Pemilihan Kepala Desa Serentak Gelombang II di Kabupaten Batang yang diikuti oleh tiga desa berjalan dengan kondusif dan tertib. Hal ini karena masyarakat memahami dalam menggunakan hak politiknya. Hal tersebut disampaikan oleh Asiten Pemerintah Sekda Batang Retno Dwi Irianto saat memantau Pilkades di Desa Pretek Kecamatan Pecalungan, Minggu (4/6).
"Dalam berdemokrasi masyarakat desa cukup bagus, hal ini dilihat dari partisipasi dalam menggunakan hak pilihnya sangat tinggi dan tertib," kata Retno.
Untuk kepanitian Pilkades Serentak di tiga desa, dari hasil pemantauan sudah berjalan dengan baik, tetap menjaga netralitasnya dan sudah sesuai dengan fungsinya masing-masing.
Retno juga menyampaikan tidak menutup kemungkinan jika Panitia Pilkades tidak jeli dengan jumlah pemilih yang besar ada peluang bermasalah yang dapat di manfaatkan oleh pihak calon yang ingin memalukan kecurangan. "Yang penting panitia netral dan semua tahapan dilalui sesuai aturan walau jumlah pemilih terbanyak akan berjalan dengan baik," jelasnya.
Pemerintahan berharap kepada kepala desa terpilih untuk menjalankan tugasnya sesuai dengan visi misinya dan menjalankan politik anggaranya karena sekarang anggaran desa cukup besar dan harus ada pertanggungjawabannya. "Kepala desa harus memiliki integritas dalam mempertanggungjawabkan pengelolaan anggaran desa untuk membangun desanya."
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Tulyono, menjelaskan Pilkades Serentak gelombang ke II diikuti tiga desa yaitu Desa Lebo dan Desa Cepagan Kecamatan Warungasem, dan Desa Pretek Kecamatan Pecalungan. Sementara itu untuk Pilkades serentak tahap I sudah dilaksanakan di tahun 2016 dengan jumlah 30 desa, gelombang II tiga desa dan untuk gelombang III akan dilaksanakan tahun 2019 dengan jumlah 206 desa. (Edo/McBatang)
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.