Pandawa Street Food untuk Pemerataan Perekonomian di Batang

Jumat, 02 Agustus 2019 Jumadi Dibaca 1.108 kali Ekonomi
Pandawa Street Food untuk Pemerataan Perekonomian di Batang

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang akan merealisasikan janjinya untuk memindahkan ratusan pedagang yang selama empat tahun membuka lapak dagangannya di sekitar Jalan Diponegoro, A. Yani dan Veteran ke Jalan Ahmad Dahlan dengan nama Pandawa Street Food.

“Tujuan utamanya untuk memecah keramaian dan pemerataan perekonomian, yang semula terpusat di tiga jalan itu. Maka Pemkab Batang melakukan penyebaran pedagang di beberapa titik, termasuk di Jalan Ahmad Dahlan,” ungkap Bupati Batang Wihaji usai menyerahkan gerobak kepada pedagang di halaman Kantor Bupati Kabupaten Batang, Jumat (2/8/2019).

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan, dibuatnya Pandawa Street Food ini, merupakan sebagai langkah awal untuk menginspirasi munculnya titik-titik perekonomian baru di Kota Batang, namun regulasinya tetap berada di bawah Pemkab Batang. 

“Secara resmi pemindahan pedagang dari sekitar Alun-alun ke Pandawa Street Food akan dilakukan pada 9 Agustus mendatang, bersamaan dengan uji coba jalur satu arah. Beberapa jalan yang akan diberlakukan jalur satu arah antara lain: Jalan Ahmad Dahlan, A. Yani, Brigjen. Katamso dan Dr. Sutomo,” terangnya.

Bupati memastikan, para pedagang mendapat bantuan berupa gerobak dan sarana prasarana pendukung, seperti air, lampu penerangan jalan dan listrik. 

“Bagi pedagang yang telah lama menggelar dagangannya di Jalan Ahmad Dahlan, tidak perlu khawatir, karena akan tetap diberikan ruang supaya dapat mempertahakan konsumen lama sekaligus mendapatkan pelanggan baru,” tegasnya.

Pandawa Street Food akan semakin ramai karena nantinya setiap pekannya ditampilkan event-event musik dan kesenian, sehingga semua kalangan masyarakat dapat ikut merasakan manfaat atas keberadaan pusat kuliner dan hiburan masyarakat. 

Untuk mengawalinya, seluruh Aparatur Sipil Negara dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah diminta untuk mencicipi kuliner di sepanjang Jalan Ahmad Dahlan, dengan harapan masyarakat pun ikut meramaikan Pandawa Street Food menjadi destinasi baru wisata kuliner Kota Batang.

Kepala Disperidagkop dan UKM, Subiyanto menerangkan, 143 gerobak dberikan kepada para pedagang yang akan segera menempati Pandawa Street Food, yang berasal dari Kementerian Perdagangan 100 buah dan APBD 43 buah. 

“Untuk pembagiannya sebanyak 30 buah diberikan kepada Organisasi Kemasyarakatan Muslimat NU, dan 112 diberikan kepada pedagang,” tuturnya.

Ia menuturkan, fasilitas penunjang lain yang diberikan yakni tempat sampah, lampu taman di 15 titik, air dari PDAM di empat titik dan stop kontak untuk menerangi dagangan mereka di malam hari.

“Pandawa Street Food akan dibagi menjadi dua bagian, yaitu arah timur khusus kuliner dan arah barat khusus permainan anak,” tuturnya.

Dibangunnya Pandawa Street Food berdampak besar untuk memecah pertumbuhan perekonomian di Kota Batang. Meskipun pusat perekonomian berada di tengah kota, tetapi harus dilakukan penataan, agar jalan dan lingkungan sekitarnya tertata dengan rapi. 

“Para pedagang tidak perlu merasa takut akan kehilangan pelanggan, karena lambat laun pasti ramai dengan sendirinya, walaupun memang membutuhkan waktu, bahkan mungkin akan mendatangkan konsumen baru,” ungkapnya.

Subiyanto menyarankan, jikalau suasana Pandawa Street Food sudah ramai, dan dimungkinkan akan bertambahnya pedagang baru, maka jenis makanan yang dijual harus berbeda dari yang sudah ada, agar konsemen memiliki banyak varian kuliner.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Ahmad Dahlan, Mustofa menanggapi pemindahan pedagang ke Pandawa Street Food, harus menggelar dagangan di tempat baru. 

“Ada 120 pedagang yang siap pindah ke Pandawa Street Food, karena semua persyaratan yang diajukan telah dipenuhi Pemkab, yaitu sarana prasarana pendukung, bagi pedagang,” ungkap Mustofa yang juga telah empat tahun berdagang mie gobyos di samping Rumah Dinas Bupati.

Menurutnya, selama menggelar dagangan di sana, sangat menguntungkan karena konsumen berdatangan dari segala pnjuru. Hal itu disebabkan jalan A. Yani merupakan pusat perekonomian Kota Batang.

“Selama kurun waktu tiga bulan ke depan, anggota Paguyuban Pedagang Ahmad Dahlan belum bersedia jika ada penambahan pedagang baru, karena masa itu masih tergolong penyesuaian untuk mengetahui perkembangan pertumbuhan perekonomian,” tegasnya.

Ia mengharapkan , setelah dilakukan pemindahan kondisi jalan di seputar Alun-alun benar-benar bersih dari aktivitas perekonomian.

“Jangan sampai muncul pedagang-pedagang baru setelah kami pindah ke Pandawa Street Food,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri)


Berita Lainnya

Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
10 Apr 2026 Jumadi 144
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 156
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 165
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 110
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 77
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 94