Bupati Batang Wacanakan Evolusi Industri Pertanian

Senin, 27 Mei 2019 Jumadi Dibaca 1.331 kali Pembangunan
Bupati Batang Wacanakan Evolusi Industri Pertanian

Batang - Tak hanya komoditas bawang putih saja yang berjaya di Kecamatan Bawang. Ada komoditas lain yang success history nya serupa, seperti sayur buncis, kol, labu siam dan paprika. Karena tak hanya berhasil dibudidayakan, tapi mampu menembus pasar mancanegara. 

Potensi luar biasa ini yang melatarbelakangi Bupati Batang Wihaji untuk terus memberikan dukungan dan motivasi bagi para petani di Kecamatan Bawang. 

"Keberhasilan dan kesuksesan ini jangan hanya untuk kelompoknya saja, tapi tularkan ilmu dan kesuksesan dalam membudidayakan sayuran ke petani lainnya," kata Bupati Batang Wihaji saat mengunjungi Kebun Paprika milik Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Peni Murni di Desa Deles, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (27/5/2019). 

Zaman sudah berubah, apalagi memasuki revolusi industri 4.0 lanjutnya, kalau kita tidak bisa berevolusi, petani kita akan selalu tertinggal. Oleh karena itu, Pemkab Batang terus mendorong pertanian untuk bisa berevolusi menjadi industri pertanian. 

"Industri pertanian lebih pada meningkatkan hasil dan mutu produksi, meningkatkan taraf hidup dan pendapatan petani, meningkatkan lapangan kerja dan kesempatan berusaha di bidang pertanian," terangnya. 

Ia berharap kepada petani untuk tidak malu belajar, karena kalau tidak ada kreatifitas dan inovasi dalam bertani hasilnya akan kurang, sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan sayuran di tingkat lokals, nasional apalagi bersaing ke pasar ekspor. 

"Kebutuhan komoditas sayuran tidak ada matinya, bahkan permintaan pasar terus mengalami peningkatan karena karena populasi manusia bertambah dan kebutuhan akan konsumsi juga meningkat, sehingga budidaya sayuran sebenarnya sangat menggiurkan kalau bisa dikelola secara profesional," jelasnya.

Sementara, Ketua Gapoktan Peni Murni Nur Kholis mengatakan, kelompok tani kami selain membudidayakan bawang putih juga menanam paprika, buncis, labusiam, dan kol. 

"Permintaan masyarakat terhadap sayuran baik untuk pasar dalam negri maupun luar negeri terus meningkat, bahkan tahun kemarin mampu tembus hingga ke Singapura dan Jepang," ujarnya.

Namun, lanjutnya, karena kebutuhan regional mengalami peningkatan, sehingga untuk kebutuhan mancanegara kita tidak mampu memenuhinya, karena kebutuhan kita hanya mampu memasok untuk wilayah Bandung, Bali dan Jakarta saja. 

Ia menjelaskan, sistem pertanian yang diaplikasikan pada budidaya paprika merupakan sistem pertanian modern, baik dari pengairan hingga cara penanganan hama tanaman tersebut.

Dijelaskan keuntungan budidaya paprika ini, pangsa pasar jenis buah sayuran itu masih terbuka lebar karena permintaan pasar di Bali dan Bandung mampu mencapai 4 ton per minggu, akan tetapi petani hanya masih mampu memenuhi 1 ton saja.

"Untuk luasan tanaman paprika kami hanya 5.000 meter persegi yang dalam satu minggu mampu panen 500-600kg, kalau ada permintaan petik hijau bisa sampai 1 ton perminggu, dengan harga 1 kg paprika merah Rp40 ribu dan kuning Rp34 ribu," katanya. 

Ia menyampaikan dengan lahan seluas 1 hektare, maka setiap tahunnya para petani di Desa Deles bisa dua kali panen buah sayuran jenis paprika 30 ton.

“Ada sekitar 5 ribu pohon dengan luas lahan green house 1 hektare. Dalam setahun, kami bisa panen 30 ton paprika, kemungkinan hanya para petani di Deles yang mengembangkan paprika hingga menembus pasar mancanegara,” terangnya.

Ia mengatakan semula ada anggapan dengan melakukan budi daya paprika akan merugi karena biayanya cukup besar mencapai Rp250 juta per 500 meter persegi sedang hasil panen yang diperoleh belum bisa dipastikan.

“Akan tetapi, anggapan itu kini mulai menghilang karena petani sudah mengetahui tata cara menanam paprika yang baik dan benar. Sebenarnya jika dikelola dengan baik maka petani akan mendapatkan omset sekitar Rp370 juta, sehingga modal bisa kembali pada tahun pertama,” jelasnya.

Namun, keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan Pemkab Batang melalui pendampingan Dinas Pertanian Kabupaten Batang, yang selalu membimbing kami dari pasca tanam sampai dengan pasca panen. (Humas Batang, Jateng/Edo)


Berita Lainnya

Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
10 Apr 2026 Jumadi 66
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 136
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 146
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 88
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 47
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 57