Tak Perlu Saling Olok, Sikapi Perbedaan dengan Bijak

Jumat, 21 April 2023 Jumadi Dibaca 1.051 kali Kegiatan Keagamaan
Tak Perlu Saling Olok, Sikapi Perbedaan dengan Bijak
Batang - Warga Muhammadiyah di Kabupaten Batang, menggelar salat Idulfitri 1444 Hijriyah secara berjamaah di sejumlah ruang publik. Salah satunya yang digelar di Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Denasri, yang meliputi Denasri Wetan dan Kulon dan diikuti 250 jamaah.

Batang - Warga Muhammadiyah di Kabupaten Batang, menggelar salat Idulfitri 1444 Hijriyah secara berjamaah di sejumlah ruang publik. Salah satunya yang digelar di Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Denasri, yang meliputi Denasri Wetan dan Kulon dan diikuti 250 jamaah.

Bertindak sebagai khotib sekaligus imam salat Idulfitri, yakni Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Batang, Ali Trigiatno.

Dalam khotbahnya, pria yang juga berprofesi sebagai Dosen Pasca Sarjana UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyampaikan, Idulfitri merupakan saatnya umat Islam kembali ke fitrahnya sebagai manusia, yang mencintai kebenaran dan kebaikan, namun apabila terjadi perbedaan dalam pelaksanaan hari raya, semua pihak harus bisa menerima dengan menyikapinya secara lebih bijak dan  dewasa.

“Tidak perlu saling mengolok-olok, atau menjelekkan karena khilafiyah furu'iyah atau perbedaan pendapat dalam masalah cabang syari'at, sudah lumrah terjadi dan memang sulit disatukan,” katanya, usai menyampaikan khotbah salat Idulfitri 1444 Hijriyah, di halaman Rice Mill H. Amin Muidi, Denasri Kulon, Kabupaten Batang, Jumat (21/4/2023).

Ia mengimbau, kepada jamaah Muhammadiyah dalam merayakan Idulfitri secukupnya, tidak perlu berlebihan. Adanya perbedaan layaknya kita mencari hikmah di dalamnya, tidak perlu mencari negatifnya.

“Contohnya, saya sendiri hari ini bisa bersilaturahmi ke orang tua dan besoknya malah bisa ke mertua, kebagian hari pertama semua, versi masing-masing,” tuturnya.

Dalam menyambut Idulfitri, ia mengharapkan agar tidak terlena dengan ucapan "Hari Kemenangan",  karena banyak yang mengira setelah selesai Ramadan itu akan usai semuanya.

“Saya sudah lulus, sudah menang, nah orang sudah menang itu merasa sudah selesai. Padahal "PR" berat masih menanti, minimal mampu mempertahankan kebaikan yang sudah dilakukan selama Ramadan,", namun idealnya tejadi peningkatan,” jelasnya.

Ia menyarankan, akan lebih baik jika merayakannya dengan bergembira secukupnya karena bisa menyelesaikan ibadah selama Ramadan, dengan harapan diterima Allah SWT.

Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Batang, Muhammad Yanuar Ismail menerangkan, salat Idulfitri di wilayah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Batang Kota digelar di 7 titik.  Yakni Desa Denasri Kulon, halaman GOR Mohammad Sarengat, halaman Hotel Sendang Sari, lapangan Dracik, lapangan kompleks SDN Karangasem Utara dan halaman Perumahan Saputra Raya Pasekaran.

“Perbedaan dalam merayakan Idulfitri adalah keyakinan masing-masing, yang terpenting jaga kondusivitas, dengan saling menghargai karena jelas suatu perbedaan adalah Rahmat,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 53
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 108
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 110
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 61
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 24
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 25