Ketua PMI kabupaten Batang Achmad Taufiq (nomor dua dari kanan) didampingi Kepala divisi penanggulangan bencana PMI Pusat Arifin M Hadi akan menanam bibit magrove di pesisir pantai Siklayu desa Sidorejo Grinsing Batang.
Untuk mencegah abrasi pantai yang kian mengancam di daerah pesisir, PMI Kabupaten Batang menanam Sebanyak 1500 pohon magrove di pesisir pantai Siklayu desa Sidorejo Grinsing Batang, Kamis (11/5).
Kegiatan tersebut juga melibatkan Kodim 0736 Kabupaten Batang yang langsung dipimpin oleh letkol Fajar Ali Nugraha, Muspika Kecamatan Gringsing, para relawan dan pelajar.
Ketua PMI kabupaten Batang Achmad Taufiq mengatakan, "kegiatan ini merupakan proyek tambahan dari program Pengurangan Risiko Terpadu Berbasis Masyarakat (PERTAMA) yang dilakukan di desa Klidang Lor dan Karangasem Utara. Tidak hanya untuk menyelamatkan daerah pesisir, kedepannya tentu akan banyak manfaat yang didapat dari penanaman mangrove tersebut seperti munculnya destinasi wisata baru".
“Kegiatan ini didukung dari PMI Pusat yang diwakili pak Arifin dan Jawa Tengah yang secara langsung ikut hadir bersama menanam mangrove secara bersama-sama,” katanya.
Taufiq menyampaikan bahwa PMI Batang menginginkan kedepan agar program PERTAMA yang telah dilakukan di satu kecamatan tahun depan bisa ditambah tidak hanya di Kecamatan Batang. “Melalui kegiatan nyata ini fokus PERTAMA dapat dilakukan di kecamatan lain seperti kecamatan Grinsing dan Subah,” tuturnya.
Sementara Komandan Kodim 0736 Batang Letkol Inf Fajar Ali Nugraha mengatakan, "Tentu kegiatan penghijauan ini sangat berguna mengatasi permasalahan garis pantai yang terancam abrasi. Kodim 0736 Batang selama ini telah mendukung setiap program yang dilakukan PMI Batang salah satunya yang telah berjalan adalah pengalanggan dana. Bahkan kedepan karena kegiatan ini dipantau langsung oleh PMI Pusat kedepan akan ada MOU antara PMI dan TNI untuk menyelamatkan kelestarian laut Indonesia. Harapannya kerjasama antar semua pihak ini dapat menjaga kelestarian ekosistem laut kita,” jelasnya.
Kepala divisi penanggulangan bencana PMI Pusat Arifin M Hadi menjelaskan PMI pusat sangat mengapresiasi yang dilakukan oleh PMI Batang yang secara inisiatif melakukan program penanaman magrove meskipun awalnya tidak masuk program utama. “Kami juga akan membuat Mou dengan TNI agar dapat berperan aktif dalam menyelamatkan garis pantai Indonesia melalui penanaman magrove dan pohon cemara karena dua jenis pohon tersebut memiliki kelebihan seperti dapat mengelurakan zat-zat penyerap air, menyerap karbondioksida dan melepaskan oksigen,” terangnya. (Iwan/RN)
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.