Bupati Batang Wacanakan Evolusi Industri Pertanian

Senin, 27 Mei 2019 Jumadi Dibaca 1.340 kali Pembangunan
Bupati Batang Wacanakan Evolusi Industri Pertanian

Batang - Tak hanya komoditas bawang putih saja yang berjaya di Kecamatan Bawang. Ada komoditas lain yang success history nya serupa, seperti sayur buncis, kol, labu siam dan paprika. Karena tak hanya berhasil dibudidayakan, tapi mampu menembus pasar mancanegara. 

Potensi luar biasa ini yang melatarbelakangi Bupati Batang Wihaji untuk terus memberikan dukungan dan motivasi bagi para petani di Kecamatan Bawang. 

"Keberhasilan dan kesuksesan ini jangan hanya untuk kelompoknya saja, tapi tularkan ilmu dan kesuksesan dalam membudidayakan sayuran ke petani lainnya," kata Bupati Batang Wihaji saat mengunjungi Kebun Paprika milik Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Peni Murni di Desa Deles, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (27/5/2019). 

Zaman sudah berubah, apalagi memasuki revolusi industri 4.0 lanjutnya, kalau kita tidak bisa berevolusi, petani kita akan selalu tertinggal. Oleh karena itu, Pemkab Batang terus mendorong pertanian untuk bisa berevolusi menjadi industri pertanian. 

"Industri pertanian lebih pada meningkatkan hasil dan mutu produksi, meningkatkan taraf hidup dan pendapatan petani, meningkatkan lapangan kerja dan kesempatan berusaha di bidang pertanian," terangnya. 

Ia berharap kepada petani untuk tidak malu belajar, karena kalau tidak ada kreatifitas dan inovasi dalam bertani hasilnya akan kurang, sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan sayuran di tingkat lokals, nasional apalagi bersaing ke pasar ekspor. 

"Kebutuhan komoditas sayuran tidak ada matinya, bahkan permintaan pasar terus mengalami peningkatan karena karena populasi manusia bertambah dan kebutuhan akan konsumsi juga meningkat, sehingga budidaya sayuran sebenarnya sangat menggiurkan kalau bisa dikelola secara profesional," jelasnya.

Sementara, Ketua Gapoktan Peni Murni Nur Kholis mengatakan, kelompok tani kami selain membudidayakan bawang putih juga menanam paprika, buncis, labusiam, dan kol. 

"Permintaan masyarakat terhadap sayuran baik untuk pasar dalam negri maupun luar negeri terus meningkat, bahkan tahun kemarin mampu tembus hingga ke Singapura dan Jepang," ujarnya.

Namun, lanjutnya, karena kebutuhan regional mengalami peningkatan, sehingga untuk kebutuhan mancanegara kita tidak mampu memenuhinya, karena kebutuhan kita hanya mampu memasok untuk wilayah Bandung, Bali dan Jakarta saja. 

Ia menjelaskan, sistem pertanian yang diaplikasikan pada budidaya paprika merupakan sistem pertanian modern, baik dari pengairan hingga cara penanganan hama tanaman tersebut.

Dijelaskan keuntungan budidaya paprika ini, pangsa pasar jenis buah sayuran itu masih terbuka lebar karena permintaan pasar di Bali dan Bandung mampu mencapai 4 ton per minggu, akan tetapi petani hanya masih mampu memenuhi 1 ton saja.

"Untuk luasan tanaman paprika kami hanya 5.000 meter persegi yang dalam satu minggu mampu panen 500-600kg, kalau ada permintaan petik hijau bisa sampai 1 ton perminggu, dengan harga 1 kg paprika merah Rp40 ribu dan kuning Rp34 ribu," katanya. 

Ia menyampaikan dengan lahan seluas 1 hektare, maka setiap tahunnya para petani di Desa Deles bisa dua kali panen buah sayuran jenis paprika 30 ton.

“Ada sekitar 5 ribu pohon dengan luas lahan green house 1 hektare. Dalam setahun, kami bisa panen 30 ton paprika, kemungkinan hanya para petani di Deles yang mengembangkan paprika hingga menembus pasar mancanegara,” terangnya.

Ia mengatakan semula ada anggapan dengan melakukan budi daya paprika akan merugi karena biayanya cukup besar mencapai Rp250 juta per 500 meter persegi sedang hasil panen yang diperoleh belum bisa dipastikan.

“Akan tetapi, anggapan itu kini mulai menghilang karena petani sudah mengetahui tata cara menanam paprika yang baik dan benar. Sebenarnya jika dikelola dengan baik maka petani akan mendapatkan omset sekitar Rp370 juta, sehingga modal bisa kembali pada tahun pertama,” jelasnya.

Namun, keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan Pemkab Batang melalui pendampingan Dinas Pertanian Kabupaten Batang, yang selalu membimbing kami dari pasca tanam sampai dengan pasca panen. (Humas Batang, Jateng/Edo)


Berita Lainnya

Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Batang - Kualitas proyek infrastruktur yang kokoh tidak hanya lahir dari material yang bagus, melainkan juga dari pengawasan yang ketat di lapangan. Demi menjaga komitmen tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang memperketat aturan main bagi para konsultan pengawas.
10 Jul 2026 Jumadi 214
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
Batang -  Tiga pekan libur sekolah, ternyata berdampak pada penurunan harga ayam potong dan telur ayam negeri yang siginifikan. Sebagian besar pedagang menyambut positif karena selama libur sekolah yang disertai liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), turut diikuti pula dengan turunnya harga kebutuhan pokok seperti ayam dan telur.
10 Jul 2026 Jumadi 175
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat tata kelola ketenagakerjaan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui kebijakan yang mendorong penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus memastikan proses rekrutmen berlangsung transparan dan akuntabel.
10 Jul 2026 Jumadi 164
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
Batang - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) di Kabupaten Batang menghadirkan kisah menarik. Saat melakukan pendataan di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menemukan seorang warga lanjut usia bernama Supiyah yang telah berusia 100 tahun 1 bulan 19 hari dan masih menjalani aktivitas sehari-hari dengan mandiri.
10 Jul 2026 Jumadi 651
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027 Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas pembangunan pada tahun 2027. Sejumlah destinasi unggulan akan dikembangkan secara bertahap untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
10 Jul 2026 Jumadi 89
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.
10 Jul 2026 Jumadi 109