Bupati Batang Wihaji Kukuhan Kelompok Kerja Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan
“Saat masa transisi dari orde baru ke masa reformasi banyak orang melupakan program keluarga berencana, sehingga program KB mengalami kemunduran yang berakibat pada lonjakan penduduk pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi," kata Bupati Batang Wihaji saat membuka kegiatan Orientasi Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBKB) Senin, 12/6.
Di zaman Orde Baru Presiden Suharto sangat konsentrasi dengan program KB yang sudah bisa di bilang sukses daam pengendalian lonjakan penduduk, walaupun sekarang masih ada istilah bunus demografi yang kalau tidak di atur sangat sangat berbahaya.
"Jikalau tidak diatur angka produktif usia 15 tahun sampai dengan 64 tahun atau 70 % penduduk Indonesia kalau menjadi pengagguran semua akan menjadi repot,” kata Bupati.
Bupati Wihaji juga mengatakan di hadapan Tokoh Agama yang ikut dalam Orientasi tersebut yang mengungkapkan, kegiatan Orientasi KKBKB menjadi orientasi baru untuk mengembangkan lagi, mengingatkan dan menyadarkan tentang kesadaran tentang pentingnya keluarga berencana atau KB.
“Tentunya semangatnya tidak membatatasi jumlah anak tapi lebih itu adalah perencanaan keluarga, yang butuh manajemen keluarga yang kedepan keluarga Bangsa Indonesia bisa sejahtera, pendidikan dan kesehatan bisa terlayani dengan baik bagi setiap penduduk,” jelas Wihaji.
Bupati juga meminta data yang kongkrit di setiap wilayah kecamatan di Kabupaten Batang tentang kesadaran masyarakat dalam ber KB, serta data usia perkawinan yang terlalu muda serta data penggunaan alat kontra sepsi.
“Data ini sangat penting bagi kami untuk mengetahui diagnosa atau sebabnya, sehingga kami akan fokus dalam mencari cara untuk dapat mendarakan masyrakat arti pentingnya perencanaan dalam berkeluarga,” pinta Bupati.
Ia juga berharap untuk mengatasi persoalaan KB sebagai masa depan keluarga kita untuk Kabupaten Batang, pemerintah bersama masyarakat dari tokoh masyrakat, tokoh agama harus guyub rukun menciptakan bagamina anak cucu kita nanti bisa sejahtera perencanaan keluarga, sehingga tercukupi sandang pangan papan dan pendidikanya.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah Wagino yang mengatakan, persoalan di Jawa Tengah pada laju pertumbuhan penduduk saat ini 0,37%, tetapi yang menjadi persoalan di zaman reformasi rata – rata kecenderungan pasangan usia subur pingin nambah anak, kalau zaman orde Barau Presiden Suharto mampu menurunkan pertumbuhan penduduk 5,8 menjadi 3.
“Kalau jawa tengah laju pertumbuhan penduduk tidak bisa di kendalikan akan menjadi bencana karena Jawa Tengah akan mempengaruhi secara nasional,” kata Wagino.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana, Murdiono mengatakan, dari hasil sensus tahun 2010 lqaju pertumbuhan penduduk mengalai peningkatan bila di bandingan dengan hasil sensus sebelumnya 1,45% menjadi 1,49%, hal ini menjadi sinyal kecenderungan ledakan penduduk ada di depan mata.
“Untuk itu kita harus membangkitkan kembali program KB dengan mengajak semua stakeholder, tokoh masyarakat, tokoh agama dar semua agama untuk bersama membangkitkanya seperti yang pernah di lakukan sebelumnya merupakan sebuah keharusan,” jelas Murdiono.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Batang Wihaji mengukuhkan Kelompok Kerja Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan Kabupaten Batang masa bhakti Tahun 2017- 2020. (Edo/McBatang)
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.