Anggota Kodim 0736 Batang melihat salah satu produk dari Kimia Farma, dengan penuh senyum para apoteker menjelaskan manfaat produk obat tersebut.
Tiap kita mengalami sakit obat sangat dibutuhkan, menjadi kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Rasanya Kimia Farma tidak diragukan lagi kemampuannya untuk memberikan pelayanan kesehatan di bidang farmasi. Kimia Farma adalah perusahaan industri farmasi pertama di Indonesia yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda tahun 1817. Kemudian pada tanggal 16 Agustus 1971, menjadi Perseroan Terbatas sehingga nama perusahaan berubah menjadi PT Kimia Farma (Persero).
Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional ke-109, Kimia Farma melakukan bakti sosial senam bersama, donor darah bekerjasama dengan PMI Batang, dan pemeriksaan kesehatan gratis.
Menurut Dedi Amhar manager Kimia Farma wilayah eks-karesidenan Pekalongan mengatakan kegiatan ini sudah dilakukan di beberapa daerah. “Bersamaan dengan Hari Kebangkitan Nasional tentunya merupakan waktu yang tepat untuk berbagi, salah satunya dengan donor darah yang diikuti Kodim 0736 Batang, Polres Batang dan acara ini terselenggara berkat dukungan dari pemkab. Batang,” katanya saat mendampingi para apoteker melayani masyarakat, di jalan Veteran Batang, Minggu (21/5).
“Kami juga mengundang Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) untuk membantu masyarakat memeriksakan kesehatannya secara gratis. Dari Kimia Farma sendiri pun juga menghadirkan para apoteker yang setiap hari melayani di apotek, kini hadir memberikan pelayanan konsultasi tentang obat – obatan,” tambah Dedi.
Dedi menyampaikan peran penting obat bagi masyarakat, karena bila sakit obat sangat dibutuhkan. Kimia Farma menjamin kualitas obat yang sampai ke tangan masyarakat, baik itu dalam bentuk sumbangan sosial atau yang dibeli di apotek Kimia Farma adalah asli./// “Maraknya obat dan vaksin palsu, masyarakat tidak perlu khawatir karena Kimia Farma melakukan pemesanan barang langsung dari distributor yang ditunjuk dan diakui oleh pemerintah jadi dijamin keasliannya,” terangnya.
Dedi mengharapkan agar masyarakat Batang mengetahui bagaimana dalam mengambil keputusan dimana mereka akan membeli obat agar kualitas terjamin, sehingga sakit yang diderita mendapat kesembuhan dari obat yang berkualitas.
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.