Bupati Batang Wihaji saat berdialog dengan warga Banyuputih
Setelah melaksanakan Sholat Tarawih Ukuwah di Masjid Baitussalam Desa Kecamatan Banyuputih, Kamis (15/6), Bupati Batang Wihaji menyempatkan dialog dengan Jamaah Sholat Tarwih. Dalam tarawih kali ini turut hadir juga Wakil Bupati Suyono dan Sekretaris Daerah Nasikhin.
Ketua Ansor Kecamatan Banyuputih Khoirin yang memanfaatkan dialog tersebut mengajukan pertanyaan mengenai penyelenggara pendidikan khususnya di bawah Kementrian Agama yaitu MI (Madasrah Ibtida'iyah) dan MTs (Madasrah Tsanawiyah) sudah 2 Tahun tidak mendapatkan bantuan dana BOS Daerah. Dia jua menanyakan tunjangan kesejahteraan Guru Wiyata Bakti (WB) lingkungan MI, MTs, dan MA (Madrasah Aliyah) tidak mendapatkan tunjangan seperti guru WB yang telah terdaftar di Dinas Pendidikan.
Bupati Batang Wihaji saat menjawab pertanyaan tersebut mengatakan, "Untuk memanajemen anggaran di Kementerian Agama saya tidak bisa mengatur, itu merupakan kewenangan Departemen Agama. Dengan demikian kita tidak mengusulkan dana BOS di lingkungan Kementrian Agama itu keluar".
"Saya sebenarnya menginginkan semua guru WB baik yang terdapat di dinas (Pendidikan dan Kebudayaan) atau di Kemenag mendapatkan tunjangan, tetapi karena keterbatasan anggaran sehingga untuk saat ini hanya guru WB yang dari dinas yang dapat tunjangan," tutur Wihaji.
Ia juga menyampaikan lebih lanjut, dalam rangka tertib pengelolaan keuangan daerah Pemerintah tidak dapat mengeluarkan uang atau dana hibah dengan cuma-cuma karena semua bantuan keuangan harus ada pertangungjawaban, kelembagaannya harus jelas dan berbadan hukum.
"Dengan sistem E-Planning semua bantuan keuangan dan program pembangunan harus melalui perencanaan dan jika bantuanya keuangan tidak dikelola dengan baik, tepat pada sasaran, tepat waktu, tepat mutu kita melanggar hukum," jelas Wihaji.
Pada kesempatan yang sama Tokoh Masyarakat Desa Banyuputih Hartono ikut menanyakan masalah kesehatan orang miskin yang tidak bisa menggunakan kartu BPJS atau Kartu KIS saat berobat di Rumah Sakit Limpung, "Kenapa kartu BPJS ataupun kartu KIS tidak bisa digunakan di RSUD Limpung, karena yang lalu ada yg di tolak," tanya Hartono yang sering mendapat keluhan masyrakat.
Wihaji menjelaskan mengenai RSUD Limpung belum bisa melayani pengguna kartu BPJS/KIS dikarenakan RSUD Limpung belum menyelesaikan administrasi perijinan, sehingga BPJS/KIS belum bisa masuk ke RSUD Limpung. "Kemarin masih dalam proses perijinan dari Semarang dan sekarang perijinan di RSUD Limpung sudah selesai yang dalam waktu dekat BPJS akan masuk di RSUD Limpung sehingga BPJS maupun KIS bisa digunakan," tegas Bupati menjawab pertanyaan warga. (Edo/McBatang)
Batang - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) secara aktif memanfaatkan momentum Car Free Day (CFD) untuk menggelar layanan jemput bola dan sosialisasi sertifikasi halal Manfaatkan Momentum CFD.
Batang - Batang Art Festival (BAF) yang telah menjadi even spektakuler Dewan Kesenian Daerah (DKD) tiap dua tahunan, menarik perhatian ribuan pasang mata. Tampilan estetik bertema "Babad Alas Roban", menjadi media bagi seniman menggambarkan semangat pemimpin bersama warganya membersihkan anasir dalam proses pembangunan.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menerbitkan surat edaran kepada seluruh kepala sekolah jenjang SD dan SMP sebagai pedoman pelaksanaan program seragam gratis bagi peserta didik baru Tahun Ajaran 20262027.
Batang - Kabupaten Batang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Jumpa Apresiasi Warga Pendidikan Kesetaraan Jawa Tengah (Jawara Jateng) 2026 yang digelar di Kawasan Agro Wisata Pagilaran, Kabupaten Batang, Sabtu (2762026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari hingga Minggu ini menjadi ajang memperkuat karakter, literasi, kreativitas, dan jiwa kepemimpinan warga pendidikan kesetaraan dari seluruh Jawa Tengah.
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan resmi membuka Batang Art Festival (BAF) 2026 yang mengusung tema "Babat Alas Roban" di Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (2762026) malam.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memberikan apresiasi kepada ratusan anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Apresiasi tersebut diwujudkan melalui penyerahan tali asih kepada anggota KORPRI yang memasuki masa purna tugas.