Bendungan Kedungdowo Kramat, Wisata Gratis di Batang

Selasa, 11 Juni 2019 Jumadi Dibaca 3.564 kali Pariwisata
Bendungan Kedungdowo Kramat, Wisata Gratis di Batang

Batang - Bagi anda yang tidak memiliki cukup banyak uang untuk mengisi libur lebaran Idulfitri, jangan kawatir dan gundah, karena Bendungan Kedungdowo Kramat di Kelurahan Proyonanggan Selatan Kecamatan Batang bisa sebagai alternatif. 

Pengunjung hanya dikenai pungutan parkir kendaraan sebesar Rp1.000,00 untuk sepeda motor dan Rp2.000,00 untuk mobil. Selain menikmati keindahan bendungan, kulinernya pun sangat murah dengan menu nasi megono hanya cukup merogoh kocek sebesar Rp2.000,00, tahu campur Rp5.000,00, dan tempe goreng hanya Rp1.000,00. 

Anto, salah satu pengunjung asal Desa Menjangan Kecamatan Subah mengatakan, Bendungan Kramat menjadi salah satu objek favorit wisata untuk menghilangkan penat. 

"Bendungan Kedungdowo Kramat merupakan objek wisata favorit saya bersama temen kampung, selain murah kulinernya enak merakyat dan tidak bikin kantong kebobolan," kata Anto saat ditemui di Bendungan Kedungdowo Kramat, Kabupaten Batang, Selasa (11/6/2019). 

Ia juga merasa menikmati suasana bendungan, gemricik air bisa membantu relaksasi pikiran menjadi tenang dan rindangnya pepohonan di sekitarnya pun sangat meneduhkan hati yang panas. 

"Wisata ini sebenarnya sudah ada sejak lama, biasanya untuk nongkrong anak muda, keluarga hanya untuk sekedar makan, bersantai ria dan bercengkrama," jelasnya. 

Sementara, Taswati, pemilik warung Temu Kangen yang sehari - hari berjualan di Bendungan Kedungdowo Kramat mengatakan, kalau pengunjung setiap hari ada ratusan yang datang, mereka datang rombongan dengan keluarga dan rombongan anak muda yang ingin ngobrol dan menikmati suasana. 

"Pengunjung bisa mencapai ratusan orang setiap hari, apalagi kalau usai lebaran bertambah banyak mereka silih berganti sampai sore hari," jelasnya.

Ia menerangkan untuk omsetnya, mampu mengantongi Rp1juta per hari, karena hampir setiap pengunjung yang datang bisa dipastikan makan di sini. 

Kepala Bidang Destinasi dan Usaha Pariwisata Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Batang Ramuji mengatakan, sebenarnya sudah dua tahun lalu Pemkab sudah meminta warga yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk bisa mengelola wisata ini, namun sampai sekarang belum ada yang meresponnya. 

"Sebenarnya Bendungan Kramat sangat potensi dikembangkan untuk dikelola, Disparpora Batang siap memberikan pendampingan agar bisa tertata dengan baik," ujarnya. 

Jika bisa dikelola, lanjutnya, wahana permainan anak ditambah dan tempat - tempat berswafoto kita perbaiki dan percantik, tidak menutup kemungkinan pengunjung akan bertambah banyak. (Humas Batang, Jateng/Edo)


Berita Lainnya

Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
10 Apr 2026 Jumadi 21
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 128
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 133
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 82
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 42
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 49