Batang – Plt Bupati Batang Nasikhin, Jumat (31/3) bertempat di Kantor Kelurahan Karangasem Utara mendeklarasikan Gerakan Pembasmian Sarang Nyamuk dan Pemantauan Jentik Bersama (GERMAS) secara serentak dalam raangka HUT PPNI Ke-43 tingkat Kabupaten Batang.
Plt Bupati Nasikhin sangat apresiasi kegiatan gerakan pembasmian sarang nyamuk dan pemantauan jentik bersama yang di pelopori PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Batang bersama masyrakat secara serentak.
“Kami harapkan GERMAS ini bisa berkelanjutan, jangan sebagai kegiatan seremonial saja. Manfaatnya agar masyarakat benar terbantu. Kehadiran teman-teman perawat yang tergabung dalam PPNI untuk mensosialisasikan hidup sehat, antisipasi dan bebas DBD,” kata Nasikhin.
Disampaikan juga bahwa diusia ke-43 merupakan puncak produktivitas dan terbukti mampu mencatat rokor MURI untuk kegiatan penyuluhan cuci tangan secara serentak. Pembangunan kesehatan merupakan sektor utama pelayanan dasar pemerintah. Dalam pelaksanaanya Dinas Kesehatan secara sinergi dengan pendekatan multi sektoral.
“Karena pembanguan kesehatan salah satu indikator penting untuk mengukur Indeks Pembangunan Manusia dimana IPM kita secara nasional berada di urutan ke-65. Dalam membangun kesehatan bukan sekedar membangun pusat kesahatan saja tapi juga pola pikir masyarakat untuk hidup sehat,” jelas Nasikhin.
Sekretaris Dinas Kesehatan Agus Jaelani mengatakan bahwa penyakit demam berdarah harus di waspadai bersama. Untuk itu kerjasama pemberantasan sarang nyamuk, sangat penting dan harus ditingkatkan, karena antisipasi lebih penting sehingga rutinitas pemberantasan nyamuk bisa dilaksanakan,” jelas Agus.
Ketua PPNI Kabupaten Batang M Fajri mengatakan, rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT PPNI antara lain kegiatan penyuluhan cuci tangan secara sehat kepada masyarakat yang tercatat dalam rekor MURI, dan kegiatan bhakti sosial donor darah yang dikalangan perawat dan keluarganya.
Gerakan Pembasmian Sarang Nyamuk dan Pemantauan Jentik Bersama merupakan puncak rangkaian kegiatan HUT PPNI, kegiatan yang melibatkan anggota PPNI, kader kesahatan, dan masyrakat. Karena di Batang angka kejadian DBD (Demam Berdarah Dengue) termasuk tertinggi. Di Desa Karangasem Utara menjadi yang tertinggi di Batang.
“Kita akan masuk kerumah warga untuk memeriksa jenik nyamuk dan penampungan air, baik didalam maupun yang diluar rumah, kandang ternak, dan mengajak masyarakat untukmenjalankan pola hidup sehat,” pungkas Fajri.
Tim Reportase : Rilis : Edo Solihun Editor : Novia Ekawati Tama
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.