Pandawa Street Food untuk Pemerataan Perekonomian di Batang

Jumat, 02 Agustus 2019 Jumadi Dibaca 1.117 kali Ekonomi
Pandawa Street Food untuk Pemerataan Perekonomian di Batang

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang akan merealisasikan janjinya untuk memindahkan ratusan pedagang yang selama empat tahun membuka lapak dagangannya di sekitar Jalan Diponegoro, A. Yani dan Veteran ke Jalan Ahmad Dahlan dengan nama Pandawa Street Food.

“Tujuan utamanya untuk memecah keramaian dan pemerataan perekonomian, yang semula terpusat di tiga jalan itu. Maka Pemkab Batang melakukan penyebaran pedagang di beberapa titik, termasuk di Jalan Ahmad Dahlan,” ungkap Bupati Batang Wihaji usai menyerahkan gerobak kepada pedagang di halaman Kantor Bupati Kabupaten Batang, Jumat (2/8/2019).

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan, dibuatnya Pandawa Street Food ini, merupakan sebagai langkah awal untuk menginspirasi munculnya titik-titik perekonomian baru di Kota Batang, namun regulasinya tetap berada di bawah Pemkab Batang. 

“Secara resmi pemindahan pedagang dari sekitar Alun-alun ke Pandawa Street Food akan dilakukan pada 9 Agustus mendatang, bersamaan dengan uji coba jalur satu arah. Beberapa jalan yang akan diberlakukan jalur satu arah antara lain: Jalan Ahmad Dahlan, A. Yani, Brigjen. Katamso dan Dr. Sutomo,” terangnya.

Bupati memastikan, para pedagang mendapat bantuan berupa gerobak dan sarana prasarana pendukung, seperti air, lampu penerangan jalan dan listrik. 

“Bagi pedagang yang telah lama menggelar dagangannya di Jalan Ahmad Dahlan, tidak perlu khawatir, karena akan tetap diberikan ruang supaya dapat mempertahakan konsumen lama sekaligus mendapatkan pelanggan baru,” tegasnya.

Pandawa Street Food akan semakin ramai karena nantinya setiap pekannya ditampilkan event-event musik dan kesenian, sehingga semua kalangan masyarakat dapat ikut merasakan manfaat atas keberadaan pusat kuliner dan hiburan masyarakat. 

Untuk mengawalinya, seluruh Aparatur Sipil Negara dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah diminta untuk mencicipi kuliner di sepanjang Jalan Ahmad Dahlan, dengan harapan masyarakat pun ikut meramaikan Pandawa Street Food menjadi destinasi baru wisata kuliner Kota Batang.

Kepala Disperidagkop dan UKM, Subiyanto menerangkan, 143 gerobak dberikan kepada para pedagang yang akan segera menempati Pandawa Street Food, yang berasal dari Kementerian Perdagangan 100 buah dan APBD 43 buah. 

“Untuk pembagiannya sebanyak 30 buah diberikan kepada Organisasi Kemasyarakatan Muslimat NU, dan 112 diberikan kepada pedagang,” tuturnya.

Ia menuturkan, fasilitas penunjang lain yang diberikan yakni tempat sampah, lampu taman di 15 titik, air dari PDAM di empat titik dan stop kontak untuk menerangi dagangan mereka di malam hari.

“Pandawa Street Food akan dibagi menjadi dua bagian, yaitu arah timur khusus kuliner dan arah barat khusus permainan anak,” tuturnya.

Dibangunnya Pandawa Street Food berdampak besar untuk memecah pertumbuhan perekonomian di Kota Batang. Meskipun pusat perekonomian berada di tengah kota, tetapi harus dilakukan penataan, agar jalan dan lingkungan sekitarnya tertata dengan rapi. 

“Para pedagang tidak perlu merasa takut akan kehilangan pelanggan, karena lambat laun pasti ramai dengan sendirinya, walaupun memang membutuhkan waktu, bahkan mungkin akan mendatangkan konsumen baru,” ungkapnya.

Subiyanto menyarankan, jikalau suasana Pandawa Street Food sudah ramai, dan dimungkinkan akan bertambahnya pedagang baru, maka jenis makanan yang dijual harus berbeda dari yang sudah ada, agar konsemen memiliki banyak varian kuliner.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Ahmad Dahlan, Mustofa menanggapi pemindahan pedagang ke Pandawa Street Food, harus menggelar dagangan di tempat baru. 

