Wihaji berpidato di Rapat Paripurna Istimewa DPRD Batang
Bupati Batang Wihaji dan Wakil Bupati Batang Suyono yang baru dilantik Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, kemarin (22/5). Pada hari ini Selasa (23/5) langsung melaksanakan tugasnya di Pemkab Batang dengan agenda serah terima jabatan Bupati Batang dan serah terima ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang yang bertempat di Aula Pemkab Batang.
Kemudian Bupati dan Wakil Bupati juga mengikuti agenda Rapat Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Batang di Gedung DPRD Batang. Bupati Terpilih Hasil Pilkada 2017 pada kesempatan tersebut juga menyampaikan pidato.
Bupati Batang Wihaji dalam pidatonya mengatakan proses Pilkada sejatinya adalah sebuah proses pemilihan pimpinan, keberhasilan pelaksanaan Pilkada Batang tahun 2017 menujukan telah meningkatnya kedewasaan masyarakat dalam kehidupan berdemokrasi.
"Pilkada telah kita lewati bersama visi baru Kabupaten Batang kedepan adalah Terwujudnya Kabupaten Batang Yang Harmonis, Energik, Berdaya Saing, Agamis Tentram dan Sejahtera," ujar Wihaji.
Keberhasilan pencapaian visi Bupati dan Wakil Bupati tentunya membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat terutama bapak/ibu anggota DPRD Kabupaten Batang. "Dalam langkah awal ini tidak ada janji 100 hari kami menyelesaikan visi misi serta program kerja. Kami sepakat bahwa visi misi serta program kerja bukan untuk dikerjakan dalam waktu 100 hari tetapi untuk waktu 5 tahun kedepan," ujar Wihaji.
"Kita ketahui bersama ada kemajuan yang telah dicapai oleh para pendahulu kita yang harus kita rawat dan pertahankan bersama. Namun masih banyak juga permasalahan yang harus kita selesaikan seperti rendahnya IPM, masih banyaknya warga masyarakat yang miskin, infrastruktur yang harus kita tingkatkan dan lainnya," tambah Wihaji.
"Mari lupakan dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan Pilkada, dan saatnya kita bangun Batang bersama dengan guyup rukun, kerjasama berpikir positif melangkah maju membangun kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batang seutuhnya sesuai dengan visi, misi yang telah kami rumuskan" tandas Wihaji.
Adapun Rapat Paripurna Istimewa DPRD dipimpin oleh Ketua DPRD Batang Imam Teguh Raharjo yang dihadiri Wakil dan anggota DPRD Batang, Forkopimda dan Pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Batang dan para Camat. (Iwan/Humas)
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.