplikasi Koneksi atau Knowledge and Office Collaboration System. Aplikasi Koneksi merupakan inovasi agar layanan kepegawaian maupun berbagai data, diperoleh secara lebih cepat karena seluruhnya terkoneksi melalui sistem.