Pj Bupati Batang Siswo Laksono mengawali tradisi sarapan sego megono bersama Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang. Foto : Edo Solihun/Humas
Pj Bupati Batang Siswo Laksono, mengawali tradisi sarapan sego megono bersama Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang dan Camat se-Kabupaten Batang yang berlangsung di aula Kantor Bupati setempat, Senin (15/5).
Pj.Bupati Batang Siswo Laksono menyampaikan bahwa kegiatan makan nasi megono dimaksudkan untuk menjalin kebersamaan dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) sehingga tetap terjaganya tali silaturahim dan komunikasi untuk membahas permasalahan di Kabupaten Batang.
“Kegitan ini kami harapkan tetap terjaga dan terus berlanjut, selain kebersamaan juga untuk menjalin komunikasi untuk membahas permasalahan-permasalahan yang ada pada hari itu dan diselesaikan hari itu juga untuk di ambil kebijakannya,” Kata Pj Siswo Laksono.
Lebih lanjut dalam kegiatan tersebut Siswo Laksono membahas terkait dengan kegiatan di tahun 2016 yang masih ada kegiatan yang gagal terkait proyek pembangunan yang ada 14 kontrak yang nilainya hampir dua milyar. “Ini memang suatu hal yang sangat tinggi, namun sebenarnya hal ini bisa dicegah dan saya tidak menginginkan di tahun 2017 terjadi lagi,” pinta Siswo Laksono.
Agar semua kegiatan berjalan dengan baik dan terlaksana dengan sesuai aturan yang berlaku, Siswo berharap kepada Asisten Sekda untuk lebih aktif lagi memanggil OPD agar diketahui kesulitan-kesulitan yang terjadi, sehingga sejak awal sudah diketahui proyek ini akan bermasalah, kontraktor akan bertindak curang dan sebagainya.
“kalau hanya dibuat daftar hitam, rekanan begitu masuk dalam daftar hitam mereka sudah memiliki WTB dan ini suatu perbuatan kecurangan yang wajib kit waspadai bersama sehinga kedepan Kabupaten Batang tidak dirugikan terhadap pelaksanaan proyek-proyek dimenangkan oleh persusahaan yang tidak bertangung jawab,” kata Siswo Laksono.
Diharapkan juga untuk Unit Pelayanan Pengadaaan (ULP) untuk tidak takut dengan siapapun dalam proses lelang secara elektronik, karena dulu pernah ada permasalahan dengan server komputer yang tidak bisa buka. Hal seperti ini menjadi masalah dan kedepan diharapkan tidak terjadi lagi.
“Kedepan perlu di lakukan pembinaan-pembinaan dan pengetatan pada waktu cek ketersediaan alat ini tidak dilaksanakan sesuai dengan ketentuan, juga pembinaan kepada petugas-petugas ULP dan diperketat sehingga dapat melakukan tugas sesuai dengan janji ASN. Dan saya minta di tahun 2017 tidak ada lagi proyek yang tidak bisa dilaksnakan,” tegas Siswo Laksono.
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.