Gubernur Ganjar Pranowo bersama Forkopimda Kab Batang dan pengurus Ormas Islam NU Provinsi dan Daerah.
"Kalau kita bicara wawasan kebangsaan dengan Nahdlatul Ulama dari GP Ansor, Banser semuanya tidak ada yang di ragukan lagi", hal tersebut disampaikan Gubernur Ganjar Pranowo saat membuka Kemah Bhakti II dalam rangka Hari Lahirnya GP Ansor Ke 83 yang berlangsung Di Desa Tombo Kecamatan Batang Sabtu Malam (22/4).
Gubernur juga mengatakan, "Pemerintah sangat terbantu dengan NU melalui kegiatan-kegiatanya yang selalu meneguhkan semangat kebangsaan, karena ketika beberapa persoalan muncul NU mendekati dengan cara-cara yang lebih lembut lebih humanis untuk membicarakan bagaimana kesepakatan para pendiri bangsa ini terhadap tegaknya NKRI dan bagaimana cara merawatnya bersama-sama. Maka mereka kalau ada yang ngelikitik (menggelitik) yang menggagu Bangsa kita ajak mereka untuk kembali pada kesepakatan bagaimana berbangsa dan berengara ini".
Ganjar juga mengatakan guncangan ekonomi dunia kita harus bisa menghadapinya, termasuk perang yang tidak secara fisik seperti narkoba,pornografi dan media sosial, "Indonesia juga tetap harus bisa menghadapinya. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang mempunyai kemampuan survive terhadap ancaman pangan karena di Indonesia mampu memproduksi makanan sendiri. Kita harus tunjukan kepada dunia dengan kegiatan ini kita jarus bisa membentuk karakter generasi bangsa dan harus ada manfaat dari acara ini untuk bangsa kedepan. Untuk itu mari kita suarakan kebenaran bersama-sama sebagai sikap kebangsaan yang jelas demi NKRI", Tegas Ganjar.
Ketua PWNU Jateng KH. Abu Hapsin mengatakan, "Kegiatan ini untuk membawa kita lebih merenungkan lagi terhadap permasalahan Kebangsaan Indonesia. Kegiatan ini mengorbankan beberapa hari jangan terbuang sia-sia. Kedepan tantangan kebangsaan sangat berat, ideologi pola pemahaman orang NU adalah pemahaman yang telah teruji sebelum kemerdekaan, awal kemerdekaan, orde lama, orde baru dan orde reformasi, sumbangan terbesar dari NU terletak dari pemahaman terhadap agamanya yang membuat Indonesia stabil dalam politik".
Ketua GP Ansor Jawa Tengah Ikhwanudin menyampaikan bahwa kegiatan Kemah Bhakti GP Ansor merupakan kegiatan rutin yang di mulai tahun lalu yang bertempat Di Ungaran, pada tahun ini dilaksanakan di Desa Tombo Kecamatan Bandar Kabupaten Batang yang akan berlangung tanggal 22 - 26 April 2017."Kemah Bhakti ini dengan agenda sarasehan kebangsaan, ajang prestasi dengan sebelas kejuaraan perlombaan IT dalam rangka menanggulangi berita hoax, bhakti sosial, display hasil produk, mukahadah dan ansor bersolawat, dan Apel NKRI", sambung Ikhwanudin.
Kemah Bhakti Ansor diikuti 790 peserta dari 32 cabang GP Ansor di Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan unruk memberikan wawasan kebangsaan kepada kader GP Ansor agar siap siaga dalam menghadapi ideologi yang anti Pancasila dan NKRI.Dalam kegiatan tersebut juga di hadiri oleh Pj. Bupati Batang Siswolaksono, Forkopimda, dan para pengurus Ormas Islam Nahdlatul Ulama dari jajaran Provinsi dan Daerah.
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.