Bupati Batang Wacanakan Evolusi Industri Pertanian

Senin, 27 Mei 2019 Jumadi Dibaca 1.357 kali Pembangunan
Bupati Batang Wacanakan Evolusi Industri Pertanian

Batang - Tak hanya komoditas bawang putih saja yang berjaya di Kecamatan Bawang. Ada komoditas lain yang success history nya serupa, seperti sayur buncis, kol, labu siam dan paprika. Karena tak hanya berhasil dibudidayakan, tapi mampu menembus pasar mancanegara. 

Potensi luar biasa ini yang melatarbelakangi Bupati Batang Wihaji untuk terus memberikan dukungan dan motivasi bagi para petani di Kecamatan Bawang. 

"Keberhasilan dan kesuksesan ini jangan hanya untuk kelompoknya saja, tapi tularkan ilmu dan kesuksesan dalam membudidayakan sayuran ke petani lainnya," kata Bupati Batang Wihaji saat mengunjungi Kebun Paprika milik Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Peni Murni di Desa Deles, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (27/5/2019). 

Zaman sudah berubah, apalagi memasuki revolusi industri 4.0 lanjutnya, kalau kita tidak bisa berevolusi, petani kita akan selalu tertinggal. Oleh karena itu, Pemkab Batang terus mendorong pertanian untuk bisa berevolusi menjadi industri pertanian. 

"Industri pertanian lebih pada meningkatkan hasil dan mutu produksi, meningkatkan taraf hidup dan pendapatan petani, meningkatkan lapangan kerja dan kesempatan berusaha di bidang pertanian," terangnya. 

Ia berharap kepada petani untuk tidak malu belajar, karena kalau tidak ada kreatifitas dan inovasi dalam bertani hasilnya akan kurang, sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan sayuran di tingkat lokals, nasional apalagi bersaing ke pasar ekspor. 

"Kebutuhan komoditas sayuran tidak ada matinya, bahkan permintaan pasar terus mengalami peningkatan karena karena populasi manusia bertambah dan kebutuhan akan konsumsi juga meningkat, sehingga budidaya sayuran sebenarnya sangat menggiurkan kalau bisa dikelola secara profesional," jelasnya.

Sementara, Ketua Gapoktan Peni Murni Nur Kholis mengatakan, kelompok tani kami selain membudidayakan bawang putih juga menanam paprika, buncis, labusiam, dan kol. 

"Permintaan masyarakat terhadap sayuran baik untuk pasar dalam negri maupun luar negeri terus meningkat, bahkan tahun kemarin mampu tembus hingga ke Singapura dan Jepang," ujarnya.

Namun, lanjutnya, karena kebutuhan regional mengalami peningkatan, sehingga untuk kebutuhan mancanegara kita tidak mampu memenuhinya, karena kebutuhan kita hanya mampu memasok untuk wilayah Bandung, Bali dan Jakarta saja. 

Ia menjelaskan, sistem pertanian yang diaplikasikan pada budidaya paprika merupakan sistem pertanian modern, baik dari pengairan hingga cara penanganan hama tanaman tersebut.

Dijelaskan keuntungan budidaya paprika ini, pangsa pasar jenis buah sayuran itu masih terbuka lebar karena permintaan pasar di Bali dan Bandung mampu mencapai 4 ton per minggu, akan tetapi petani hanya masih mampu memenuhi 1 ton saja.

"Untuk luasan tanaman paprika kami hanya 5.000 meter persegi yang dalam satu minggu mampu panen 500-600kg, kalau ada permintaan petik hijau bisa sampai 1 ton perminggu, dengan harga 1 kg paprika merah Rp40 ribu dan kuning Rp34 ribu," katanya. 

Ia menyampaikan dengan lahan seluas 1 hektare, maka setiap tahunnya para petani di Desa Deles bisa dua kali panen buah sayuran jenis paprika 30 ton.

“Ada sekitar 5 ribu pohon dengan luas lahan green house 1 hektare. Dalam setahun, kami bisa panen 30 ton paprika, kemungkinan hanya para petani di Deles yang mengembangkan paprika hingga menembus pasar mancanegara,” terangnya.

Ia mengatakan semula ada anggapan dengan melakukan budi daya paprika akan merugi karena biayanya cukup besar mencapai Rp250 juta per 500 meter persegi sedang hasil panen yang diperoleh belum bisa dipastikan.

“Akan tetapi, anggapan itu kini mulai menghilang karena petani sudah mengetahui tata cara menanam paprika yang baik dan benar. Sebenarnya jika dikelola dengan baik maka petani akan mendapatkan omset sekitar Rp370 juta, sehingga modal bisa kembali pada tahun pertama,” jelasnya.

