Wakil Bupati Suyono (membawa pipa untuk cek beras) saat peninjuan stok beras di gudang Bulog Kandeman Batang.
Kesetersediaan pangan menjelang Ramadan hingga Lebaran masih mencukupi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan kedepan, sehingga masyarakat tidak perlu kawatir kekurangan suplay beras. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Bupati Batang Suyono saat melakukan peninjuan stok beras di gudang Bulog Kandeman Batang, Senin (5/6).
"Untuk Kabupaten Batang luasan lahan dan panen padi termasuk surplus, sehingga kami harapkan manjemen bulog jangan sampai masyarakat kekurangan beras, dan apabila masyarakat kawatir dengan gejolak harga yang tinggi Bulog harus siap mengantisipiasi untuk melakukan pasar murah atau pasar murah," kata Suyono.
Suyono juga mengapresiasi Bulog dalam memanajemen ketersediaan sembako di Kabupaten Batang. “Manajemen Bulog sudah bagus dalam manajemen pangan, karena tidak beras namun juga komoditas lain yang siap mengantisipasi gejolak harga untuk melakukan pasar murah untuk komoditas bawang, daging, minyak serta gula,” katanya.
Kepala Bulog Subdivre Pekalongan, Muhson Chudori yang di dampingi Kepala Bulog Kandeman Batang Tarno yang menghimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir terjadinya kenaikan harga maupun kelangkaan bahan kebutuhan pokok menjelang Ramadan karena stoknya relatif cukup.
"Insya Allah menjelang Ramadhan hingga Lebaran, kami menjamin stok kebutuhan pokok masih aman mencukupi kebutuhan masyarakat. Oleh karena masyarakat tidak perlu khawatir terjadinya kenaikan harga dan kelangkaan kebutuhan pokok," katanya.
Ia menyebutkan saat ini stok beras yag tersimpan di Bulog masih mencapai sekitar 47 ribu ton, gula pasir 1.500 ton, daging kerbau 800 kilogram, bawang putih 2 ton, 40 ton bawang merah, dan minyak goreng 1.400 liter yang siap digelontorkan ke pasar tradisional.
Muhson juga menjelaskan pada kegiatan "Gerakan Stabilisasi Pangan" ini, telah menyiapkan 40 ton beras jenis premium yang dijual pada masyarakat seharga Rp9.500 per kilogram untuk kemasan 5 kilogram dan Rp 9.400 per kilogram pada kemasan 25 kilogram.
"Kemudian gula pasir sebanyak 40 ton dengan harga Rp 12 ribu per kilogram, daging kerbau seharga Rp 80 ribu per kilogram, dan bawang merah yang dijual Rp 22 ribu per kg, dan bawang putih Rp 38 ribu per kg," katanya.
Pemerintah akan terus memantau terhadap ketersediaan pangan menjelang Ramadhan hingga Lebaran 2017 sehingga bagi para pedagang dilarang melakukan penimbunan bahan sembako.
"Polri melalui Satgas Mafia Pangan akan terus melakukan pantauan dan mengawasi sehingga kami minta para pedagang jangan coba-coba melakukan penimbunan kebutuhan pokok menjelang Ramadhan ini," katanya. (Edo/McBatang)
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.