Kendala Tempat, Pengamatan Hilal Tak Maksimal

Jumat, 24 Maret 2023 Jumadi Dibaca 1.253 kali Kegiatan Keagamaan
Kendala Tempat, Pengamatan Hilal Tak Maksimal
Batang - Sejak tiga tahun lalu, tepi Pantai Ujungnegoro yang berbeda di kawasan Makam Syeikh Maulana Maghribi Kecamatan Kandeman, menjadi salah satu dari 124 titik pantau rukyatul hilal di Indonesia, untuk menentukan awal bulan kalender Hijriyah, bahkan awal waktu Ramadan dan Syawal.

Batang - Sejak tiga tahun lalu, tepi Pantai Ujungnegoro yang berbeda di kawasan Makam Syeikh Maulana Maghribi Kecamatan Kandeman, menjadi salah satu dari 124 titik pantau rukyatul hilal di Indonesia, untuk menentukan awal bulan kalender Hijriyah, bahkan awal waktu Ramadan dan Syawal.

Secara tata letak, sudah tepat area tersebut dijadikan titik pantau. Namun demikian meski titik pantau sudah lebih tinggi, masih menyisakan kendala. Yakni pengamatan menjadi kurang maksimal, karena terhalang oleh pepohonan dan perbukitan yang rimbun.

Ketua Lembaga Falakiyah NU Batang Abdul Kahfi mengatakan, dari sisi peralatan seperti teropong sudah canggih, hanya saja sisi tempat yang kurang mendukung untuk melakukan pengamatan hilal.

“Hilal tidak terlihat, bisa karena terhalang oleh faktor cuaca, seperti mendung dan adapula penghalang lain yakni pohon-pohon besar. Untuk mengatasinya bisa dipangkas dan melakukan perluasan area pengamatan,” katanya, usai melakukan rukyatul hilal, dari kompleks Makam Syeikh Maulana Maghribi, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Rabu (22/3/2023).

Pengamatan sudah dilakukan selama lebih dari 30 menit, namun karena kondisi tempat, jadi kurang optimal.

“Tidak perlu pindah tempat, cuma akan lebih baik lagi jika dilebarkan ke arah utara, kemudian pohon-pohon besar dipangkas, sehingga memungkinkan tempat ini lebih layak lagi untuk waktu-waktu tertentu yang sebelumnya tidak memungkinkan dilakukan rukyatul hilal,” tegasnya.

Ia bersama para perukyat lainnya mengharapkan ada perluasan area pengamatan, karena rukyatul hilal tidak hanya dilakukan untuk menentukan awal Ramadan dan Syawal saja.

“Semoga nantinya tiap bulan bisa melakukan rukyatul hilal di sini, sehingga apa pun hasilnya bisa kami laporkan ke Falakiyah PBNU,” harapnya.

Kepala Kantor Kemenag Batang, M. Aqsho membenarkan, faktor tempat menjadi yang utama karena meskipun peralatan sudah canggih, posisi tempat juga menentukan kemudahan akses pengamatan.

“Di sini pun kalau tempatnya diperluas, ke arah utara dan agak menjorok ke pantai atau pohon-pohon yang menghalangi dipangkas, kemungkinan makin memudahkan perukyat melakukan tugasnya,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 65
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 114
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 116
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 66
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 31
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 35