Kacang Tanah Petani Menjangan Siap Go Internasional

Kamis, 10 November 2022 Jumadi Dibaca 4.091 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Kacang Tanah Petani Menjangan Siap Go Internasional
Batang Para petani kacang tanah di Desa Menjangan Kecamatan Subah mulai dilirik eksportir produk kacang olahan yang sebarannya hingga ke kancah nasional bahkan internasional. Pola kemitraan yang dijalin oleh keduanya diharapkan dapat memberikan kepastian pasar dan harga.

Batang Para petani kacang tanah di Desa Menjangan Kecamatan Subah mulai dilirik eksportir produk kacang olahan yang sebarannya hingga ke kancah nasional bahkan internasional. Pola kemitraan yang dijalin oleh keduanya diharapkan dapat memberikan kepastian pasar dan harga.

Anggota Komisi A DPRD Batang Muhammad Zainudin menyampaikan, selama ini kondisi petani khususnya kacang tanah masih mengalami kendala, terutama tentang kepastian harga di pasaran. Maka pola kemitraan ini merupakan upaya menjembatani agar para petani menjadi sejahtera.

“Selama ini memang nasib petani susah, jadi kami hadir bersama pengusaha sekaligus eksportir produk kacang olahan untuk membantu meningkatkan penghasilan petani,” katanya, usai mengkuti Pertemuan Kemitraan Kacang Tanah, di Desa Menjangan, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Rabu (9/11/2022).

Kegiatan ini merupakan bukti nyata dengan mempertemukan mulai dari hulu hingga hilir.

“Yakni dengan mempertemukan Pak Chandra selaku eksportir yang siap menerima hasil panen para petani, sehingga makin berdaya,” tuturnya.

Ia mengakui, akses jalan bagi petani juga berpengaruh terhadap harga jual.

“Nanti segera akan dilakukan perbaikan akses jalan. Sehingga nanti ketika akses jalan mudah, akan berpengaruh positif terhadap harga jual hasil pertanian,” tegasnya.

Manajer Farming PT. Guna Nusa Era Mandiri, Chandra Kristianto menyampaikan, alasan terbesar dipilihnya petani di lokal karena ingin ikut berpartisipasi dalam menyejahterakan petani lokal.

“Kami tertarik kepada petani lokal karena ingin memberdayakan mereka, sehingga lebih sejahtera,” jelasnya.

Selama ini memang produsen kacang olahan memilih produk mentah impor. Namun kini mulai memperhatikan kacang tanah dari para petani lokal, untuk diolah menjadi produk yang berkualitas dengan harga yang bersaing di pasar internasional.

“Dalam setahun ada 7 ribu ton kacang yang kami olah jadi produk siap konsumsi. Jika memungkinkan kami menargetkan 20 ton per hari dari petani Batang,” terangnya.

Adapun pasokan keseluruhan kacang siap olah sebanyak 100 ton per hari.

Ia menerangkan, khusus untuk kualitas ekspor, varietas kacang yang dipilih adalah berbiji dua di antaranya Takar dan Kancil.

“Dari keduanya kami menyesuaikan bibit varietas mana yang cocok ditanam di sini. Produk akan kami ekspor ke Malaysia, Singapura, Hongkong, Amerika, Kanada dan Inggris Raya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Batang Susilo Heru Yuwono mengatakan,  komoditas kacang tanah di Kabupaten Batang sudah mulai banyak. Para petani dapat memanen antara 1,5 hingga 2 ton untuk tiap hektarnya.

“Sekarang ini ada metode baru yang bisa menghasilkan 5 ton per hektar, ini akan makin menyejahterakan petani,” harapnya.

Ia mengakui, selama ini para petani masih sekadar tanam, belum memahami hulu hingga hilir pangsa pasarnya.

“Saat ini masih dalam tahap percobaan melalui pola kemitraan bersama eksportir. Jadi sementara penanaman kacang tanah akan dilakukan pada lahan seluas 5 hektar di Desa Menjangan, baru nanti setelah panennya berhasil akan dikembangkan di tiap kecamatan satu hektar,” terangnya.

Salah satu petani kacang tanah, Parto mengutarakan, kemitraan yang sudah terjalin ini diharapkan bermanfaat bagi petani karena ada ilmu yang didapat, maka akan meningkatkan kualitas.