Namun, keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan Pemkab Batang melalui pendampingan Dinas Pertanian Kabupaten Batang, yang selalu membimbing kami dari pasca tanam sampai dengan pasca panen. (Humas Batang, Jateng/Edo)


Berita Lainnya

Tampil di Karnaval SCTV, Siti Badriah Terharu dengan Antusiasme Penonton Warga Batang Tampil di Karnaval SCTV, Siti Badriah Terharu dengan Antusiasme Penonton Warga Batang
Tampil di Karnaval SCTV, Siti Badriah Terharu dengan Antusiasme Penonton Warga Batang
Batang Penyanyi dangdut Siti Badriah mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat saat tampil dalam hari pertama Karnaval SCTV di Alun-Alun Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (10102026).
10 Okt 2026 Jumadi 115
Kopdes Merah Putih Lahir, Dekopinda Batang Senantiasa Dampingi Perkembangannya Kopdes Merah Putih Lahir, Dekopinda Batang Senantiasa Dampingi Perkembangannya
Kopdes Merah Putih Lahir, Dekopinda Batang Senantiasa Dampingi Perkembangannya
Batang - Perkembangan perekonomian di Indonesia tidak dapat terlepas dari peran aktif koperasi. Maka Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Daerah Batang yang menjadi salah satu ujung tombak perkoperasian, senantiasa memberikan teladan terhadap kehadiran Koperasi Desa Merah Putih, agar memiliki prinsip senada yakni menyejahterakan anggotanya.
10 Okt 2026 Jumadi 119
Pemkab Batang Gelar Festival UMKM 2026, Pj Sekda Batang Tekankan Penguatan Ekonomi Daerah Pemkab Batang Gelar Festival UMKM 2026, Pj Sekda Batang Tekankan Penguatan Ekonomi Daerah
Pemkab Batang Gelar Festival UMKM 2026, Pj Sekda Batang Tekankan Penguatan Ekonomi Daerah
Batang -  Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Sri Purwaningsih, secara resmi membuka Festival UMKM Kabupaten Batang yang dipusatkan di Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (10102026).
10 Okt 2026 Jumadi 137
Suguhan Rasa dan Hiburan Bintang Lima, Jalan Veteran Batang Disulap Jadi Lautan Manusia Suguhan Rasa dan Hiburan Bintang Lima, Jalan Veteran Batang Disulap Jadi Lautan Manusia
Suguhan Rasa dan Hiburan Bintang Lima, Jalan Veteran Batang Disulap Jadi Lautan Manusia
Batang - Aroma rempah yang menggugah selera dan riuh alunan musik nasional menyatu di sepanjang Jalan Veteran, Sabtu 10 Oktober 2026. Akhir pekan warga Batang kali ini terasa jauh dari kata biasa. Berdampingan langsung dengan kemeriahan panggung hiburan Karnaval SCTV, hajatan Karnaval Kuliner dan Festival UMKM Batang 2026 resmi dibuka.
10 Okt 2026 Jumadi 117
Dispaperta Batang Waspadai Brucellosis pada Sapi Perah, Peternak Diminta Kenali Gejalanya Dispaperta Batang Waspadai Brucellosis pada Sapi Perah, Peternak Diminta Kenali Gejalanya
Dispaperta Batang Waspadai Brucellosis pada Sapi Perah, Peternak Diminta Kenali Gejalanya
Batang Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang, mengimbau peternak sapi perah untuk mewaspadai penyakit brucellosis yang dapat menyebabkan keguguran pada ternak dan berpotensi menular kepada manusia. Penyakit tersebut menjadi perhatian karena dapat berdampak pada produktivitas ternak, termasuk produksi susu. Brucellosis merupakan penyakit zoonosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.
09 Okt 2026 Jumadi 322
DPRD Batang Beri Sejumlah Catatan untuk Perubahan APBD 2026 DPRD Batang Beri Sejumlah Catatan untuk Perubahan APBD 2026
DPRD Batang Beri Sejumlah Catatan untuk Perubahan APBD 2026
Batang DPRD Kabupaten Batang memberikan sejumlah catatan dan evaluasi terhadap Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Batang Tahun Anggaran 2026.  Catatan tersebut mencakup penataan kegiatan aspirasi DPRD, pemenuhan belanja wajib, pengelolaan aset kendaraan dinas, hingga klaim biaya penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
09 Okt 2026 Jumadi 254