Ziarah Astana Pasekaran, Bupati Batang Ajak Gen Z tak Lupakan Sejarah

Rabu, 09 April 2025 Jumadi Dibaca 945 kali Acara Pimpinan Daerah
Ziarah Astana Pasekaran, Bupati Batang Ajak Gen Z tak Lupakan Sejarah
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan bersama Wabup Suyono berziarah ke Makam Astana Pasekaran Batang, tempat peristirahatan para pendiri Kabupaten Batang sejak masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo.

Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan bersama Wabup Suyono berziarah ke Makam Astana Pasekaran Batang, tempat peristirahatan para pendiri Kabupaten Batang sejak masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo.

Sebelumnya Bupati Faiz bersama rombongan juga telah berziarah ke makam Adipati Batang I Kanjeng Pangeran Adipati (KPA) Mandurorejo, di Dukuh Protowetan, Kaliwungu Kabupaten Kendal.

Ziarah tersebut merupakan bagian dari rangkaian memperingati Hari Kembalinya Kabupaten Batang Ke-59, dari Kabupaten Pekalongan. Usai menggelar tahlil dan doa di pusara makam Adipati Kanjeng Raden Tumenggung Suro Adiningrat I atau Kyai Sedo Rawuh, Bupati Faiz menyampaikan, ziarah ini untuk mengenang jasa para pendiri Kabupaten Batang.

“Setiap daerah punya perjalanan sejarah panjang yang melibatkan peran banyak pejuang, mulai pendirian hingga pembangunannya. Kegiatan ini harus terus dilestarikan agar generasi muda memahami, bahwa Batang bisa seperti sekarang ini karena melalui proses panjang dan peran besar para leluhur,” tegasnya, saat ditemui di Makam Astana Pasekaran, Kabupaten Batang, Rabu (9/4/2025).

Bupati Faiz mengharapkan, perjalanan panjang tersebut selayaknya menjadi evaluasi bagi masyarakat, agar dapat diambil pelajaran positifnya.

“Dari perjalanan panjang ini, mana yang perlu diperbaiki, agar menjadi semakin baik di masa depan,” jelasnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat, KH. Zainal Muttaqin mengatakan, di dalam Komplek Makam Astana Pasekaran, disemayamkan 22 Adipati/Bupati sejak masa Mataram Islam. Di antaranya, Kanjeng Raden Tumenggung Suro Adiningrat I, Kanjeng Pangeran Ario Suro Adiningrat, Tumenggung Puspo Negoro, Raden Tumenggung Cokrojoyo, Kanjeng Adipati Aryo Suryo Diningrat.

KH. Zainal Muttaqin menerangkan, berdasarkan sejarah Kabupaten Batang berdiri lebih dahulu dibandingkan Kabupaten Pekalongan.

“Karena menurut catatan, tahun 1614 KPA Mandurorejo diutus Sultan Agung mendirikan Kabupaten Batang, baru tahun 1622 mendirikan Kabupaten Pekalongan,” terangnya.

Sebagai pengganti, Kabupaten Batang dipimpin oleh adik laki-laki KPA Mandurorejo, yakni Tumenggung Uposonto. Terkait peringatan saat ini adalah “Kembalinya Kabupaten Batang” karena tahun 1932-1966 bergabung dengan Kabupaten Pekalongan.

“Kalau soal tahun hari jadi dikembalikan sesuai masa Mataram Islam, itu keputusannya dikembalikan ke Pemkab Batang,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Gubernur Jateng Dorong PPRT Batang Jadi Percontohan, Tekankan Peran Strategis RT Gubernur Jateng Dorong PPRT Batang Jadi Percontohan, Tekankan Peran Strategis RT
Gubernur Jateng Dorong PPRT Batang Jadi Percontohan, Tekankan Peran Strategis RT
Batang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan dalam rangka Ziarah Kebangsaan sekaligus pembinaan Paguyuban Ketua Rukun Tetangga (PPRT) di Desa Gringgingsari, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Minggu (1242026).
12 Apr 2026 Jumadi 55
PBSI Batang Dikukuhkan, Targetkan Atlet Lolos 10 Besar Porprov PBSI Batang Dikukuhkan, Targetkan Atlet Lolos 10 Besar Porprov
PBSI Batang Dikukuhkan, Targetkan Atlet Lolos 10 Besar Porprov
Batang - Pengurus Provinsi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jateng telah mengkuhkan, Suudi sebagai Ketua PBSI Batang untuk masa bakti 2025 - 2029. Pasca dikukuhkan, seluruh Pengkab PBSI Batang segera menggelar rapat kerja untuk menentukan target dan even yang dapat membawa atlet bulutangkis daerah menembus ke kancah provinsi maupun nasional.
11 Apr 2026 Jumadi 51
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 115
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 82
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 170
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 161