“Ada 120 pedagang yang siap pindah ke Pandawa Street Food, karena semua persyaratan yang diajukan telah dipenuhi Pemkab, yaitu sarana prasarana pendukung, bagi pedagang,” ungkap Mustofa yang juga telah empat tahun berdagang mie gobyos di samping Rumah Dinas Bupati.

Menurutnya, selama menggelar dagangan di sana, sangat menguntungkan karena konsumen berdatangan dari segala pnjuru. Hal itu disebabkan jalan A. Yani merupakan pusat perekonomian Kota Batang.

“Selama kurun waktu tiga bulan ke depan, anggota Paguyuban Pedagang Ahmad Dahlan belum bersedia jika ada penambahan pedagang baru, karena masa itu masih tergolong penyesuaian untuk mengetahui perkembangan pertumbuhan perekonomian,” tegasnya.

Ia mengharapkan , setelah dilakukan pemindahan kondisi jalan di seputar Alun-alun benar-benar bersih dari aktivitas perekonomian.

“Jangan sampai muncul pedagang-pedagang baru setelah kami pindah ke Pandawa Street Food,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri)


Berita Lainnya

BNN Batang Kemas Edukasi Antinarkoba Berbasis Jelajah Ruang BNN Batang Kemas Edukasi Antinarkoba Berbasis Jelajah Ruang
BNN Batang Kemas Edukasi Antinarkoba Berbasis Jelajah Ruang
Batang - Badan Narkotika Nasional BNN Kabupaten (BNNK) Batang terus berinovasi dalam menyosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba, dengan mengemas kunjungan berbasis jelajah ruang. Kegiatan ini menjadi pengembangan BNN dalam mengedukasi pelajar yang dibalut dalam program Motivasi Edukasi Generasi Antinarkoba (MEGA), dengan memberikan kesempatan siswa melihat langsung contoh alat peraga berkaitan dengan bahaya narkoba maupun metode pencegahannya.
19 Jun 2026 Jumadi 37
5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028 5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028
5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028
Batang - Perumda Air Minum Sendang Kamulyan Kabupaten Batang tengah bersiap mengambil peran besar dalam mendukung operasional Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Melalui usulan panjang yang akhirnya diakomodasi oleh pemerintah pusat, pasokan air bersih bagi masyarakat di wilayah penyangga kawasan industri tersebut kini mulai menemui titik terang.
19 Jun 2026 Jumadi 57
BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat
BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat
Batang - Penerapan metode non-klasikal dalam program Batang Corporate University (Batang Corpu) diklaim mampu memangkas anggaran pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang hingga empat kali lipat dibandingkan metode konvensional. Langkah ini diambil sebagai solusi atas terbatasnya anggaran daerah yang selama ini membuat mayoritas ASN belum mendapatkan hak pengembangan kompetensi mereka secara maksimal.
19 Jun 2026 Jumadi 49
Dolanan Anak, Solusi Media Pembelajaran yang Interaktif dan Menyenangkan Dolanan Anak, Solusi Media Pembelajaran yang Interaktif dan Menyenangkan
Dolanan Anak, Solusi Media Pembelajaran yang Interaktif dan Menyenangkan
Batang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, menggagas program inovatif berjudul KETAN BUDAYA (Kolaborasi Pelestarian Budaya) dengan mengangkat Dolanan Anak atau Permainan Tradisional sebagai kurikulum pembelajaran Sekolah Dasar (SD).
19 Jun 2026 Jumadi 45
Bupati Batang: Ruang Publik untuk Masyarakat, Bukan Tempat Berjualan Bupati Batang: Ruang Publik untuk Masyarakat, Bukan Tempat Berjualan
Bupati Batang: Ruang Publik untuk Masyarakat, Bukan Tempat Berjualan
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menegaskan bahwa seluruh ruang terbuka publik, fasilitas umum (fasum), dan fasilitas sosial (fasos) di Kabupaten Batang tidak boleh digunakan sebagai lokasi berjualan maupun diperjualbelikan sebagai lapak usaha. Penegasan tersebut disampaikan usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan trotoar dan penataan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Alun-Alun Bandar, Kabupaten Batang, Kamis (1862026).
18 Jun 2026 Jumadi 90
Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara
Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara
Batang - Potensi ekonomi Kabupaten Batang tampaknya kian seksi di mata para pelaku usaha nasional. Deretan produk unggulan, pesona wisata yang apik, hingga grafik pertumbuhan ekonomi yang terus mendaki, sukses mencuri perhatian organisasi UKM IKM Nusantara. Mereka kini bersiap pasang badan untuk menjembatani produk-produk asli Batang agar bisa melenggang ke pasar yang jauh lebih luas.
18 Jun 2026 Jumadi 126