Bupati Wihaji dan Wakil Bupati Suyuno bersama jajarannya menyelenggarakan Tarawih Ukhuwah atau Tarawih Keliling (Tarling) Perdana yang dilaksanakan di Masjid Al-Ikhlas desa Wonotunggal kecamatan Wonotunggal, Senin malam (29/5).
"Alhamudilillah kita bisa dipertemukan dan berkumpul bersama dengan masyarakat Wonotunggal di Masjid Al-Ikhlas ini, dan tadi kita bisa melaksanakan sholat magrib bersama dan juga sholat isya dan tarawih bersama," kata Wihaji.
Wihaji menyampaikan kegiatan tarawih keliling ini merupakan putaran pertama yang dilaksanakan di kecamatan Wonotunggal, hal ini dimaksud untuk menyerap aspirasi dari masyarakat dan sebagai sarana silahturahmi antara kami dengan masyarakat Wonotunggal.
Bupati dan Wakil Bupati yang baru dilantik pada 22 Mei lalu meminta didoakan agar lima tahun kedepan bisa mengemban amanat khusunul khotimah dan barokah selamat dunia akhirat. "Permasalahan-permasalahan yang ada di kabupaten Batang ini insyaallah sedikit demi sedikit akan kita coba kita selesaikan," tambahnya.
Pada kesempatan tersebut Wihaji juga menyampaikan program-program yang akan dilaksanakan selama dia menjabat. "Kita juga punya program-program yang bisa membantu masyarakat, selama berdasarkan keuangan Pemkab Batang yang diatur berdasarkan undang-undang dan aturan-aturan lainnya. Kita juga akan ada program-program yang akan kita kerjakan seperti program gaji guru Madrasah Diniyah atau Taman Pendidikan Al Qur'an yang kita namakan uang ketupat".
"Yang jelas kedepan kita harus guyup rukun ayo mbangun Batang bersama dengan kami dan semua jajaran Pemkab Batang yang semangatnya sama membangun Batang," tandas Wihaji.
Camat Wonotunggal Dwi Riyanto menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Batang beserta jajarannya yang hadir pada acara tarawih keliling ini sebagai ajang silahturahmi dengan masyarakat kecamatan Wonotunggal.
"Kami berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati untuk dapat memperhatikan wilayah Wonotunggal agar lebih baik lagi kedepannya, seperti pembangunan pasar, pembangunan bidang pariwisata dan sebagainya. Desa wisata seperti di Sodong ini juga perlu perhatian dari Pemkab Batang melalui Dinas Pariwisatanya karena Sodong juga merupakan potensi Wisata alam Kabupaten Batang yang perlu dikembangkan," ujar Dwi Riyanto.
"Kami juga melakukan kreasi dan inovasi berusaha membuka pasar yang berada disebelah barat kantor kecamatan Wonotunggal namun sampai dengan sekarang kios-kiosnya yang hanya dibuka satu dua tidak berkembang sesuai dengan harapan dan keinginan masyarakat yang ada di Kecamatan Wonotunggal," jelasnya.
Camat Wonotunggal juga meminta kepada Bupati Batang terkait jalan raya Wonotunggal perlu adannya saluran irigasi (drainase), karena kalau hujan seperti di desa Siwatu dan Wonotunggal jalannya mengalami banjir.
Pada kesempatan tersebut Bupati Batang Wihaji juga memberikan bantuan kepada Mohamad Kojas selaku takmir masjid Al-Ikhkas kecamatan Wonotunggal. (Iwan/McBatang)
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.