Perdana, Rapat Paripurna Kabupaten Batang Bahas Sejumlah Isu Strategis

Selasa, 04 Maret 2025 Jumadi Dibaca 1.365 kali Acara Pimpinan Daerah
Perdana, Rapat Paripurna Kabupaten Batang Bahas Sejumlah Isu Strategis
Batang - Sejumlah isu strategis menjadi sorotan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Batang. Bupati Batang M. Faiz Kurniawan dan Wakil Bupati Suyono menyampaikan visi dan misi mereka untuk periode 2025-2030.

Batang - Sejumlah isu strategis menjadi sorotan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Batang. Bupati Batang M. Faiz Kurniawan dan Wakil Bupati Suyono menyampaikan visi dan misi mereka untuk periode 2025-2030.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menekankan, bahwa sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, kesejahteraan sosial, hingga infrastruktur perlu menjadi perhatian bersama demi mewujudkan Batang yang lebih maju dan berdaya saing.

“Meski Angka Harapan Hidup (AHH) Kabupaten Batang pada 2024 telah mencapai 75,01 tahun -lebih tinggi dibandingkan provinsi dan nasional - persoalan stunting masih menjadi tantangan. Berdasarkan data Januari 2025, masih terdapat 4.370 balita stunting atau 9,62% dari total populasi balita,” katanya saat memimpin Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Selasa (4/3/2025).

Kondisi ini perlu kita tangani bersama, karena masa depan anak-anak Batang adalah investasi utama kita. Selain itu, penyakit menular juga menjadi perhatian, dengan 1.399 kasus tuberkulosis (TB), 955 orang diperkirakan hidup dengan HIV (ODHIV), serta sembilan kasus malaria sepanjang 2024.

“Di sektor pendidikan, Kabupaten Batang masih menghadapi tantangan besar. Rata-rata lama sekolah di Batang hanya 7,08 tahun, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional (8,85 tahun) dan provinsi (8,02 tahun). Selain itu, terdapat 1.868 ruang kelas yang membutuhkan perbaikan serta 6.941 anak yang tidak bersekolah, baik karena belum pernah mengenyam pendidikan, putus sekolah, maupun tidak melanjutkan ke jenjang lebih tinggi,” jelasnya.

Faiz Kurniawan juga menyebutkan, salah satu yang perlu kita dorong adalah pemerataan akses pendidikan, terutama di kecamatan yang belum memiliki SMA dan SMK negeri seperti Limpung, Reban, Banyuputih, dan Pecalungan.

“Di tengah berbagai tantangan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang menunjukkan tren positif. Tahun 2024, pertumbuhan ekonomi mencapai 6,03 persen, lebih tinggi dari rata-rata provinsi dan nasional dalam lima tahun terakhir. Sektor industri pengolahan menjadi kontributor utama dengan sumbangan 34,88% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB),” terangnya.

Namun, lanjut dia, pengeluaran per kapita masyarakat Batang masih tergolong rendah, yaitu Rp10,4 juta per tahun, di bawah angka nasional yang mencapai Rp11,89 juta. “Pertumbuhan ekonomi kita baik, tapi kita masih perlu meningkatkan daya beli dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

“Tren penurunan angka kemiskinan di Batang cukup signifikan. Pada 2024, angka kemiskinan berada di 8,73% atau sekitar 68.850 penduduk. Sementara itu, kemiskinan ekstrem berhasil ditekan menjadi 0,40% atau sekitar 3.146 jiwa. Target kita adalah menuntaskan kemiskinan ekstrem menjadi nol persen dalam beberapa tahun ke depan,” ungkapnya.

Namun, tantangan lain masih ada. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Batang mencapai 5,68%, lebih tinggi dibandingkan provinsi (4,78%) dan nasional (4,91%). Oleh karena itu, pelatihan kerja berbasis industri dan penguatan UMKM akan menjadi prioritas utama.

“Di sektor infrastruktur, 85,31% dari total 540,4 km jalan di Kabupaten Batang sudah dalam kondisi baik. Namun, masih ada 79,4 km jalan yang memerlukan perbaikan. Kami juga akan fokus pada akses air bersih, yang saat ini sudah mencapai 87,39%, serta peningkatan penerangan jalan umum,” tegasnya.

