Bimbingan Manasik Haji Jamaah Calon Haji Tahun 1438 H / 2017 M di pendopo kantor Bupati Batang
Kurang lebih 3 bulan lagi calon jamaah haji Indonesia akan bertamu ke Baitullah. Persiapan terpenting untuk melaksanakan ibadah haji adalah manasik haji. Tujuannya supaya pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan rukun-rukunnya. Selain itu, para calon jamaah haji juga akan belajar bagaimana cara melakukan praktik tawaf, sa'i, wukuf, lempar jumrah, dan prosesi ibadah lainnya. Kementerian Agama Kab. Batang melaksanakan Bimbingan Manasik Haji Jamaah Calon Haji Tahun 1438 H / 2017 M di pendopo kantor Bupati Batang, Rabu (24/5).
Dihadiri asisten I Retno Dwi Irianto mewakili Bupati Batang, Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Batang H. Sugiedi, Forkopimda, Majelis Ulama Batang, Kejaksaan Negeri dan Polres Batang.
Retno Dwi Irianto saat menyampaikan sambutan dari Bupati Batang mengatakan, ada 5 hal yang menjadi amanat yang harus dilaksanakan para calon jamaah haji agar menjadi haji yang mabrur dan mabruroh. “ Pertama harus menjaga kesehatan karena cuaca di Mekah dan Madinah sangat berbeda, lebih panas dibanding Indonesia, menu makanan yang disajikan pun berbeda tetapi harus tetap disantap agar kondisi tetap fit,” katanya.
“Kedua calon jamaah haji harus memahami ilmu, diharapkan memperhatikan setiap materi yang disampaikan pembimbing supaya mengetahui tata cara ibadah haji sesuai dengan rukunnya, ketiga menjaga ketertiban, kedisiplinan, kesabaran dan keikhlasan karena ada 5 juta jamaah haji yang bersama – sama melaksanakan ibadah,” terang Retno.
Retno menambahkan yang keempat bahwa kita sebagai bangsa timur harus bisa menjaga nilai etika demi menjaga nama baik bangsa dan yang terakhir mari melaksannakan ibadah haji dengan sunggunh – sungguh karena untuk beribadah haji perlu waktu yang cukup lama.
Sebagai bahan laporan, Sugiedi menyampaikan data para jamaah calon haji (JCH) Kab. Batang tahun 2017 yang telah melunasi tahap 1 adalah 623 JCH terdiri dari laki – laki 292 orang dan perempuan 331 orang serta cadangan 31 JCH. Sebanyak 2 orang mutasi masuk dari Kota Pekalongan dan Kabupaten Kendal serta 1 orang mutasi keluar ke Kota Magelang.
“Calon jamaah haji termuda berusia 23 tahun bernama Ridho Khairil Huda bin Hasanudin dari Kecamatan Batang dan calon jamaah haji tertua berusia 86 tahun bernMa Tarmadi bin Mismo dari Kecamatan Subah,” terang Sugiedi. (Heri/McBatang)
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.