Pengibaran Sang Merah Putih berukuran 10×7 meter di pohon setinggi 30 meter. Foto : Arga Ulfah Pradana/MC-Batang
Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-109, Kodim 0736 berusaha untuk mengingatkan masyarakat Batang bahwa Indonesia terdiri dari suku bangsa yang majemuk. “Sudah waktunya untuk bersatu padu memupuk rasa patriotisme dan nasionalisme, tua dan muda semua jadi satu,” ujar Dandim 0736 Batang Letkol Inf Fajar Ali Nugroho saat hadir pada Apel Merah Putih Batang Bersatu, Agrowisata Sikembang desa Kembang Langit Blado Kab. Batang, Sabtu (20/5).
Acara diawali dengan konvoi sepeda motor dari jalan Veteran Batang dan berakhir di Agrowisata Sikembang Kembang Langit Blado. Dilanjutkan pengibaran Sang Merah Putih berukuran 10×7 meter di pohon setinggi 30 meter.
Bupati Terpilih Wihaji berpesan dalam sambutannya bahwa kita harus bersatu dan lupakan pilkada dan semua elemen masyarakat menciptakan kerukunan.
Dandim 0736 Batang Letkol Inf Fajar Ali Nugroho mengatakan kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional ke-109 dan dipilihnya obyek Agrowisata Sikembang Blado adalah untuk menunjukkan bahwa Batang mempunyai banyak tempat wisata yang berpotensi untuk membangun perekonomian masyarakat Batang.
Dari kalangan ormas seperti Pemuda Pancasila pun tidak tinggal diam, mereka siap menjadi garda terdepan baik diminta pemerintah pusat maupun Pemkab Batang untuk membela Indonesia, karena NKRI harga mati. Sebanyak 1 pleton Pemuda Pancasila ditambah Srikandi ikut berpartisipasi dalam konvoi tersebut.
Sementara Jumiko dari perwakilan Komunitas Batang Advanture Trail (KOMBAT) mengatakan komunitas yang mengikuti konvoi ini terdiri dari komunitas Trail, Bebek Si Pitung, CB dan RX KING. “Acara ini dijadikan kegiatan positif dan KOMBAT menjadi salah satu sarana untuk membantu pemkab menemukan sumber daya alam (SDA), tempat – tempat yang belum ditemukan yang nantinya bisa dijadikan tempat wisata sehingga dapat meningkatkan potensi, perekonomian dan Batang semakin dikenal,” terangnya.
Dalam acara tersebut dihadiri pula Bupati terpilih H. Wihaji, perwakilan Forkompinda, Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono, organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila dan Srikandi, dan Komunitas Batang Advanture Trail (KOMBAT).
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.