Waspada, Tak Kuasai dengan Benar, AI Bisa Matikan Kreativitas

Kamis, 14 November 2024 Jumadi Dibaca 2.521 kali Acara Pimpinan Daerah
Waspada, Tak Kuasai dengan Benar, AI Bisa Matikan Kreativitas
Batang - Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) nampaknya makin menarik perhatian gen z dengan beragam kecanggihan fitur di dalamnya. Meski demikian, para akademisi menaruh keprihatinan, apabila tidak digunakan secara tepat guna, dikhawatirkan menjadi bumerang yang dapat mematikan kreativitas.

Batang - Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) nampaknya makin menarik perhatian gen z dengan beragam kecanggihan fitur di dalamnya. Meski demikian, para akademisi menaruh keprihatinan, apabila tidak digunakan secara tepat guna, dikhawatirkan menjadi bumerang yang dapat mematikan kreativitas.

Sebagai upaya membentengi gen z dari ancaman penyalahgunaan AI, PSDKU Undip Batang menggelar seminar dengan menghadirkan praktisi di bidang teknologi informasi. Dan debat para pelajar SMA/SMK sederajat untuk merespons pro kontra hadirnya teknologi kecerdasan buatan di dunia pendidikan.

Ketua pelaksana Artificial Intelligence Debate in Education (AIDE) Sahila Pramesti mengatakan, seminar ini untuk mengedukasi pelajar jenjang SMA/SMK sederajat dalam menyikapi hadirnya teknologi kecerdasan buatan yang mulai menembus ke dunia pendidikan.

“Jika tidak dimanfaatkan dengan benar, kehadiran kecerdasan buatan justru bisa mematikan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis pelajar,” katanya, saat ditemui di Pendapa Kabupaten Batang, Kamis (14/11/2024).

Bukti yang sangat nyata, saat ini pelajar maupun mahasiswa mulai memiliki rasa ketergantungan terhadap jawaban yang muncul melalui kecerdasan buatan.

“Otak yang seharusnya dioptimalkan untuk berpikir kritis menggunakan kemampuan sendiri, justru terhambat, apalagi tingkat kemiripannya mencapai 90 persen,” ungkapnya.

Salah satu peserta, Laura pelajar SMAN 2 Batang, mengakui sangat terbantu dengan kehadiran kecerdasan buatan, apabila digunakan secara tepat guna.

“Biasanya kalau ada kesulitan mengerjakan tugas, terus keadaan sudah malam, mau tanya guru juga ga sopan, bisa tanya AI, itu pun tidak boleh berlebihan karena bisa timbul ketergantungan,” jelasnya.

Kendati demikian, ada sisi negatif yang patut diwaspadai karena kemiripan hampir menyerupai aslinya. Sisi buruknya bisa mempengaruhi lapangan kerja di Indonesia, contohnya tadi ada penyiar tivi yang wajah dan suaranya mirip seperti manusia sungguhan, makanya pekerjaan penyiar dikhawatirkan akan tergantikan oleh AI.

Menyikapi fenomena merebaknya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan yang dimanfaatkan dalam dunia pendidikan, Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengimbau, agar para pelajar yang didominasi gen z, harus mampu memilah dan memilih dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan ketika kegiatan belajar mengajar.

“Sekarang teknologi kecerdasan buatan sudah menghinggapi seluruh sendi kehidupan manusia, tak terkecuali di dunia pendidikan. Makanya seminar dan debat bisa jadi ajang edukasi anak agar mampu menggunakan AI secara benar dan tepat guna,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Bupati Batang Ingatkan Ancaman Bullying dan Lunturnya Gotong Royong Bupati Batang Ingatkan Ancaman Bullying dan Lunturnya Gotong Royong
Bupati Batang Ingatkan Ancaman Bullying dan Lunturnya Gotong Royong
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengingatkan para Duta Pancasila Kabupaten Batang agar ikut memperkuat nilai kegotongroyongan dan kepedulian sosial di tengah perubahan Kabupaten Batang menjadi kawasan industri. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Pelantikan Duta Pancasila Kabupaten Batang di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (892026).
08 Sep 2026 Jumadi 48
Bidik 400 Penyerapan per Bulan, Disnaker Batang Buka Layanan Walk-In Interview di Sekolah Bidik 400 Penyerapan per Bulan, Disnaker Batang Buka Layanan Walk-In Interview di Sekolah
Bidik 400 Penyerapan per Bulan, Disnaker Batang Buka Layanan Walk-In Interview di Sekolah
Batang - Langkah Pemerintah Kabupaten Batang dalam menekan angka pengangguran makin agresif. Lewat program Dapat Kerja (DAKER), sebanyak 1.685 pencari kerja berhasil diserap dunia kerja per 7 September 2026. Dari angka tersebut, 1.616 orang masuk lewat pendanaan APBD, sementara 69 lainnya melalui jalur non-APBD.
08 Sep 2026 Jumadi 54
Peternak Lebah Asal Batang Tekuni Madu Sejak 1995, Kini Dipasarkan hingga Papua Peternak Lebah Asal Batang Tekuni Madu Sejak 1995, Kini Dipasarkan hingga Papua
Peternak Lebah Asal Batang Tekuni Madu Sejak 1995, Kini Dipasarkan hingga Papua
Batang - Sangaji, peternak lebah asal Desa Timbang, telah mengenal dunia perlebahan sejak duduk di bangku SMP pada 1995. Kecintaannya terhadap lebah berawal ketika ia membantu mengelola koloni lebah milik pamannya. Sejak saat itu, berbagai aktivitas terkait lebah mulai ia tangani sendiri, mulai dari perawatan hingga menentukan lokasi penempatan koloni.
08 Sep 2026 Jumadi 56
Duta Pancasila Paskibraka Batang Dilantik, Diminta Aktif Kenalkan Nilai Pancasila ke Sekolah Duta Pancasila Paskibraka Batang Dilantik, Diminta Aktif Kenalkan Nilai Pancasila ke Sekolah
Duta Pancasila Paskibraka Batang Dilantik, Diminta Aktif Kenalkan Nilai Pancasila ke Sekolah
Batang - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia melantik Duta Pancasila Paskibraka Indonesia Batang di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (892026).
08 Sep 2026 Jumadi 73
Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Krakatau, BPBD Batang Siapkan Langkah Mitigasi Kesehatan Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Krakatau, BPBD Batang Siapkan Langkah Mitigasi Kesehatan
Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Krakatau, BPBD Batang Siapkan Langkah Mitigasi Kesehatan
Batang - Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang meruncing belakangan ini sempat memicu kekhawatiran warga. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik karena paparan abu vulkanik dipastikan belum menyentuh wilayah Batang maupun Jawa Tengah secara umum.
08 Sep 2026 Jumadi 92
Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara
Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara
Batang - Kelincahan para siswa SMA Negeri 1 Batang dengan karakter penguasa dari berbagai kerajaan di Nusantara ini, tidak hanya untuk melestarikan budaya, namun juga untuk menarik simpati pemilih di gelaran Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) 20262027. Metode Kokurikuler sengaja dipilih sebagai daya tarik yang unik karena dirasa mampu meningkatkan dukungan dan angka keterpilihan saat pemilihan nantinya.
07 Sep 2026 Jumadi 360