Bupati Wihaji (3 dari kiri) saat saresehan launching Sistem Informasi Ketersediaan Tempat Tidur Instalasi Rawat Inap di RSUD Batang
Untuk memberikan pelayanan kesehatan yang transparan dalam ketersediaan tempat tidur bagi pasien rawat inap, Rumah Sakit Umum Dearah Kabupaten Batang launching Sistem Informasi Ketersediaan Tempat Tidur Instalasi Rawat Inap, Kamis sore (8/6).
Bupati Batang Wihaji saat melaunching sistem tersebut menyampaikan bahwa ini adalah itikad baik rumah sakit dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat dalam hal ketersediaan tempat tidur rawat inap bagi pasien. "Ini langkah awal rumah sakit dalam mencoba memperbaiki diri dalam memberikan sistem pelayanan informasi," kata Wihaji.
Wihaji juga mengatakan sistem ini merupakan langkah awal dalam penerjemahan visi dan misi pemerintahannya yang fokus pada tiga bidang yaitu ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Kesehatan menjadi kewajiban bagi pemerintahannya untuk selalu berbenah memperbaiki sistem, sehingga dengan sistem ini kedepan menjadi contoh sistem pelayanan yang baik.
"Sistem ini salah satu media transparan karena rakyat bisa melihat ketersediaan tempat tidur rawat inap yang kosong atau penuh tanpa harus macam-macam," jelas Wihaji.
Menurutnya lebih penting masyarakat merasa nyaman dan terlayani dengan baik, karena sebagai rumah sakit daerah harus mengutamakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dia mengharapkan RSUD Batang dapat belajar ke rumah sakit yang dapat dijadikan contoh, namun tidak harus meniru tapi kembangkan ide kreatif dan inovatif dalam memberikan pelayanan.
"RSUD harus terus belajar dalam memberikan pelayanan kesehatan dari hal-hal yang belum baik menjadi baik, dan yang sudah baik tetap dipertahankan," pintanya.
Selain meningkatkan pelayanan yang maksimal, Wihaji juga mengingatkan untuk memikirkan kesejahteraan pegawai. "Sebagai pelayan masyarakat kita dituntut memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna dan terbaik yang murah, cepat, sehat, tentunya akan kita pikirkan juga internal rumah sakit dalam kesejahteraannya namun juga harus dimbangi layanan yang maksimal."
Wihaji juga meminta agar kedepan ada sistem pendaftaran secara online, sistem informasi ketersediaan obat dengan nilai harganya dan obat apa saja yang disediakan dari rumah sakit.
Direktur Rumah Sakit Daerah Kalisari Batang dr. Junedi mengatakan ketersediaan tempat tidur rawat inap sering menjadi suatu permasalahan, sehingga dengan sistem ini menjadi langkah awal rumah sakit untuk menjadi lebih baik sesuai dengan visi misi kami menjadikan rumah sakit sebagai pusat rujukan masyarakat Batang.
"Setelah sistem ini kita akan berjalan lagi dengan peningkatan sistem pendaftaran online, sehingga dari rumah pasien bisa mendaftar pelayanan hingga satu bulan," jelasnya.
Junedi juga menyampaikan apa yang dilakukan pihak rumah sakit dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan yang prima dan yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Batang. Rumah sakit juga siap melaksanakan program visi dan misi Bupati dalam memberikan pelayanan kesehatan untuk lima tahun kedepan. (Edo/McBatang)
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.