Batang - Belasan anggota Korps Sukarelawan (KSR) PMI Batang mendapatkan Diklat Pertolongan Pertama langsung dari para pelatih berkompeten, sebagai upaya memantapkan kemampuan ketika terjun di lapangan. Diklat tersebut memberikan pelatihan khusus seputar pertolongan pertama, agar anggota PMI lebih memahami secara detail langkah-langkah yang harus diambil ketika menangani korban di lapangan.
Batang - Belasan anggota Korps Sukarelawan (KSR) PMI Batang mendapatkan Diklat Pertolongan Pertama langsung dari para pelatih berkompeten, sebagai upaya memantapkan kemampuan ketika terjun di lapangan. Diklat tersebut memberikan pelatihan khusus seputar pertolongan pertama, agar anggota PMI lebih memahami secara detail langkah-langkah yang harus diambil ketika menangani korban di lapangan.
Wakil
ketua Bidang SDM dan Relawan PMI Batang Sri Mulyatno menerangkan, beberapa
pelatihan diberikan secara intensif selama beberapa hari, di antaranya metode
evakuasi terhadap korban kecelakaan maupun kebencanaan.
“Diklat
digelar selama empat hari, dan ini hari terakhir, peserta diberi kesempatan
mengisi post test, untuk mengetahui seberapa mendalam dalam memahami materi dan
praktik yang diberikan,†katanya, saat ditemui di Aula PMI Batang, Kabupaten
Batang, Minggu (14/12/2025).
Diklat
tersebut juga merupakan langkah PMI untuk menyiapkan SDM, dalam menyambut
Nataru beberapa hari lagi serta persiapan dalam penanganan kebencanaan.
“Kami
menargetkan 15 peserta, namun ternyata peminatnya hingga 17 orang dan semua
dari Markas Unit PMI,†tegasnya.
Sri
Mulyatno memastikan, ke-17 peserta itu telah lolos sebagai anggota KSR dengan
pola 70 jam. Saat ini menerapkan pola 30 jam, karena mereka spesialisasi
pertolongan pertama.
Ikhsan
selaku Komandan KSR PMI Batang menyampaikan, selama empat hari anggota telah
dibekali berbagai materi dan praktik langsung, seputar pertolongan dasar,
anatomi tubuh, cidera otot rangka hingga evakuasi.
“Yang
paling sulit itu ketika kami harus mengevakuasi korban yang terjebak di dalam
kendaraan, tapi dengan pelatihan ini kami jadi lebih siap melakukan penanganan
intensif,†jelasnya.
Setelah
mengikuti diklat, para peserta menjadi lebih memahami langkah-langkah yang
cepat dan tepat, ketika terjadi peristiwa kecelakaan maupun kebencanaan.
“Sebentar
lagi kan mau perayaan Nataru, kami sudah lebih siap untuk diterjunkan ke
lapangan,†ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)