Ziarah Astana Pasekaran, Bupati Batang Ajak Gen Z tak Lupakan Sejarah

Rabu, 09 April 2025 Jumadi Dibaca 959 kali Acara Pimpinan Daerah
Ziarah Astana Pasekaran, Bupati Batang Ajak Gen Z tak Lupakan Sejarah
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan bersama Wabup Suyono berziarah ke Makam Astana Pasekaran Batang, tempat peristirahatan para pendiri Kabupaten Batang sejak masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo.

Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan bersama Wabup Suyono berziarah ke Makam Astana Pasekaran Batang, tempat peristirahatan para pendiri Kabupaten Batang sejak masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo.

Sebelumnya Bupati Faiz bersama rombongan juga telah berziarah ke makam Adipati Batang I Kanjeng Pangeran Adipati (KPA) Mandurorejo, di Dukuh Protowetan, Kaliwungu Kabupaten Kendal.

Ziarah tersebut merupakan bagian dari rangkaian memperingati Hari Kembalinya Kabupaten Batang Ke-59, dari Kabupaten Pekalongan. Usai menggelar tahlil dan doa di pusara makam Adipati Kanjeng Raden Tumenggung Suro Adiningrat I atau Kyai Sedo Rawuh, Bupati Faiz menyampaikan, ziarah ini untuk mengenang jasa para pendiri Kabupaten Batang.

“Setiap daerah punya perjalanan sejarah panjang yang melibatkan peran banyak pejuang, mulai pendirian hingga pembangunannya. Kegiatan ini harus terus dilestarikan agar generasi muda memahami, bahwa Batang bisa seperti sekarang ini karena melalui proses panjang dan peran besar para leluhur,” tegasnya, saat ditemui di Makam Astana Pasekaran, Kabupaten Batang, Rabu (9/4/2025).

Bupati Faiz mengharapkan, perjalanan panjang tersebut selayaknya menjadi evaluasi bagi masyarakat, agar dapat diambil pelajaran positifnya.

“Dari perjalanan panjang ini, mana yang perlu diperbaiki, agar menjadi semakin baik di masa depan,” jelasnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat, KH. Zainal Muttaqin mengatakan, di dalam Komplek Makam Astana Pasekaran, disemayamkan 22 Adipati/Bupati sejak masa Mataram Islam. Di antaranya, Kanjeng Raden Tumenggung Suro Adiningrat I, Kanjeng Pangeran Ario Suro Adiningrat, Tumenggung Puspo Negoro, Raden Tumenggung Cokrojoyo, Kanjeng Adipati Aryo Suryo Diningrat.

KH. Zainal Muttaqin menerangkan, berdasarkan sejarah Kabupaten Batang berdiri lebih dahulu dibandingkan Kabupaten Pekalongan.

“Karena menurut catatan, tahun 1614 KPA Mandurorejo diutus Sultan Agung mendirikan Kabupaten Batang, baru tahun 1622 mendirikan Kabupaten Pekalongan,” terangnya.

Sebagai pengganti, Kabupaten Batang dipimpin oleh adik laki-laki KPA Mandurorejo, yakni Tumenggung Uposonto. Terkait peringatan saat ini adalah “Kembalinya Kabupaten Batang” karena tahun 1932-1966 bergabung dengan Kabupaten Pekalongan.

“Kalau soal tahun hari jadi dikembalikan sesuai masa Mataram Islam, itu keputusannya dikembalikan ke Pemkab Batang,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian
Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian
Batang - Keberagaman di tengah masyarakat menuntut peran aktif seluruh elemen untuk menjaga ketenangan bersama. Wakil Bupati Batang Suyono mengimbau, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) agar tidak sekadar berwacana dalam ruang diskusi, tetapi juga turun ke lapangan sebagai teladan dan garda terdepan penjaga harmoni.
06 Sep 2026 Jumadi 31
Gelar Sarasehan Dialogis, Upaya FKUB Batang Berikan Ruang Diskusi Umat Beragama Gelar Sarasehan Dialogis, Upaya FKUB Batang Berikan Ruang Diskusi Umat Beragama
Gelar Sarasehan Dialogis, Upaya FKUB Batang Berikan Ruang Diskusi Umat Beragama
Batang - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Batang menggandeng unsur Forkopimda dengan menggelar Sarasehan Dialogis, sebagai garda terdepan dalam upaya menjaga kerukunan antar umat beragama. Dialog tersebut menjadi ruang diskusi, untuk menemukan solusi tiap kali munculnya permasalahan antar umat beragama.
06 Sep 2026 Jumadi 34
Kembali Jabat Ketua FKUB Batang, Subkhi Diminta Dampingi Perilaku Gen Z Kembali Jabat Ketua FKUB Batang, Subkhi Diminta Dampingi Perilaku Gen Z
Kembali Jabat Ketua FKUB Batang, Subkhi Diminta Dampingi Perilaku Gen Z
Batang - Kepengurusan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) telah dikukuhkan oleh Bupati M Faiz Kurniawan dengan kembali memberikan mandat sebagai ketua kepada Subkhi untuk masa bakti 2026 - 2031, di Aula Kantor Bupati batang, Kabupaten Batang, Minggu (692026).
06 Sep 2026 Jumadi 36
Bupati Batang Minta, FKUB Perkuat Struktur Sosial Bupati Batang Minta, FKUB Perkuat Struktur Sosial
Bupati Batang Minta, FKUB Perkuat Struktur Sosial
Batang - Perubahan zaman dan laju industrialisasi di Kabupaten Batang membawa tantangan baru bagi kehidupan bermasyarakat. Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, menekankan pentingnya peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk ikut menjaga stabilitas serta keutuhan sosial di tengah isu-isu publik yang kian kompleks.
06 Sep 2026 Jumadi 31
Diundang ke Darwin Australia, Perajin Batang Pamerkan Batik Rifaiyah Diundang ke Darwin Australia, Perajin Batang Pamerkan Batik Rifaiyah
Diundang ke Darwin Australia, Perajin Batang Pamerkan Batik Rifaiyah
Australia - Warisan budaya Batik Rifaiyah dari Kabupaten Batang, kembali melangkah ke panggung internasional. Dua perempuan pegiat dan perajin Batik Rifaiyah, Tri Handayani Mulyati dan Nandiroh, mendapat kehormatan memenuhi undangan untuk memperkenalkan, memamerkan, sekaligus berbagi pengetahuan tentang Batik Rifaiyah melalui kegiatan pameran dan workshop di Darwin, Australia, 1628 Agustus 2026.
05 Sep 2026 Jumadi 485
Dukung Pengembangan Wisata, Satpol PP Batang Bersih-Bersih Kawasan Hutan Tombo Dukung Pengembangan Wisata, Satpol PP Batang Bersih-Bersih Kawasan Hutan Tombo
Dukung Pengembangan Wisata, Satpol PP Batang Bersih-Bersih Kawasan Hutan Tombo
Batang - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Batang menggelar aksi bersih-bersih di kawasan Wisata Sidawung, Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Sabtu (592026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Indonesia Asri yang dilaksanakan sebagai tindak lanjut surat dari Kementerian Dalam Negeri, khususnya Direktorat Jenderal Bina Wilayah. Program tersebut sekaligus diarahkan untuk mendorong terwujudnya Satpol PP yang lebih humanis dan dekat dengan masyarakat.
05 Sep 2026 Jumadi 131