Tata Kelola Kearsipan Pemkab Batang 10 Besar dari Bawah se-Jateng

Senin, 19 Desember 2022 Jumadi Dibaca 776 kali Pemerintahan
Tata Kelola Kearsipan Pemkab Batang 10 Besar dari Bawah se-Jateng
Batang - Dari hasil evaluasi tata kelola kearsipan Pemerintah Kabupaten Batang yang dilakukan oleh pengawas internal maupun ekternal menunjukan nilai bobot 60,09. Nilai itu, untuk tingkat pemerintah daerah masih dalam kategori baik.

Batang - Dari hasil evaluasi tata kelola kearsipan Pemerintah Kabupaten Batang yang dilakukan oleh pengawas internal maupun ekternal menunjukan nilai bobot 60,09. Nilai itu, untuk tingkat pemerintah daerah masih dalam kategori baik.

Karena masih ada kesenjangan dari hasil pengawasan internal yang dilakukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) nilai rata-ratanya OPD itu masih diangka 40.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) Kabupaten Batang Rahmat Nurul Fadilah saat Coffe Morning Kearsipan bersama Kepala OPD di Depo Arsip Disperpuska, Kabupaten Batang, Senin (19/12/2022).

“Kalau kami sebagai Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) memiliki nilai 70. Oleh karena itu, hari ini kita membangun komitmen agar tata kelola kearsipan di Pemkab Batang semakin meningkat,” jelasnya.

Dari hasil analisa, banyak komponen yang digunakan sebagai indikator atau parameter yang belum berjalan dengan baik.

“Hampir semua OPD itu sarprasarananya kurang mendukung. Dan yang tidak kalah penting di sini adalah komitmen dari kepala OPD. Ketika kepala OPD punya komitmen tinggi saya melihat keterbatasan ini bisa dipecahkan dan dicarikan jalan keluarnya,” terangnya.

Rahmat Nurul Fadilah juga menjelaskan, tata kelola kearsipan disarankan ada tempat untuk menyimpan arsip (record center) di sekretariat OPD yang saat ini hampir semuanya belum memiliki tempat arsip yang layak.

“Nah, sebelum sampai ke record center arsip itu dikelola di tingkat sekretariat. Nah sekretariat ini menghimpun masing-masing arsip disetiap bidang,” ungkapnya.

Lalu, lanjut dia, ketika arsip di masing-masing bidang OPD tidak aktif lagi masuk kategorinya inaktif, maka ditaruh di sekretariat sebagai record center.

Ia menyebutkan bahwa digitalisasi pengelolaan kearsipan Disperpuska sudah menggunakan aplikasi.

“Digitalisasi penggunaan aplikasi untuk mengelola arsip itu sudah. Tapi digitalisasi arsip di setiap OPD itu belum. Jadi arsip yang saat ini ada masih fisik,” tandasnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengatakan, nilai tata kelola arsip yang memiliki bobot 60,09, menjadikan Pemkab Batang menduduki peringkat 10 besar dari bawah se-Jawa Tengah.

“Target kita tahun depan masuk 10 besar atas. Oleh karena itu, harus ada evaluasi tata kelola arsip setiap tiga bulan untuk bisa mencapai target itu,” tegasnya.

Lani juga menyampaikan, harus ada komitmen dari kepala OPD agar target ke depan bisa terwujud.

“Jadi semua kepala OPD harus berkomitmen dulu. Dan SDM dinas pengampu kearsipan yaitu Disperpuska untuk mendampingi, melatih serta menyiapkan semua tenaga kearsipan di masing-masing OPD,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 68
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 120
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 120
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 70
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 32
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 37