Kacang Tanah Petani Menjangan Siap Go Internasional

Kamis, 10 November 2022 Jumadi Dibaca 4.078 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Kacang Tanah Petani Menjangan Siap Go Internasional
Batang Para petani kacang tanah di Desa Menjangan Kecamatan Subah mulai dilirik eksportir produk kacang olahan yang sebarannya hingga ke kancah nasional bahkan internasional. Pola kemitraan yang dijalin oleh keduanya diharapkan dapat memberikan kepastian pasar dan harga.

Batang Para petani kacang tanah di Desa Menjangan Kecamatan Subah mulai dilirik eksportir produk kacang olahan yang sebarannya hingga ke kancah nasional bahkan internasional. Pola kemitraan yang dijalin oleh keduanya diharapkan dapat memberikan kepastian pasar dan harga.

Anggota Komisi A DPRD Batang Muhammad Zainudin menyampaikan, selama ini kondisi petani khususnya kacang tanah masih mengalami kendala, terutama tentang kepastian harga di pasaran. Maka pola kemitraan ini merupakan upaya menjembatani agar para petani menjadi sejahtera.

“Selama ini memang nasib petani susah, jadi kami hadir bersama pengusaha sekaligus eksportir produk kacang olahan untuk membantu meningkatkan penghasilan petani,” katanya, usai mengkuti Pertemuan Kemitraan Kacang Tanah, di Desa Menjangan, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Rabu (9/11/2022).

Kegiatan ini merupakan bukti nyata dengan mempertemukan mulai dari hulu hingga hilir.

“Yakni dengan mempertemukan Pak Chandra selaku eksportir yang siap menerima hasil panen para petani, sehingga makin berdaya,” tuturnya.

Ia mengakui, akses jalan bagi petani juga berpengaruh terhadap harga jual.

“Nanti segera akan dilakukan perbaikan akses jalan. Sehingga nanti ketika akses jalan mudah, akan berpengaruh positif terhadap harga jual hasil pertanian,” tegasnya.

Manajer Farming PT. Guna Nusa Era Mandiri, Chandra Kristianto menyampaikan, alasan terbesar dipilihnya petani di lokal karena ingin ikut berpartisipasi dalam menyejahterakan petani lokal.

“Kami tertarik kepada petani lokal karena ingin memberdayakan mereka, sehingga lebih sejahtera,” jelasnya.

Selama ini memang produsen kacang olahan memilih produk mentah impor. Namun kini mulai memperhatikan kacang tanah dari para petani lokal, untuk diolah menjadi produk yang berkualitas dengan harga yang bersaing di pasar internasional.

“Dalam setahun ada 7 ribu ton kacang yang kami olah jadi produk siap konsumsi. Jika memungkinkan kami menargetkan 20 ton per hari dari petani Batang,” terangnya.

Adapun pasokan keseluruhan kacang siap olah sebanyak 100 ton per hari.

Ia menerangkan, khusus untuk kualitas ekspor, varietas kacang yang dipilih adalah berbiji dua di antaranya Takar dan Kancil.

“Dari keduanya kami menyesuaikan bibit varietas mana yang cocok ditanam di sini. Produk akan kami ekspor ke Malaysia, Singapura, Hongkong, Amerika, Kanada dan Inggris Raya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Batang Susilo Heru Yuwono mengatakan,  komoditas kacang tanah di Kabupaten Batang sudah mulai banyak. Para petani dapat memanen antara 1,5 hingga 2 ton untuk tiap hektarnya.

“Sekarang ini ada metode baru yang bisa menghasilkan 5 ton per hektar, ini akan makin menyejahterakan petani,” harapnya.

Ia mengakui, selama ini para petani masih sekadar tanam, belum memahami hulu hingga hilir pangsa pasarnya.

“Saat ini masih dalam tahap percobaan melalui pola kemitraan bersama eksportir. Jadi sementara penanaman kacang tanah akan dilakukan pada lahan seluas 5 hektar di Desa Menjangan, baru nanti setelah panennya berhasil akan dikembangkan di tiap kecamatan satu hektar,” terangnya.

Salah satu petani kacang tanah, Parto mengutarakan, kemitraan yang sudah terjalin ini diharapkan bermanfaat bagi petani karena ada ilmu yang didapat, maka akan meningkatkan kualitas.

“Otomatis akan meningkatkan perekonomian petani. Dengan pendampingan dari pemerintah daerah, petani dan mitra sama-sama tidak dirugikan,” ujar dia.

