Tradisi Sarapan Sego Megono Mengawali Pembahasan Permasalahan Pemerintahan Daerah

Senin, 15 Mei 2017 Lukman Hadi Lukito Dibaca 1.507 kali Seni dan Budaya
Tradisi Sarapan Sego Megono Mengawali Pembahasan Permasalahan Pemerintahan Daerah
Pj Bupati Batang Siswo Laksono mengawali tradisi sarapan sego megono bersama Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang. Foto : Edo Solihun/Humas
Pj Bupati Batang Siswo Laksono, mengawali tradisi sarapan sego megono bersama Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang dan Camat se-Kabupaten Batang yang berlangsung di aula Kantor Bupati setempat, Senin (15/5).

Pj.Bupati Batang Siswo Laksono menyampaikan bahwa kegiatan makan nasi megono dimaksudkan untuk menjalin kebersamaan dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) sehingga tetap terjaganya tali silaturahim dan komunikasi untuk membahas permasalahan di Kabupaten Batang.

“Kegitan ini kami harapkan tetap terjaga dan terus berlanjut, selain kebersamaan juga untuk menjalin komunikasi untuk membahas permasalahan-permasalahan yang ada pada hari itu dan diselesaikan hari itu juga untuk di ambil kebijakannya,” Kata Pj Siswo Laksono.

Lebih lanjut dalam kegiatan tersebut Siswo Laksono membahas terkait dengan kegiatan di tahun 2016 yang masih ada kegiatan yang gagal terkait proyek pembangunan yang ada 14 kontrak yang nilainya hampir dua milyar. “Ini memang suatu hal yang sangat tinggi, namun sebenarnya hal ini bisa dicegah dan saya tidak menginginkan di tahun 2017 terjadi lagi,” pinta Siswo Laksono.

Agar semua kegiatan berjalan dengan baik dan terlaksana dengan sesuai aturan yang berlaku, Siswo berharap kepada Asisten Sekda untuk lebih aktif lagi memanggil OPD agar diketahui kesulitan-kesulitan yang terjadi, sehingga sejak awal sudah diketahui proyek ini akan bermasalah, kontraktor akan bertindak curang dan sebagainya.

“kalau hanya dibuat daftar hitam, rekanan begitu masuk dalam daftar hitam mereka sudah memiliki WTB dan ini suatu perbuatan kecurangan yang wajib kit waspadai bersama sehinga kedepan Kabupaten Batang tidak dirugikan terhadap pelaksanaan proyek-proyek dimenangkan oleh persusahaan yang tidak bertangung jawab,” kata Siswo Laksono.

Diharapkan juga untuk Unit Pelayanan Pengadaaan (ULP) untuk tidak takut dengan siapapun dalam proses lelang secara elektronik, karena dulu pernah ada permasalahan dengan server komputer yang tidak bisa buka. Hal seperti ini menjadi masalah dan kedepan diharapkan tidak terjadi lagi.

“Kedepan perlu di lakukan pembinaan-pembinaan dan pengetatan pada waktu cek ketersediaan alat ini tidak dilaksanakan sesuai dengan ketentuan, juga pembinaan kepada petugas-petugas ULP dan diperketat sehingga dapat melakukan tugas sesuai dengan janji ASN. Dan saya minta di tahun 2017 tidak ada lagi proyek yang tidak bisa dilaksnakan,” tegas Siswo Laksono.

Tim Reportase :
Rilis : Edo Solihun
Editor : Lukman Hadi Lukito

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 71
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 121
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 126
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 72
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 36
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 41