Setelah melaksanakan sholat Tarawih Bupati Batang Wihaji ajak anak untuk berdialog.
Tarawih ukuwah putaran ke 6 Bupati Batang Wihaji dan Wakil Bupati Suyono bersama Pimpinan OPD (Organisasi Perngkat Daerah) berlangsung di Masjid Baitul Makmur Desa Kranggan Kecamatan Tersono. Kegiatan tersebut dimanfaatkan Bupati Wihaji untuk memperkenalkan diri sebagai Bupati yang belum genap satu bulan memimpin Kabupaten Batang, Senin (5/6).
"Pilkada sudah selesai lupakan Pilkada sekarang saatnya guyub rukun mbangun Kabupaten Batang. Yang dulu berbeda pilihan jangan dipermasalahkan sekarang waktunya bekerja bersama untuk lima tahun kedepan," kata Wihaji di hadapan jamaah Sholat Tarawaih.
Di hadapan masyarakat Desa Kranggan Bupati meminta doa dan restunya kami bersama Wakil Bupati Suyono bisa melaksankan tugas sebagai kepala daerah dengan amanah serta khusnul khotimah selamat dunia dan akhirat.
“Banyak pekerjaan dan permasalahan yang harus kita benahi dan selesaikan. Batang yang terdiri dari 15 Kecamatan yaang tentunya di masing-masing kecamatan memiliki permasalahan yang berbeda dan tidak bisa secepat kilat terselesaikan karena ada proses serta aturan yang harus di lalui. Kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelsesaikannya,” jelas Wihaji.
Disampaikan juga oleh Bupati Wihaji yang akan meneruskan warisan program Bupati sebelumnya karena dirasa bagus program seperti e-planing, e-budgeting dan e-bansos. “Hari ini juga masih mengerjakan warisan dari Bupati terdahulu yang baik kita akan teruskan dan yang belum baik kita perbaiki,” kata Wihaji.
Setelah melihat Anggaran Pemerintah Kabupaten Batang sangat terbatas sehingga dalam membangun akan menggunakan skala prioritas, dan lebih fokus dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan perbaikan infrastruktur. Membuka destinasi wisata baru yang bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan bermanfaat bagi masyarakat.
"Program prioritas kami yang saya gemborkan dalam kampanye akan masuk dalam RPJMD seperti tunjangan kematian, kenaikan honor guru Wiyata Bhakti, mobil pelayanan kesehatan satu desa satu mobil tunjangan RT dan RW. Dan untuk infrastuktur desa kami harapkan Kepala Desa anggaran dana desa untuk difokuskan perbaikan infrastruktur jalan desa, kami akan fokus ke jalan Kabupaten," terangnya.
Dalam kesempatan tersebut juga di sampaikan Bupati yang dalam bekerja akan sesuai dengan kewenangannya, dalam kami bekerja berusaha sesuai rel aturan dan perundang-undangan karena tidak ingin dalam mengambil kebijakan nantinya bisa bermasalah dengan hukum.
"Masyrakat harus pererat tali silaturahmi dan terus melakukan komunikasi dengan saya, kalau ada masalah kita musyawarah pasti saya akan membantu sesuai dengan kewenangan saya berdasarkan aturan dan perundang-undangan agar tidak bermasalah dengan hukum," pinta Wihaji kepada masyarakat Desa Kranggan.
Wihaji juga Beraharap kepada orang tua untuk mengawasi menjaga anak-anaka kita dalam menggunakan informasi teknologi, seperti media sosoial maupaun teknologi.
Camat Tersono Bambang Urip Widigdo menjelaskan kehadiran bupati Batang dan Wakil Bupati menjadi motivasi masyarakat dalam membangun Desa Kranggan yang berpenduduk 4043 jiwa. (Edo/McBatang)
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.