Di sisi lain, selama ini para petani masih kesulitan mendapat pupuk bersubsidi. Serta sebagian akses jalan yang belum baik, sehingga menyulitkan pendistribusian hasil pertanian.

“Apalagi lagi sekarang lagi musim hujan, jalannya berlumpur, karena masih tanah merah,” pungkasnya.

Analis Pasar Hasil Pertanian, Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Opik Mahemdra menambahkan, dengan kemitraan ini para petani mendapatkan sisi positif lainnya yakni bisa mengadopsi ilmu langsung dari mitra tentang pemanfaatan teknologi sehingga hasilnya lebih maksimal. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

BPI Luncurkan Buku, Perkuat Komitmen Pembangunan Berkelanjutan di Batang BPI Luncurkan Buku, Perkuat Komitmen Pembangunan Berkelanjutan di Batang
BPI Luncurkan Buku, Perkuat Komitmen Pembangunan Berkelanjutan di Batang
Batang - PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) meluncurkan Buku Biodiversitas PLTU Jawa Tengah. Publikasi tersebut menjadi bentuk transparansi informasi sekaligus komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional PLTU Batang.
30 Jun 2026 Jumadi 27
DPUPR Batang Tegaskan Perizinan Bangunan Gedung Tanpa Kompromi DPUPR Batang Tegaskan Perizinan Bangunan Gedung Tanpa Kompromi
DPUPR Batang Tegaskan Perizinan Bangunan Gedung Tanpa Kompromi
Batang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang memperketat pengawasan terhadap pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam proses penerbitan Perizinan Bangunan Gedung (PBG). Pemerintah daerah menegaskan tidak ada ruang kompromi bagi pemohon izin baik hunian pribadi maupun industri yang mengabaikan regulasi lingkungan tersebut.
30 Jun 2026 Jumadi 46
TK Ibunda Raih Penghargaan Jateng, Bupati Batang Dorong Replikasi Program Taman Asuh Sayang Anak TK Ibunda Raih Penghargaan Jateng, Bupati Batang Dorong Replikasi Program Taman Asuh Sayang Anak
TK Ibunda Raih Penghargaan Jateng, Bupati Batang Dorong Replikasi Program Taman Asuh Sayang Anak
Batang - Keberhasilan TK Ibunda Kabupaten Batang meraih penghargaan tingkat Jawa Tengah menjadi bukti bahwa layanan pengasuhan anak yang terintegrasi dengan pendidikan usia dini mampu memberikan manfaat nyata bagi keluarga sekaligus mendukung produktivitas masyarakat. Prestasi tersebut disampaikan usai Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33 di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Senin (2962026).
29 Jun 2026 Jumadi 100
Harganas Ke-33, Bupati Batang Ajak Orang Tua Perkuat Peran Ayah dan Bangun Keluarga Berkualitas Harganas Ke-33, Bupati Batang Ajak Orang Tua Perkuat Peran Ayah dan Bangun Keluarga Berkualitas
Harganas Ke-33, Bupati Batang Ajak Orang Tua Perkuat Peran Ayah dan Bangun Keluarga Berkualitas
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33 dengan menggelar upacara di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Senin (2962026). Seluruh peserta tampil mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia sebagai simbol keberagaman sekaligus penguatan nilai-nilai keluarga dalam bingkai persatuan.
29 Jun 2026 Jumadi 159
Dua Hektare Lahan Pantai Sigandu Batang Terendam Rob, Pemkab Siapkan Pembenahan Dua Hektare Lahan Pantai Sigandu Batang Terendam Rob, Pemkab Siapkan Pembenahan
Dua Hektare Lahan Pantai Sigandu Batang Terendam Rob, Pemkab Siapkan Pembenahan
Batang - Banjir rob yang melanda pesisir Pantura Jawa Tengah kian mengancam sektor pariwisata. Di Kabupaten Batang, lebih dari dua hektare lahan milik pemerintah daerah di kawasan wisata Pantai Sigandu kini dilaporkan terendam air laut dan mengalami abrasi parah.
29 Jun 2026 Jumadi 105
Balai PJPH Jateng Dorong UMKM di CFD Batang Bersertifikat Halal Balai PJPH Jateng Dorong UMKM di CFD Batang Bersertifikat Halal
Balai PJPH Jateng Dorong UMKM di CFD Batang Bersertifikat Halal
Batang - Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) secara aktif memanfaatkan momentum Car Free Day (CFD) untuk menggelar layanan jemput bola dan sosialisasi sertifikasi halal Manfaatkan Momentum CFD.
28 Jun 2026 Jumadi 90