Bupati Batang Wihaji berdialog dengan para pasien di ruang pendaftaran Puskesmas Rawat Inap Subah, Rabu (31/5)
Dalam rangka menghadapi arus mudik lebaran tahun 2017, Bupati dan Wakil Bupati Batang melakukan sidak secara terpisah di beberapa instansi pelayanan publik terkait kesehatan dan transportasi pada Rabu (31/5).
Bupati Batang Wihaji didampingi Asisten I Retno Dwi Irianto dan Kabag Humas Triossy Juniarto melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Rawat Inap Subah dan Puskesmas Rawat Jalan Kandeman.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk melihat seberapa kesiapan puskesmas mengantisipasi kegiatan mudik dan perayaan lebaran mendatang. Bupati Batang melakukan peninjauan langsung ke ruang poli pelayanan puskesmas dan berdialog dengan para pasien di ruang pendaftaran.
Dr. Ida Susilaksmi M.Kes menjelaskan bahwa puskemas melayani pasien rawat jalan antara 70-80 orang setiap hari. Sedangkan untuk pasien rawat inap dengan kapasitas 11 tempat tidur dan 4 tempat bersalin rata-rata tidak pernah sepi.
Wihaji mengapresiasi kinerja pegawai puskesmas dengan segala keterbatasan yang ada tetap bisa menjalankan tugasnya dengan baik, ini terbukti dengan minimnya pengaduan masyarakat yang dilayani dan penilaian akreditasi mencapai paripurna berada pada 1 level di bawah RSUD tipe D.
Wihaji mendorong untuk terus meningkatkan pelayananya secara prima karena tugas puskesmas adalah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara cermat, akurat, tepat dan bersahabat.
Pada kesempatan yang sama Wakil Bupati Suyono melakukan sidak di Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) dan Dinas Peerhubungan Batang.
Wakil Bupati Batang Suyono saat sidak di Disperidagkop UKM berharap peran aktif para pegawai Dinas perindagkop untuk bisa berbuat bersama, berpikir dan bertindak bersama untuk kehidupan dan kesejahteraan masyarakat kabupaten Batang.
"Kemarin dari paguyuban Pasar Batang menyampaikan pada kami berkaitan dengan pembagian kios. Kami menyampaikan bahwa saudara sebagai pedagang jangan menggunakan egoisnya karena masyakat yang membayar pajak bukan hanya pedangang saja. Terjadinya pembangunan pasar itu karena seluruh masyarakat Batang membayar pajak bukan hanya pedang pasar yang membayar retribusi," ujar Suyono pada saat memberikan arahan kepada karyawan Disperindagkop UKM Batang.
"Terkait persiapan arus mudik atau lebaran ini banyak tugas-tugas yang harus dilakukan Dinas Perhubungan Kabupaten Batang dalam hal melayani masyarakat. Kami mensupport Dinas Perhubungan dalam melakukan kegiatan-kegiatan kerja melayani masyarakat dengan baik," ujar Suyono pada kunjungan di Dinas Perhubungan.
Suyono berharap Dinas Perhubungan dapat memberikan layanan masyarakat melalui lalu lintas dengan baik untuk mendukung persiapan lebaran yang akan datang dan diharapkan pelayanan terus ditingkatkan. (Iwan/McBatang)
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.