Pemain Persibat (berkaos hitam hijau) saat meladeni tim tamu Persinga (berkaos putih merah)
Laga pertandingan uji coba Persibat Batang melawan Persinga Ngawi dalam tajuk Ngabuburit Match berakhir dengan skor imbang 1-1 dihadapan sekitar seribuan penonton yang memadati Stadion Moh. Sarengat Batang, Selasa sore (20/6).
Tim dari Persibat Arif Budiono dan timnya bermain dengan tampil menyerang. Pada menit ke 9, kerja sama antara Solikhin dan Allama hampir dapat membobol gawang lawan tapi masih melenceng disamping gawang. Walau dalam suasana puasa pemain tetap tampil prima seperti pertandingan biasanya.
Penampilan kedua tim cukup baik, jual beli serangan diperlihatkan oleh kedua tim pada awal babak pertama dan puncaknya pada menit 14’ ketika Arif Alama dilanggar oleh salah satu pemain Persinga didekat kotak pinalti yang menghasilkan tendangan bebas untuk Persibat. Wahyu Kopriyana yang mengambil tendangan bebas tak mau ketinggalan kesempatan tersebut tendangan keras akhirnya dapat membobol gawang Laskar Alas ketonggo yang merubah kedudukan menjadi 1-0 untuk keunggulan tim tuan rumah.
Berkali-kali anak asuhan Daniel Roekito melakukan penyerangan tapi bola masih dapat diamankan oleh Prilian Syaifour sampai peluit babak pertama berakhir skor masih 1-0 untuk keunggulan Laskar Alas Roban.
Pada babak kedua Persibat melakukan beberapa pergantian pemain diataranya Sendri Johansyah yang digantikan Eko Harno dan Arif Budiono yang digantikan oleh Tugi Hadi.
Permainan kedua tim cukup berjalan dengan keras Ivan Wahyudi yang dilanggar oleh salah satu pemain Persinga yang pada akhirnya harus kedua pemain mendapatkan kartu kuning setelah tejadi perselisihan oleh keduanya. Pada babak kedua, tim Persinga Ngawi bermain sangat ngotot beberapa peluang hampir membobol gawang Eko Harno.
Puncaknya pada menit ke 70 karena kesalahan lini belakang Persibat pemain no 23 Persinga Ferdiansyah dapat memanfaatkan kesalahan tersebut yang akhirnya dapat membobol gawang Persibat yang akhirnya merubah skor menjadi imbang 1-1.
Banyak peluang yang didapatkan Persibat apalagi masuknya Isak Djober yang pada pertandingan tersebut cukup menjadi perhatian penonton dengan skillnya tapi sampai peluit akhir pertandingan skor masih tetap 1-1.
Menurut Daniel Roekito, pada pertandingan tersebut belum bisa sebagai acuhan untuk kesiapan tim nya.“Pada pertandingan ini tidak bisa sebagai acuan kesiapan tim kita kan capaian saja masih sekitar 20% bagaimana bisa dijadikan acuan. Nanti kita lihat aja tetap fokus kami di tanggal 8 nanti saat kompetisi bergulir,” tandas Daniel.
Setelah uji coba ini pemain Persibat akan diliburkan sampai tanggal 29 Juni nanti untuk kesiapan kompetisi yang akan dimulai pada tanggal 8 Juli nanti. (Media Persibat/McBatang)
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.