Plt. Bupati saat memberikan sambutan dalam sosialisasi program Komunikasi dan Informatika serta Desa Pintar (Smart Village). Foto : Edo/Humas
Batang – Sosialisasi program Komunikasi dan Informatika serta Desa Pintar (Smart Village) yang digagas Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang, diselenggarakan di Aula Bupati Batang Selasa (4/4). Acara diikuti oleh camat se-Kabupaten Batang beserta utusan dari 10 desa setiap kecamatan, serta beberapa OPD terkait.
“Maksud dari kegiatan ini adalah untuk menselaraskan program dan kegiatan kementerian, Pemda hingga desa, khususnya di Kabupaten Batang. Selain itu sebagai upaya pemantapan kegiatan smart village, menggali potensi dan peluang usaha mulai tingkat desa hingga tingkat kabupaten dan terakhir mendorong tumbuhnya inovasi baik dikalangan pemerintahan maupun masyarakat,” kata Jamal Abdul Naser, Kadiskominfo Batang, saat membuka acara.Plt Bupati Batang Nasikhin dalam sambutannya sangat mengapresiasi acara ini. Acara serupa sebaiknya diselenggarakan secara kontinyu, dan ada tahap evaluasi.
“Kolaborasi antara Kementerian Kominfo dan Pemkab Batang dalam hal penyediaan akses jaringan adalah sebagai wujud dari pelayanan pada masyarakat. Namun dalam pemanfaatannya, masyarakat harus bijaksana. Tidak boleh dipergunakan untuk hal-hal negative utamanya tidak untuk penyebaran hoak,” kata Nasikhin.
Sebagai pembicara, hadir Dadang Irianto dari Ditjen Pengembangan Pita Lebar dan Liz Zeny serta Syukri Qodri dari Badan Ekonomi Kreatif.
“Kementerian Kominfo melalui Ditjen Pengembangan Pita Lebar saat ini memfokuskan kegiatan penguatan jaringan khususnya di daerah 3T (Terluar, Terdalam, dan Tertinggal). Namun bila masih terdapat blank spot pada desa-desa di Pulau Jawa, segera kirimkan proposal untuk segera kami tindak lanjuti,” kata Dadang.
Liz Zeny dari Bekraf menyampaikan, bahwa saat ini Bekraf sangat mendukung usaha dan kegiatan kreatif masyarakat. Dukungan itu tertuang dalam 16 subsektor program kerja Bekraf, yang tujuannya adalah sebagai wadah untuk mendukung dan memajukan memajukan ekonomi kreatif masyarakat.
Antusias peserta pada acara ini terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Para kepala desa yang hadir sangat mengharapkan pemerintah untuk lebih memperhatikan koneksi jaringan di desa. Disamping itu, dukungan penuh pada sektor ekonomi kreatif masyarakat turut menjadi harapan bersama dari peserta sosialisasi.
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.