Batang - Upaya kenalkan Pahlawan Nasional dari Kabupaten Batang, Pegiat Literasi Batang menerbitkan sebuah buku novel berjudul Mencari Jejak Mbah Rifa’i. Beliau tokoh Pahlawan Nasional yakni KH Ahmad Rifa'i yang diresmikan pada tahun 2004 oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.
Batang - Upaya kenalkan Pahlawan Nasional dari Kabupaten Batang, Pegiat Literasi Batang menerbitkan sebuah buku novel berjudul Mencari Jejak Mbah Rifa’i. Beliau tokoh Pahlawan Nasional yakni KH Ahmad Rifa'i yang diresmikan pada tahun 2004 oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.
Penjabat (Pj) Bupati
Batang Lani Dwi Rejeki mengatakan, sangat mengapresiasi dan bangga serta
terharu apa yang dibuat Pegiat Literasi Batang dengan menerbitkan buku novel
Mencari Jejak Mbah Rifa’i.
“Sebuah buku yang
menceritakan tentang dokumentasi Pahlawan Nasional dari Kabupaten Batang dengan
bahasa yang mudah dipahami generasi muda supaya mereka tertarik membacanya,â€
katanya saat ditemui usai Peluncuran buku Mbah Rifa’I di Aula Bupati Batang,
Kabupaten Batang, Jumat (13/12/2024).
Lani sangat berharap,
buku ini benar-benar dibaca oleh masyarakat terutama generasi muda. Sehingga
bisa tahu ada Tokoh Pahlawan disini dan mengenal sosoknya seperti apa tidak
hanya cuma melihat fotonya saja.
“Pihaknya tidak
memungkiri, saat ini masih banyak yang mengetahui bahwa Kabupaten Batang punya
tokoh yang menjadi Pahlawan Nasional. Mbah Rifa'i telah berjuang melawan
penjajah dengan caranya sendiri, tanpa kekerasan,†jelasnya.
Lani juga menyebutkan
bahwa, Mbah Rifa’i menyebarkan rasa cinta tanah air lewat dakwah dan
karya-karya buku atau kitab yang telah ditulisnya. Ada sekitar 60-an kitab yang
ditulisnya di Kabupaten Batang.
“Ini agar kita tahu siapa
itu Mbah Rifa'i, yang ternyata sudah berabad-abad yang lalu beliau berkiprah,
berjuang untuk bangsa Indonesia,†imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PP
Rifaiyah KH Mukhlisin Muzarie menjelaskan bahwa, Mbah Rifa'i itu membangun misi
perjuangannya itu dengan dua misi besar. Yang pertama memurnikan ajaran Islam.
Karena waktu itu masyarakat masih sinkritis, baru diislamkan saja oleh para
wali dan belum banyak mengamalkan ajaran-ajaran Islam.
“Yang kedua, itu adalah
melawan kolonialisme, melawan penjajah Belanda. Itu inti dari perjuangan mbah
Rifa'i,†terangnya.
Ia berharap, buku ini
bisa menjadi salah satu referensi yang membahas bahwa Kabupaten Batang itu
punya Pahlawan Nasional. Menjadi bahan bacaan yang bisa dibaca oleh semua
kalangan karena bebertuk sebuah novel.
“Sehingga ringan dibaca
oleh banyak kalangan. Buku ini nantinya akan dibagikan secara gratis sebanyak
100 eksemplar karena dukungan dari PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) melalui
Dinas Perpustakaan,†ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)