Batang - Bahaya penyalahgunaan Narkoba kini mengincar seluruh lapisan masyarakat, maka perlu dilakukan pencegahan melalui media yang paling mudah diterima semua kalangan, yakni hasil karya para seniman.
Batang - Bahaya penyalahgunaan Narkoba kini
mengincar seluruh lapisan masyarakat, maka perlu dilakukan pencegahan melalui
media yang paling mudah diterima semua kalangan, yakni hasil karya para
seniman.
Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batang
memanfaatkan peran para pelaku seni, komunitas maupun lembaga adat untuk ikut
menyosialisasikan pencegahan penyalahgunaan Narkoba, melalui kapasitasnya.
Kepala BNNK Batang Khrisna Anggara mengatakan, ini
merupakan kesempatan perdana BNN mengundang para pelaku seni untuk ikut
berperan aktif melakukan pencegahan di kalangannya maupun penikmat seni.
“Keberadaan mereka merupakan bagian dari masyarakat,
memiliki penggemar maupun komunitas tersendiri yang cukup solid. Ini jadi hal
menarik, yang bisa dimanfaatkan sebagai media untuk bekerja sama, dalam
pencegahan penyalahgunaan Narkoba,” katanya, usai membuka kegiatan Pengembangan
Kapasitas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap
Narkotika (P4GN) Pada Lembaga Adat dan Komunitas Berbasis Kearifan Lokal di
Hotel Sahid Mandarin, Kota Pekalongan, Kamis (7/10/2021).
Pemberdayaan para pelaku seni untuk melakukan
pencegahan penyalahgunaan Narkoba melalui karyanya, dinilai sangat efektif.
Anggota komunitas maupun penikmat seni cenderung lebih akan memberikan respons
terhadap pesan yang disampaikan seniman.
“Pencegahan Narkoba tidak selalu dilakukan dengan
cara formal. Kita juga bisa menggunakan media seni lokal yang dekat dengan
masyarakat,” ungkapnya.
Salah satu contohnya, kesenian yang cukup sering
digunakan BNN dan melihat geliat berkesenian masyarakat Batang yang cukup
tinggi, kemungkinan pemanfaatan media seni akan lebih sering diberdayakan.
“Kami upayakan untuk menyisipkan pesan-pesan
antinarkoba melalui kegiatan kesenian, misal saat pementasan sendratari, drama,
pertunjukan wayang kulit melalui sebuah cerita yang dipentaskan. Tahun depan
jika kondisi pandemi sudah mulai membaik, BNN berencana untuk menggandeng para
pelaku seni mementaskan karyanya,” jelasnya.
Ia tidak memungkiri bahwa lingkungan para seniman
dirasa cukup dekat dengan penyalahgunaan Narkoba.
“Yang perlu diperhatikan para seniman itu memiliki
tanggung jawab moral, kepada para penikmatnya supaya mereka tidak
menyalahgunakan Narkoba. Itu yang jadi fokus kami agar dalam berkesenian, para
pelaku seni benar-benar bebas dari penyalahgunaan Narkoba,” tegasnya.
Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Batang, Tri Bakdo
S, mengutarakan, Narkoba bisa disalahgunakan oleh siapa pun. Maka pelaku seni
yang dianggap dekat dengan penyalahgunaan Narkoba digandeng BNN untuk
bersama-sama melakukan pencegahan.
“Kesenian itu sangat dekat dengan oknum yang
menyalahgunakan Narkoba, jadi peran mereka efektif untuk ikut menyuarakan
pencegahan penyalahgunaan Narkoba,” terangnya.
Pagelaran seni sangat tepat jika disisipkan
pesan-pesan antinarkoba. Misalnya saat pagelaran wayang kulit, pesan itu dapat
disisipkan saat “goro-goro” atau “limbuk’an”
“Melalui musik pun bisa disisipkan melalui lirik
sebuah lagu, dalam pentas teater bisa ditunjukkan karakter orang yang benar dan
pemakai, atau seni tari diwujudkan dengan gerak yang mengekspresikan
antinarkoba demikian pula seni rupa yang terlihat secara visual,” imbuhnya.
Ia mengakui, banyak seniman yang telah
menyalahgunakan Narkoba. Untuk menyadarkannya harus dirangkul, anggap mereka
sebagai sahabat sehingga bisa menyadarkan secara perlahan.
“Banyak penyalahguna yang sekarang sadar dan tidak
“memakai” (menyalahgunakan) lagi. Sekarang ada yang bekerja dengan profesi yang
positif dan bermanfaat,” ungkapnya.
Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi), Tulus
Wahyu Utomo menerangkan, pemberdayaan pelaku seni untuk mencegah penyalahgunaan
Narkoba sangat efektif, karena media yang beragam.
“Dalam seni pedalangan dapat disisipkan pesan
pencegahan penyalahgunaan Narkoba saat episode goro-goro atau limbuk’an dan pasti
akan lebih mengena,” ujar dia.
Ia mengharapkan, BNN bersedia merangkul pelaku seni
untuk melakukan pencegahan penyalahgunaan Narkoba melalui kesenian.
“Mau dalang cilik atau dewasa sama saja. Yang
penting didalamnya ada tema-tema pemberantasan Narkoba,” pungkasnya.
Ia mengajak generasi muda untuk menjauhi Narkoba
karena menggagalkan cita-cita di masa depan. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)