Untuk mewujudkan Kabupaten Batang yang mandiri dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045, Faiz dan Suyono menetapkan delapan misi pembangunan. Beberapa di antaranya adalah peningkatan kualitas SDM, akselerasi ekonomi, percepatan penurunan kemiskinan, serta penguatan infrastruktur hingga ke pelosok desa.

“Dengan kerja sama dan inovasi, kami optimis Batang bisa mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 8% sesuai target nasional,” ujar dia.

Dengan berbagai tantangan yang ada, harapan besar kini terletak pada sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat dalam mewujudkan Batang yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing. (MC Batang, Jateng/Edo/Siska)

 

Berita Lainnya

Keterbukaan Informasi Jadi Kunci, Batang Perkuat Pembangunan Desa Antikorupsi Keterbukaan Informasi Jadi Kunci, Batang Perkuat Pembangunan Desa Antikorupsi
Keterbukaan Informasi Jadi Kunci, Batang Perkuat Pembangunan Desa Antikorupsi
Batang Inspektur Daerah Kabupaten Batang menggelar sosialisasi Peraturan Bupati Batang Nomor 9 Tahun 2026 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Desa Menuju Predikat Desa Antikorupsi di Kabupaten Batang. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat komitmen pemerintah desa untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
07 Sep 2026 Jumadi 17
Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang
Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang
Batang - Gringsing tak lama lagi bakal bersolek total. Wajah salah satu wilayah di timur Kabupaten Batang ini diproyeksikan bertransformasi menjadi kawasan perkotaan modern guna menopang pesatnya laju industri, khususnya kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.
07 Sep 2026 Jumadi 39
Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara
Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara
Batang - Kelincahan para siswa SMA Negeri 1 Batang dengan karakter penguasa dari berbagai kerajaan di Nusantara ini, tidak hanya untuk melestarikan budaya, namun juga untuk menarik simpati pemilih di gelaran Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) 20262027. Metode Kokurikuler sengaja dipilih sebagai daya tarik yang unik karena dirasa mampu meningkatkan dukungan dan angka keterpilihan saat pemilihan nantinya.
07 Sep 2026 Jumadi 84
Motif Batik Rifaiyah Batang Kian Langka, dari 130 Kini Tersisa Sekitar 30 Motif Batik Rifaiyah Batang Kian Langka, dari 130 Kini Tersisa Sekitar 30
Motif Batik Rifaiyah Batang Kian Langka, dari 130 Kini Tersisa Sekitar 30
Batang - Kekayaan motif Batik Rifaiyah di Kabupaten Batang, belum seluruhnya teridentifikasi. Namun, sejumlah motif khas kini mulai sulit ditemukan seiring berkurangnya jumlah perajin yang mampu membuat pola-pola rumit.
07 Sep 2026 Jumadi 21
Berawal Dari Cinta Dengan Batik Rifaiyah Batang, Tembus Hingga Pameran Darwin Australia Berawal Dari Cinta Dengan Batik Rifaiyah Batang, Tembus Hingga Pameran Darwin Australia
Berawal Dari Cinta Dengan Batik Rifaiyah Batang, Tembus Hingga Pameran Darwin Australia
Batang - Batik Rifaiyah dari Kabupaten Batang, mendapat kesempatan untuk memperkenalkan karya dan tradisi membatik hingga ke Darwin, Australia. Kesempatan tersebut dimanfaatkan para perajin untuk mengenalkan keunikan motif Batik Rifaiyah sekaligus mendorong pelestarian batik warisan budaya yang kini semakin sedikit ditekuni perajin.
07 Sep 2026 Jumadi 27
Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian
Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian
Batang - Keberagaman di tengah masyarakat menuntut peran aktif seluruh elemen untuk menjaga ketenangan bersama. Wakil Bupati Batang Suyono mengimbau, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) agar tidak sekadar berwacana dalam ruang diskusi, tetapi juga turun ke lapangan sebagai teladan dan garda terdepan penjaga harmoni.
06 Sep 2026 Jumadi 65