Batang - Tak hanya fokus pada promosi keunggulan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Batang Nusantara Expo 2025, juga menjadi magnet tersendiri bagi pelaku UMKM dalam menggerakkan perekonomian. 86 stan dari UMKM, BUMN, hingga provinsi turut membanjiri tiap sudut sepanjang Jalan Veteran dan Jalan Diponegoro dengan ragam produk, untuk mencapai target transaksi hingga Rp2 miliar.
Batang - Tak hanya fokus pada promosi keunggulan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Batang Nusantara Expo 2025, juga menjadi magnet tersendiri bagi pelaku UMKM dalam menggerakkan perekonomian. 86 stan dari UMKM, BUMN, hingga provinsi turut membanjiri tiap sudut sepanjang Jalan Veteran dan Jalan Diponegoro dengan ragam produk, untuk mencapai target transaksi hingga Rp2 miliar.
Kepala
Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop & UKM) Batang
Wahyu Budi Santoso memastikan produk yang dipasarkan selama gelaran Batang
Nusantara Expo, seluruhnya hasil dari UMKM binaan Disperindagkop, Provinsi Jawa
Tengah maupun BUMN.
“Contohnya
Kementerian Imigrasi pun memiliki UMKM binaan yang turut ditampilkan di sini,†katanya,
saat ditemui di area Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (27/12/2025)
malam.
Terdapat
puluhan stan dari UMKM, BUMN, perbankan hingga KDMP turut ambil bagian untuk
menyemarakkan even tersebut. "Ada 86 stan, untuk Koperasi Desa Merah Putih
14 stan 9 di antaranya dari Kabupaten Batang dan 5 lainnya dari Kabupaten
Magelang, Pekalongan, Pati, Demak,†jelasnya.
Yang
pasti, Disperindagkop bersama seluruh pemangku kebijakan bersinergi untuk
mengupayakan agar para pelaku UMKM secara perlahan naik kelas, dengan terus
melakukan perbaikan kualitas produk dan pola pemasaran. Untuk KDMP pun
diupayakan semakin mendapat kepercayaan dari publik, setelah melihat kolaborasi
yang baik dengan pelaku UMKM.
“Target
transaksi kami semoga Batang Nusantara Expo 2025, bisa mencapai Rp2 miliar,†tegasnya.
Pengelola
KDMP Tersono Bigodewanto mengapresiasi, pemerintah karena mengkolaborasikan
antara Koperasi Merah Putih dengan UMKM. Hal itu akan berdampak positif bagi
perekonomian masyarakat kecil, karena hampir sebagian besar produk yang dijual
berasal dari UMKM.
“Produk
unggulan di Tersono adalah opak yang penjualan secara online maupun langsung
bisa menembus luar daerah. Namun diakui memang ada sedikit kendala, belum
sinkronnya antara beberapa desa, sehingga belum bisa memastikan capaian
hasilnya secara utuh, tapi perkiraan dua ton opak yang terjual,†ungkapnya.
Respons
positif ditunjukkan Solihati warga Kauman yang mendukung kembalinya Batang
Nusantara Expo di tahun 2025, karena selama beberapa tahun masyarakat sangat
merindukan even tahunan tersebut. Baginya tampilan produk yang dijajakan sangat
menarik karena menyuguhkan keragaman dari hasil UMKM Batang.
“Bagus
produk-produknya, ini beragam dan bisa menghidupkan perekonomian warga lokal,
jadi biar laku semaunya,†ujar dia.
Masyarakat
Batang dan sekitarnya dapat mengunjungi 86 stan baik dari UMKM hingga BUMN
serta menikmati hiburan musik langsung serta Festival of Light Batang yang
dapat disaksikan hingga 31 Desember 2025, di area Alun-alun Batang. (MC Batang,
Jateng/Heri/Jumadi)