“Otomatis akan meningkatkan perekonomian petani. Dengan pendampingan dari pemerintah daerah, petani dan mitra sama-sama tidak dirugikan,” ujar dia.

Di sisi lain, selama ini para petani masih kesulitan mendapat pupuk bersubsidi. Serta sebagian akses jalan yang belum baik, sehingga menyulitkan pendistribusian hasil pertanian.

“Apalagi lagi sekarang lagi musim hujan, jalannya berlumpur, karena masih tanah merah,” pungkasnya.

Analis Pasar Hasil Pertanian, Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Opik Mahemdra menambahkan, dengan kemitraan ini para petani mendapatkan sisi positif lainnya yakni bisa mengadopsi ilmu langsung dari mitra tentang pemanfaatan teknologi sehingga hasilnya lebih maksimal. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

PMI Apresiasi Aksi Nyata SDN Kauman 7 Batang PT Yamani Asian Pacific Galang Donasi PMI Apresiasi Aksi Nyata SDN Kauman 7 Batang PT Yamani Asian Pacific Galang Donasi
PMI Apresiasi Aksi Nyata SDN Kauman 7 Batang PT Yamani Asian Pacific Galang Donasi
Batang - Aksi kepedulian untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai mengalir dari Kabupaten Batang. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif SDN Kauman 7 Batang dan PT Yamani Asuan Pacific yang bergerak cepat menyalurkan donasi. Langkah ini diharapkan menjadi pemantik kepedulian bagi pihak sekolah lain maupun sektor swasta di Batang untuk turut mengulurkan tangan.
26 Ags 2026 Jumadi 17
Hari Pramuka Ke-65 di Batang, Gerakan Pramuka Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan Hari Pramuka Ke-65 di Batang, Gerakan Pramuka Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan
Hari Pramuka Ke-65 di Batang, Gerakan Pramuka Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan
Batang - Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Batang menggelar upacara peringatan Hari Pramuka Ke-65 di Lapangan Desa Pretek, Kabupaten Batang, Rabu (2682026). Peringatan Hari Pramuka tahun ini mengusung tema "Berkreasi, Berinovasi, Terampil, Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan."
26 Ags 2026 Jumadi 51
Wabup Batang Minta, Pelajar Tak Manja dan Bijak Gunakan Gawai Wabup Batang Minta, Pelajar Tak Manja dan Bijak Gunakan Gawai
Wabup Batang Minta, Pelajar Tak Manja dan Bijak Gunakan Gawai
Batang - Wakil Bupati Batang Suyono meminta anggota Pramuka untuk menjadi generasi yang cerdas, tangguh, dan kreatif agar mampu menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. Pesan tersebut disampaikan Suyono saat menjadi pembina upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-65 di Lapangan Desa Pretek, Kabupaten Batang, Rabu (2682026).
26 Ags 2026 Jumadi 37
Pemkab Batang Siapkan Langkah Antispasi Pestisida Untuk Hama Tikus Pemkab Batang Siapkan Langkah Antispasi Pestisida Untuk Hama Tikus
Pemkab Batang Siapkan Langkah Antispasi Pestisida Untuk Hama Tikus
Batang - Musim kemarau di Kabupaten Batang tak hanya membawa hawa kering, tetapi juga ancaman nyata bagi para petani: pergerakan hama tikus yang mulai bergerilya di sejumlah sentra pertanian. Kendati demikian, Dinas Pangan, Pertanian dan Perkebunan (Dispaperta) Kabupaten Batang memastikan bahwa hingga pertengahan Agustus 2026, kondisi di lapangan masih aman dan belum ada tanaman yang sampai mengalami puso atau gagal panen.
26 Ags 2026 Jumadi 52
Rela Pecah Celengan TK, Aksi Haru Siswa SDN Kauman 7 Batang Galang Dana untuk NTT Rela Pecah Celengan TK, Aksi Haru Siswa SDN Kauman 7 Batang Galang Dana untuk NTT
Rela Pecah Celengan TK, Aksi Haru Siswa SDN Kauman 7 Batang Galang Dana untuk NTT
Batang - Kardus bekas bertuliskan penggalangan donasi memutar pelan di tengah lingkaran ratusan anak. Jemari-jemari kecil bergantian memasukkan lembaran rupiah, bahkan ada yang merelakan celengan yang mereka rawat bertahun-tahun demi meringankan beban korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).
26 Ags 2026 Jumadi 32
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 89