Batang - Menghadapi maraknya berita hoaks yang beredar, Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah mengharapkan para penyuluh agama mampu menjalankan tugas ganda, yakni menjadi sumber informasi yang benar dan mengedukasi warga untuk melawan hoaks.
Batang - Menghadapi maraknya berita hoaks yang
beredar, Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah mengharapkan para penyuluh agama
mampu menjalankan tugas ganda, yakni menjadi sumber informasi yang benar dan
mengedukasi warga untuk melawan hoaks.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Tengah,
Musta’in Ahmad menyampaikan, para penyuluh agama diminta menjalin silaturahmi
dengan warga.
“Secara umum masyarakat kita masih lemah terhadap
literasi, sehingga terkadang ketika mendapat informasi apapun itu gampang
sekali ketarik,†katanya, saat menggelar Evaluasi Kinerja Penyuluh Agama Islam,
di Aula Kantor Kemenag, Kabupaten Batang, Rabu (24/11/2021).
Ia mengimbau, agar penyuluh senantiasa berada di
dekat masyarakat, sehingga dapat ikut mengedukasi warga.
“Kadang-kadang kalau ada warga yang bertanya ketika
ada yang ditawari sebuah pinjaman yang belum pasti kebenarannya, atau diajak
mengikuti kegiatan yang belum jelas bahkan tersiar kabar ada instansi yang mau
dibubarkan,†jelasnya.
Maka penyuluh harus selalu berada di dekat
masyarakat, dan bukan hanya bertugas sebagai tempat bertanya seputar agama
saja.
“Tidak semua masyarakat kita itu dekat dengan
informasi, karena keterbatasan alat sehingga membuat pengetahuan literasi
mereka kurang maksimal,†tegasnya.
Kepala Kantor Kemenag Batang, M. Aqsho mengatakan,
evaluasi ini digelar untuk meningkatkan kapasitas dalam melayani masyarakat.
“Mereka sudah kerja dengan baik, semoga setelah
mendapatkan pengarahan dari Kepala Kakanwil Jateng, mereka termotivasi
meningkatkan kinerjanya,†ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)