Bebaskan Kaum Milenial Dari Penjajahan Narkoba

Rabu, 26 Juni 2019 Jumadi Dibaca 1.155 kali Pemuda dan Olahraga
Bebaskan Kaum Milenial Dari Penjajahan Narkoba

Batang - Bangsa Indonesia yang sedang menuju generasi emas tahun 2045, memerlukangenerasi muda yang kuat dan sehat, jauh dari jeratan penyalahgunaan Narkotika, Obat/Bahan Berbahaya (Narkoba). Apabila sejak dini sudah tersentuh penyalahgunaan narkoba, maka cita-cita untuk mewujudkan generasi emas 2045 akan hilang.

“Penjajah nyata yang mengancam kaum milenial saat ini salah satunya adalah bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkoba, yang merusak otak, pikiran dan syaraf. Terkadang tidak sadar bahwa sebenarnya kita sedang dijajah, yang mengakibatkan rakyat Indonesia menjadi bodoh,” papar Bupati Batang Wihaji usai memimpin Apel Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019 di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Rabu (26/6/2019).

Bupati Wihaji menerangkan, penjajahan melalui narkoba hanya menyasar pada semua kalangan. Peredarannya tidak mengenal kasta, yakni menyusup ke pondok pesantren, kalangan bawah hingga atas. 

“Jangan sampai karena tujuan yang tidak jelas, otak kaum milenial dirusak dengan cara apapun, termasuk melalui penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

Bupati Wihaji berharap agar seluruh masyarakat, terutama orang tua selalu mendampingi dan menyampaikan tentang bahaya peredaran serta penyalahgunaan narkoba, karena hal itulah yang merusak masa depan bangsa, khususnya kaum milenial Batang. 

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batang, AKBP Windarto menuturkan, peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019, mengangkat tema “Milenial Sehat Tanpa Narkoba, Menuju Indonesia Emas”. 

Banyak kaum milenial yang ingin mencoba narkoba jenis baru, karena para bandar mengedarkannya menggunakan paket hemat,  yang dijual dengan harga murah.

“Menurut pengakuan para pengedar yang berhasil dibekuk petugas, yang memicu orang tergiur membelinya, untuk paket hemat ukuran 0,1-0,2 gram saja dijual seharga Rp300.000,00,” terangnya.

Windarto menjelaskan, dilihat berdasarkan penelitian BNN, penyalahgunaan narkoba yang didominasi kaum milenial mencapai 2,1 juta orang.

“Sebagai langkah pencegahan, BNNK Batang sudah mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba ke sekolah-sekolah dari tingkat SMA, SMP dan SD, bahkan Playgrup. Harapannya mulai ada pembelajaran, bahwa narkoba itu dapat merusak sistem syaraf manusia, sehingga mereka menjauhi sedini mungkin” terangnya.

Ia mengingatkan, jika ada orang yang sudah menjadi pecandu narkoba dan ingin sembuh segera datang ke BNNK Batang, akan direhabilitasi secara gratis dan tidak akan dituntut hukum, dengan catatan tidak ada barang haram itu.

“Kepada kaum milenial, karena sekarang teknologi begitu canggih, proses transaksi peredaran narkoba menggunakan media sosial, maka harus lebih berhati-hati, sebab para pengedar akan terus mencari orang yang mudah terpengaruh. Yang terpenting setiap individu harus memiliki benteng atau kekuatan diri untuk melawan narkoba,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri)


Berita Lainnya

Forum Anak Perkenalkan Permainan Tradisional pada Momen CFD Forum Anak Perkenalkan Permainan Tradisional pada Momen CFD
Forum Anak Perkenalkan Permainan Tradisional pada Momen CFD
Batang Suasana Car Free Day (CFD) di Kabupaten Batang semakin semarak dengan kehadiran Forum Anak yang menggelar kegiatan pengenalan permainan tradisional kepada masyarakat, khususnya anak-anak. Kegiatan ini bertujuan mengajak generasi muda mengenal kembali permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya sekaligus alternatif aktivitas yang sehat, edukatif, dan menyenangkan.
12 Jul 2026 Jumadi 72
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
Batang - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) di Kabupaten Batang menghadirkan kisah menarik. Saat melakukan pendataan di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menemukan seorang warga lanjut usia bernama Supiyah yang telah berusia 100 tahun 1 bulan 19 hari dan masih menjalani aktivitas sehari-hari dengan mandiri.
10 Jul 2026 Jumadi 833
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
Batang -  Tiga pekan libur sekolah, ternyata berdampak pada penurunan harga ayam potong dan telur ayam negeri yang siginifikan. Sebagian besar pedagang menyambut positif karena selama libur sekolah yang disertai liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), turut diikuti pula dengan turunnya harga kebutuhan pokok seperti ayam dan telur.
10 Jul 2026 Jumadi 211
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat tata kelola ketenagakerjaan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui kebijakan yang mendorong penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus memastikan proses rekrutmen berlangsung transparan dan akuntabel.
10 Jul 2026 Jumadi 198
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.
10 Jul 2026 Jumadi 150
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027 Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas pembangunan pada tahun 2027. Sejumlah destinasi unggulan akan dikembangkan secara bertahap untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
10 Jul 2026 Jumadi 98