Seorang Ibu membeli kebutuhan makanan untuk berbuka puasa di Bazar Takjil Jalan Veteran Batang
Sebanyak 60 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) se-Kecamatan Batang memeriahkan bazar takjil selama bulan Ramadhan 1438 H. Gelaran bazar takjil yang diadakan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UMKM) di jalan Veteran Batang pada tahun ini merupakan tahun kelima.
“UMKM yang membuka lapak dagangannya rata-rata sudah mendaftar satu bulan sebelumnya dan dibandingkan dengan bazar takjil tahun lalu sekarang jauh lebih banyak yang bergabung,” ujar Firqoh pedagang sosis bakar yang ikut berpartisipasi di bazar takjil saat ditemui pada Rabu (31/5).
Dirinya sudah bergabung setiap dibukanya pendaftaran bazar takjil, karena mempermudah bagi para pedagang untuk sekaligus mempromosikan produknya. “Pertama kali diadakan oleh Disperindagkop dan UMKM tidak perlu mendaftar karena UMKM yang bergabung belum sebanyak seperti saat ini, tapi sekarang harus mendaftar 1 bulan sebelumnya,” terangnya.
Di tengah kesibukannya melayani pembeli, Firqoh mengharapkan supaya jam buka bazar takjil dikembalikan seperti tahun-tahun sebelumnya yaitu dari jam 15.00-22.00 wib. Disamping itu dia juga memohon agar lampu penerangan ditambah lagi.
Sedangkan menurut Kasi Ekspor Impor dan Pemasaran Disperindagkop dan UMKM M. Palali, Bazar Takjil ini dibuka dari 29 Mei hingga 12 Juni, dibuka mulai jam 15.00-20.00 wib. Bertujuan untuk mempermudah konsumen untuk memenuhi kebutuhan selama bulan ramadhan karena banyak menu yang disajikan.
“Selain itu yang terpenting adalah bazar takjil ini merupakan ajang promosi bagi para UMKM di Batang apalagi para pedagang tidak dipungut biaya, mereka tinggal mendaftar saja ke Disperindagkop dan UMKM,” terang Palali.
Sementara itu Rini salah seorang konsumen yang membeli kebutuhan ramadhan mengatakan dirinya sangat terbantu dengan adanya bazar takjil ini. Banyak jenis kuliner yang dijajakan mulai dari makanan kecil seperti kolak, bubur dan beragam masakan. “Saya sudah sering membeli semua kebutuhan ramadhan di bazar takjil karena harganya lebih murah,” ujarnya.
Bazar takjil ini hanya dibuka di jalan Veteran saja. Sengaja terpusat di Batang karena tujuannya agar mempermudah konsumen untuk memperoleh bahan makanan selama bulan ramadhan. Tidak hanya itu, kue dan makanan khas lebaran pun bisa didapatkan. Sehingga masyarakat tidak perlu repot-repot meluangkan waktu lagi. Semua sudah tersedia di bazar takjil jalan Veteran Batang. (Heri/Mcbatang)
Batang - SMA Negeri 1 Bandar bersama Puskesmas Bandar 1 menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini diikuti oleh siswa dan para guru, dengan tujuan memastikan kondisi kesehatan dan mengidentifikasi penyakit tidak menular.
Semarang - Pada acara Penyerahan Penghargaan Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) dan Indeks Kepatuhan Daerah Terbaik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Batang meraih penghargaan Pemerintah Kabupaten Pembina Terbaik Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi Produk Hukum Pemerintah Desa.
Batang - Keluarga Muhammad Raeza Afkarian (3), bocah asal Desa Kemesu, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, akhirnya meluruskan simpang siur informasi yang viral di media sosial terkait dugaan penanganan korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Batang - Roda keberuntungan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Batang resmi berputar per 1 Oktober 2026. Dari total 2.824 pegawai yang diangkat pada 2025 lalu, kini tersisa 2.752 orang yang masuk dalam usulan perpanjangan kontrak. Sebanyak 72 posisi resmi tereliminasi dari daftar. Penyusutan jumlah ini bukan semata-mata karena sanksi atau hasil evaluasi kinerja yang buruk.
Batang - Atlet bulu tangkis di eks-Karesidenan Pekalongan kembali mendapat panggung untuk unjuk kebolehan dengan berkompetisi di ajang Kejuaraan DPRD Cup 2026, yang diinisiasi oleh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Batang. Potensi atlet terus dioptimalkan oleh PBSI Batang dengan memberikan ruang bagi pebulu tangkis pra dini hingga remaja, mengingat kesempatan yang masih terbuka lebar nantinya untuk mengikuti ajang di tingkat provinsi maupun nasional.