Pj. Bupati Batang Siswo Laksono dan Sri Sumekar saling tukar cindera mata sebagai kenang-kenangan saat Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca yang bertempat di aula kantor Pemerintah Kabupaten Batang, Senin (8/5). Foto : Iwan/Humas
Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menyelenggarakan Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca yang bertempat di aula kantor Pemerintah Kabupaten Batang, Senin (8/5).
Pj. Bupati Batang Siswo Laksono pada saat membuka acara mengatakan, "Dengan adanya kegiatan perpustakaan ini diharapkan gemar membaca masyarakat akan berkembang. Dan bahan-bahan itu sesuai dengan potensi desa yang bersangkutan, kalau itu daerah nelayan ya perpustakaanya berkaitan dengan perikanan dan sebagainya".
"Dengan adanya Kabupaten Batang sebagai tempat Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca ini kedepan tentunya Batang akan menjadi pusat perhatian. Tadi Ibu Merlinda anggota DPR RI juga menyatakan kedepan akan mengedrop atau memberikan beberapa alokasi dana untuk pembangunan perpustakaan di Kabupaten Batang," ujar PJ. Bupati Batang Siswo Laksono.
Kepala Pusat Preservasi Bahan Pustaka Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Sri Sumekar menyampaikan bahwa rendahnya kegemaran membaca disebabkan oleh beberapa aspek, antara lain masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang berbudaya tutur dimana bentuk pertukaran informasinya masih secara lisan.
"Semua informasi, gagasan dan pengetahuan hanya disimpan dalam ingatan seperti dapat kita lihat, di kedai kopi, stasiun, bandara dan arena publik lainnya kita lebih sering melihat orang mengobrol main gawe atau melamun daripada membaca," ujar Sri Sumekar.
"Budaya membaca harus dijadikan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Kegemaran membaca akan berdampak pada budaya membaca baik secara langsung maupun tidak langsung, kebiasaan membaca menjadi salah satu indikator kualitas bangsa," kata Sri Sumekar.
Sri Sumekar mengajak mari kita melangkah bersama seiring sejalan satu arah dan satu tujuan demi terwujudnya cita-cita bangsa Indonesia sebagai bangsa yang cerdas, maju, sejahtera dan berkarakter berbudaya gemar membaca. Pada kesempatan tersebut Pj. Bupati Batang Siswo Laksono dan Sri Sumekar saling tukar cindera mata sebagai kenang-kenangan.
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.