Menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran kenaikan harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik seiring dengan naiknya kebutuhan masyarakat. Untuk antisipasi lonjakan harga yang tidak wajar pemerintah melalui Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Mawar Setda Kabupaten Batang, Rabu (3/5).
Sekertaris Daerah Kabupaten Batang Nasikhin Selaku Ketua TPID saat memipin rapat mengatakan, “TPID harus bergerak cepat dan harus menggunkan sistem teknologi informasi, dengan menggunakan aplikasi untuk melihat dan memantau harga kebutuhan pokok masyarakat”. Jelas Nasikhin.
"Selain itu juga ada beberapa faktor pengendalian bahan pokok masyarakat yang harus kita kaji seperti faktor produksi, pendistribusian, tata niaga dan prilaku konsumen. Faktor tersebutlah yang nanti kita kaji berdasarkan data, sehingga harga bahan pokok masyarakat dapat dikendalikan untuk keterjangkauan harga bahan pokok,” kata Sekda
Nasikhin juga mengatakan pemerintah pusat melalui Mentri Perdaganagan sudah menjamin stok kebutuhan pangan masyarakat aman menjelang lebaran baik yang disuplai dalam negeri maupun yang dari luar negeri.
Kepala Bulog Kabupaten Batang Taryono mengatakan, "Beras yang di kuasai untuk penyaluran beras miskin sebagai cadangan pemerintah, untuk stok beras 7.044 ton untuk enam bulan kedepan cukup dan untuk daging beku bulog juga sudah memiliki stok 80.000 kg, minyak goreng 1.400 liter dan gula pasir 9.000 ton sehingga untuk kebutuhan lebaran dirasa aman dan cukup”. Jelas Taryono.
Dalam kesemapatan yang sama Pj. Bupati Siswo Laksono dan Waka Polres Batang Kompol widodo Ponco Susanto ikut dalam konferensi pers yang beralangsung di Polres bersama Mendagri, Kapolri dan Mentri Perdagangan yang membahas kesiapan kebutuhan pokok dan bahan makanan menjelang lebaran serta situasi kamtibmas (Kemanaman Ketertiban Masyarakat) menjelang lebaran dan antisipasi dampak kondisi perekonomian terhadap kamtibmas.
Dalam pembahasan tersebut telah disepakati beberapa produsen untuk tidak bermain spekulasi yang berdampak merugikan konsumen, dan ketersediaan beberapa komoditas stok sudah mencukupi dan terkendali dan akan rutin dilaksanakan operasi pasar untuk menjamin keamanan stok, untuk lebih bisa menegndalikan harga dan stok pangan jajaran pemerintah dan koordinasi dengan instansi terkait termasuk Satgas Pangan POLRI akan melakukan pengawasan.
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.